24 October 2014

Movie Review: Fury (2014)


“Best job I ever had"

Menciptakan sebuah film action yang berisikan aksi tembak disana-sini dan kemudian menghasilkan kehancuran skala besar itu sekarang ini terasa sangat mudah, terlebih dengan teknologi yang semakin berkembang. Yang sulit adalah bagaimana jika mereka dikemas sama menariknya namun juga memberikan hiburan yang bukan hanya sekedar lewat, hiburan yang unforgettable, tampil elegan dengan sedikit kesan misterius, meskipun ikut memberikan tugas yang jauh lebih besar untuk mereka kendalikan dan selesaikan. Fury, understated raw action flick.

Blogger Tricks

23 October 2014

Movie Review: The Book of Life (2014)


"Always play from your heart."

Film ini berhasil menjalankan tugas dasarnya sebagai sebuah hiburan animasi, memberikan pengalaman visual yang tentu saja menjadi faktor utama dan terpenting yang penonton cari, serta beberapa pesan tentang kehidupan, cinta, hingga sikap jujur juga tidak ketinggalan ikut menyemarakkan gambar-gambar indah yang memanjakan mata dan imajinasi itu, tapi sebuah sentuhan kecil menghalangi film ini untuk meraih potensi besar yang ia miliki sejak awal. The Book of Life, when stunning visual wounded by inconsistent story charms.

19 October 2014

Movie Review: The Attorney (2013)


Tidak peduli seberapa yakinnya anda terkait kemampuan dalam menjalani kehidupan dengan mengatasi dan menyelesaikan masalah yang datang kedalam kehidupan anda, selalu saja ada hal-hal yang baru yang mampu mengguncang dan memberikan pelajaran baru, karena manusia bukan hanya hanya tidak pernah merasa puas, tapi manusia juga tidak pernah berhenti untuk bertumbuh di berbagai hal dalam kehidupannya. Film ini seperti sebuah proses kehidupan tadi, perjuangan yang kemudian disambungkan dengan sebuah tantangan, sensasi box-office Korea tahun 2013, The Attorney (Byeonhoin).

Movie Review: Bleak Night (2011)


“A guilty conscience needs no accuser.”

Apakah anda pernah mendapatkan pertanyaan seperti ini didalam benak anda, apakah teman-teman yang saya miliki merupakan teman sesungguhnya? Apakah mereka menganggap saya ini sebagai sosok yang berarti atau hanya boneka yang ia gunakan agar hidupnya lebih berwarna? Apakah mereka akan ada ketika saya berada dalam kondisi terburuk? Pertanyaan-pertanyaan tadi sederhana, namun jika anda cermati lebih serius punya kompleksitas yang kuat. Film ini memberikan petualangan terkait hal-hal tadi, Bleak Night, mature exploration about the true meaning of friendship.

Movie Review: A Hard Day (2014)


Awalnya tidak ada ekspektasi yang begitu besar pada film ini, namun ketika menampilkan perkenalan yang bergitu cepat mencuri atensi itu, kemudian memberikan kejutan kecil setelahnya, lalu berlanjut dengan kejutan lain yang bahkan hadir dengan cara yang lucu dan menyenangkan, bukan hanya sebatas tertarik tapi saya langsung terjebak dalam berbagai masalah yang mendatangi karakter itu. A Hard Day, non-stop troubles and surprises rollercoaster.

Movie Review: The Divine Move (2014)


Pasti ada rasa jengkel pada film yang berhasil menarik perhatian penonton dengan materi dasar yang ia gunakan, tapi ketika ia mulai bercerita mulai muncul berbagai masalah di beberapa bagian yang menjadikan kisah yang ia tampilkan tidak lagi sama menariknya. Film ini mengalami hal tersebut, kombinasi board game Go, seni bela diri, hingga aksi balas dendam. The Divine Move (Shinui Han Soo), a bit forced action movie.

Movie Review: The Terror Live (2013)


Sesuai dengan nama yang ia usung, film ini berhasil menyajikan penggambaran dari sebuah terror skala besar yang menggunakan unsur broadcast untuk mempermainkan berbagai isu yang ia bawa. Yang menjadikan ia terasa lebih menarik adalah upaya utama yang ia usung, tergolong berani, memasukkan masalah besar untuk bermain-main di ruang cerita yang sempit, yang celakanya menciptakan boomerang berbahaya baginya. The Terror Live (Deo Tereo Raibeu), falling slowly thriller.