22 August 2014

Movie Review: Detective Conan: Dimensional Sniper (2014)


Ia mungkin masih kalah populer jika harus dibandingkan dengan Doraemon di negeri asalnya Jepang, namun detektif yang selalu berupaya memecahkan masalah disekitarnya yang kebanyakan berasal dari detektif konyol bernama Kogoro Mouri dengan prosedur tipikal Sherlock Holmes ini punya fanbase kuat yang selalu terpesona dengan kerumitan yang ia berikan, dan kemudian tersenyum sederhana ketika semua masalah itu terpecahkan. Film ini berhasil memberikan hal tersebut dalam kuantitas dan kualitas yang pas, Detective Conan: Dimensional Sniper.

Blogger Tricks

21 August 2014

Movie Review: Guardians of the Galaxy (2014)


"We're the fricking Guardians of the Galaxy!"

Jika harus memilih studio di industri perfilman yang memiliki rasa percaya diri sangat tinggi sekarang ini, merupakan sebuah kesalahan besar jika tidak memasukkan Marvel Studios di dalamnya, sejak 2008 berhasil menjadikan Iron Man, Thor, dan Captain America begitu digilai oleh penonton tanpa harus kehilangan misi lain pada sisi finansial. Yap, dibawah komando Kevin Feige mereka kini telah menjadi  one to beat di sektor hiburan superhero yang mulai menjamur itu, dan film terbarunya ini kembali membuktikan serta memperkuat status tersebut. From the studio that brought you The Avengers, behold and please welcome, Guardians of the Galaxy, a Groot summer flick.

Review: Magic in the Moonlight (2014)


"I believe that the dull reality of life is all there is but you are proof that there's more, more mystery, more magic."

Tahukah kamu kalau dalam 49 tahun karirnya di dunia film sebagai sutradara dan penulis hanya lima tahun Woody Allen absen, tahun 1967, 68, 70, 74, 81, dan sejak tahun 1981 itu pula ia punya satu film setiap tahunnya, dengan cerita yang ia tulis sendiri. Mudah sekali memberikan "wow", tiga dekade tanpa putus, tapi tidak sama halnya jika dinilai dari segi kualitas yang sejak era millennium selalu muncul "not good" or "just okay" sebagai jembatan diantara film-film "good" dan “memorable” milik Woody Allen dengan magic yang minim. Ups, bukankah "good" terakhir itu tahun lalu? Magic in the Moonlight?
 

17 August 2014

Review: A Most Wanted Man (2014)


"To make the world a safer place. Isn't that enough?"

Salah satu pengalaman menonton yang paling menyenangkan adalah ketika kamu di ajak bermain tarik dan ulur oleh cerita, mondar-mandir bersama pertanyaan yang hadir dalam petualangan dingin didalam labirin penuh ketenangan yang anehnya sesekali mampu memancarkan suhu panas di dalamnya. A Most Wanted Man punya itu dalam kuantitas dan kualitas yang memikat, it takes a minnow to catch a barracuda, and a barracuda to catch a shark. Manis!!

Movie Review: The Expendables 3 (2014)


"Morons need friends."

Sikap optimis tentu merupakan sesuatu yang wajib di miliki oleh setiap orang, rasa percaya diri serta ambisi untuk terus menjadi lebih besar dan lebih baik, tapi ada pula sikap yang kita sebut realistis, sikap yang mampu mengingatkan kita mana limit yang harus di pecahkan dan mana limit yang harus di jaga sebagai upaya untuk tidak melahirkan hal buruk dan negatif. Edisi ketiga parade otot ini tetap berusaha memecahkan batasan yang ada dihadapan mereka, The Expendables 3, that dream team becomes too far, too crowded, too foolish.   

Movie Review: Teenage Mutant Ninja Turtles (2014)


“Remember, nothing is as strong as family.”

Hadirnya reboot dari film-film dengan elemen ikonik seperti ini merupakan sesuatu yang harus disambut dengan tangan terbuka, tentu saja terlepas dari misi yang ia bawa, bisa menjadi sebuah update yang baik, sebuah pesta bagi para fans, pengeruk keuntungan semata, atau justru hanya topeng dari terbatasnya ide segar yang dimiliki insan perfilman. Celakanya film ini tidak mampu mengkombinasikan hal-hal tersebut dengan cermat, Teenage Mutant Ninja Turtles, a soulless and charmless entertainment from ninjutsu warriors. Cowabummer!