18 December 2014

Movie Review: Patema Inverted (2013)


Konsep positif dan negatif yang dibawa oleh film ini juga memberikan dampak positif dan negatif pada hiburan yang ia hasilkan, ide liar yang akan langsung mengingatkan anda pada film Upside Down itu berhasil diterjemahkan kedalam visual yang mampu mempermainkan imajinasi penontonnya, sayangnya kehebatan yang ia ciptakan di sektor tersebut ternyata tidak membawanya berakhir di posisi tertinggi potensi yang ia miliki. Patema Inverted (Sakasama no Patema), bold, beautiful, and a bit banal animation.

Blogger Tricks

17 December 2014

Movie Review: Lupin the 3rd vs. Detective Conan: The Movie (2013)


Salah satu sistem dari terciptanya kesuksesan yang diraih secara tim berasal dari hubungan diantara orang-orang yang bekerja didalamnya, harus ada pemimpin yang kemudian akan memperoleh dukungan sosok pendukung dibelakangnya. Contohnya seperti Real Madrid atau Barcelona, mereka punya Ronaldo dan Messi yang seolah berada di dunia lain jika dibandingkan dengan rekan-rekan mereka. Film cross over dari dua karakter anime idola masyarakat Jepang ini seperti menggabungkan Ronaldo dan Messi di dalam satu tim. Lupin the 3rd vs. Detective Conan: The Movie, awkward blended between two of Japan's most beloved Anime characters.

15 December 2014

The 3rd Anniversary of rorypnm


Terkadang yang menjadikan sesuatu terasa mengejutkan adalah hadirnya keseimbangan antara sikap optimis, realistis, serta pesimis untuk saling menguatkan, dan itu yang saya alami ketika pertama kali membuat blog ini tiga tahun lalu. Mau di isi apa ya ini nanti? Yakin nanti tidak akan membosankan? Seberapa lama blog ini akan eksis? Yakin bakalan ada yang orang yang membaca? Perasaan yang diselimuti “impossible situations” tadi ternyata merupakan sebuah “great opportunities” yang melakukan penyamaran. And now it’s making me feel happy. Thank you!

13 December 2014

Movie Review: Why Don't You Play in Hell? (2013)


"Movie God, if I can make a hell of a movie, I don't mind dying now."

Ia bisa membuat anda menangis sedih, ia bisa membuat anda tertawa bahagia, ia bisa membuat anda menutup mata, ia juga dapat menjadikan anda bertepuk tangan bahagia. Banyak hal yang dapat diberikan oleh sebuah film kepada penontonnya, baik itu dengan mengandalkan narasi yang kuat dan rapi, atau justru menggunakan style lewat sebuah permainan visual, tapi ada satu hal yang paling penting yang wajib diberikan oleh sebuah film kepada penontonnya, sebuah pengalaman dengan sensasi yang memuaskan dan menyenangkan. Need a fun time? Let’s play with this hell. Why Don't You Play in Hell?, a holy-shit loveletter to filmmaking from Sion Sono. (Warning: review contains strong language and image).

Movie Review: The Kirishima Thing (2012)


Ekspektasi awal ketika film ini baru saja dimulai adalah akan mendapatkan sebuah penggambaran dari seseorang yang bernama Kirishima, namun tidak begitu jauh dari titik start kemudian muncul pertanyaan lain, kapan Kirishima itu akan muncul? Lebih dari sepuluh menit kemudian pertanyaan kembali berubah, dimana sebenarnya sosok Kirishima itu berada? Namun setelah kekacauan satu persatu terbangun pertanyaan mengalami perubahan yang sangat drastis, who the hell is Kirishima? The Kirishima Thing (Kirishima, Bukatsu Yamerutteyo), a captivating high-school and social tragedy with stylish mindplay. 

Movie Review: Beyond the Memories (2013)


Film yang merupakan adaptasi dari bagian terakhir manga series berjudul Kiyoku Yawaku ini seperti sebuah kisah romansa yang terjebak didalam warna sendu yang ia gunakan sejak awal hingga akhir, terasa manis, terasa halus, terasa lembut, namun sayangnya dengan durasi sepanjang 127 menit apa yang ia berikan berada di bawah potensi awal miliknya yang sangat menjanjikan. Beyond the Memories (Kiyoku Yawaku), a (too) tender love story.

PnM Music Chart - 121314