26 May 2016

Review: Mother's Day (2016)


"We're not who the world thinks we are."

Ia memang merupakan sosok di balik salah satu film romance paling populer sepanjang masa, Pretty Woman, namun tiga film terakhir dari Garry Marshall bukan sebuah prestasi dengan pencapaian yang oke. Yang menarik adalah dua film terakhirnya selalu mengambil tema hari special, tahun 2010 Valentine's Day dan tahun 2011 New Year's Eve, keduanya merupakan film yang hambar untuk mengisi dua hari special tadi. Lima tahun istirahat kali ini Garry Marshall kembali dengan hari special lainnya, Mother's Day, film yang seolah meneruskan baton dari dua film Garry sebelumnya tadi.

Blogger Tricks

25 May 2016

Movie Review: My Stupid Boss (2016)


"He is quite the troublemaker."

Melakukan adaptasi dari sebuah sumber bahan yang sudah pernah eksis sebenarnya tidak pernah bersifat mengikat, beberapa modifikasi bukanlah hal yang tabu untuk dilakukan jika memang niat utamanya adalah untuk dapat menggambarkan materi tadi menjadi presentasi visual yang menghibur tanpa kehadiran minus dari sumber bahan tadi di dalamnya. Buku My Stupid Boss merupakan kumpulan curahan hati Chaos@work yang menghibur meskipun bukan sajian komedi yang luar biasa lucu, dan dengan menggunakan style serta konsep “bersakit-sakit di gue, bersenang-senang di lo” versi layar lebar My Stupid Boss juga berakhir di level yang serupa dengan sumbernya tadi. Aduh sayang.

19 May 2016

Review: The Angry Birds Movie [2016]


"Time to get angry!"

Cara bermain yang ia tawarkan tidak begitu spesial namun dengan gameplay yang fun, lucu, dan adiktif, Angry Birds sukses menjadi sebuah fenomena tingkat global di tahun 2010, menjadi sahabat dari miliaran pengguna smartphone yang kemudian membantunya meraih predikat sebagai one of the most mainstream games. Tujuh tahun berlalu sejak kemunculan pertamanya Rovio Entertainment mencoba untuk mengangkut konsep dasar yang sederhana tadi kedalam bentuk film animasi yang diberi judul The Angry Birds Movie, sebuah usaha minimalis yang berakhir manis. It's like bird version of Minions.

12 May 2016

Movie Review: Ada Apa Dengan Cinta 2 (2016)


“Senyummu, dinding di antara aku dan ketidakwarasan.”

Tidak mudah untuk menemukan film Indonesia yang terasa adiktif, film yang mampu membuat penontonnya tidak hanya sekedar tersenyum puas bersama rasa gembira ketika ia telah berakhir namun juga meninggalkan mereka dengan perasaan ingin untuk mengulang kembali petualangan yang baru saja mereka saksikan. Film ini berhasil melakukan hal tersebut. Rekonsiliasi isi hati penuh dengan gesekan rasa benci tapi rindu yang menggoda, gejolak cinta remaja yang kini telah dewasa dibalut dengan sense of nostalgia, situasi now or never dalam petualangan sederhana namun rumit di Yogyakarta, mari sambut kembali mereka, Rangga dan Cinta. Ada Apa dengan Cinta? 2: when memory packaged nicely. Karena aku ingin kamu, itu saja.

Review: Neighbors 2: Sorority Rising [2016]


“They’re using their sexuality as a weapon.”

Ketika sebuah studio mengumumkan produksi sekuel dari sebuah film akan muncul pertanyaan dengan jenis yang begitu familiar, seperti mengapa, untuk apa, bahkan fungsinya apa? Maksud dan tujuan sekuel beragam misalnya untuk membuat lebih banyak lagi uang, tapi ada pula niat yang tidak semurah itu seperti ingin mencoba meneruskan cerita, menjawab pertanyaan yang belum terjawab, hingga membuat kemasan yang lebih baik dengan berusaha memperbaiki kelemahan di film terdahulunya. Dua tahun lalu komedi berjudul Neighbors berhasil meraih box office 15 kali lipat dari budget yang ia punya, tapi menariknya kehadiran Neighbors 2: Sorority Rising (Bad Neighbours 2) ternyata tidak semurah sekedar untuk mencoba mengulangi pencapaian tersebut.

08 May 2016

Fresh Fifteen: April


15. Melly Goeslaw & Marthino Lio - Ratusan Purnama (Ada Apa Dengan Cinta 2 OST)

Sebuah lagu berdurasi empat menit dan tiga detik yang dengan sangat baik mewakili kisah asmara antara Rangga dan Cinta. Dari lirik di baris pertama hingga baris terakhir sulit untuk tidak ikut membayangkan Rangga dan Cinta, sebuah pencapaian yang sangat baik dilakukan oleh Ratusan Purnama (Seriously? Purnama?).

30 April 2016

Review: Sing Street (2016)


"Rock 'n roll is a risk. You risk being ridiculed."

Mengejar impian bukan sesuatu yang sederhana karena impian tidak hanya sekedar sebuah target yang ingin kita capai di masa depan, impian juga merupakan sebuah perjalanan dan proses di mana kita secara tidak langsung "dipaksa" untuk belajar mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang bermanfaat bagi hidup kita dan layak untuk kita simpan dan jaga. Film ini mencoba bercerita tentang hal tersebut dengan menggabungkannya bersama musik, sebuah perayaan terhadap mimpi dan kegembiraan kreatifitas anak muda dalam mengekspresikan seni dan imajinasi mereka. From tuner master John Carney (Once, Begin Again), please welcome Sing Street, sebuah pesta dan surat cinta untuk mimpi dan cita-cita. It's a rare treat.