Showing posts with label Aaron Taylor-Johnson. Show all posts
Showing posts with label Aaron Taylor-Johnson. Show all posts

Movie Review: Bullet Train (2022)

“If you don't control your fate, it controls you.”

Berawal dari ‘John Wick’ tahun 2014 yang lalu, David Leitch bersama Chad Stahelski memperkenalkan diri kepada para penikmat film setelah sebelumnya lebih dikenal lewat stuntwork mereka di bawah bendera 87Eleven, action design company yang mereka dirikan bersama dan punya reputasi oke di Hollywood sebagai pakar hand-to-hand combat choreography. Chad Stahelski lanjut menukangi film-film John Wick yang di tahun depan masuk ke jilid empat, sedangkan Leitch mencoba variasi baru dengan berbagai karakter: mengubah Charlize Theron menjadi top-level field agent, ditunjuk sebagai Sutradara ‘Deadpool 2’ dan spin-off Fast & Furious, ‘Hobbs & Shaw’, tahun lalu menjadi Produser film ‘Nobody’, a controlled and composed explosions carnival. ‘Bullet Train’: a roller coaster of infectious and mischievous joy.


Review: Nocturnal Animals [2016]


"It’s fun to kill people."

Tom Ford, seorang fashion designer, akrab dengan kontroversi serta image sophisticated sex appeal pada design yang ia ciptakan, enam tahun lalu menyutradari sebuah film berjudul ‘A Single Man’ yang berhasil membawa Colin Firth meraih nominasi Oscars. Pria yang berhasil “menghidupkan kembali" Gucci itu kini kembali dengan fitur keduanya sebagai sutradara, Nocturnal Animals, sebuah stylish psychological thriller. When ‘Hell or High Water’ meets ‘Maps to the Stars’ and ‘The Neon Demon’, it’s a stylish, sensual, and unique manipulation. It's a challenging film. 

Review: Avengers: Age of Ultron [2015]


"Isn't that the why we fight? So we can end the fight and go home?"

Perjuangan yang sedang dilakukan oleh Marvel sebenarnya bukan cuma pada usaha untuk memperluas cinematic universe milik mereka yang tahun ini resmi mengakhiri fase keduanya, tapi disisi lain Marvel juga terus berusaha mempertahankan standard yang telah mereka raih untuk kemudian naik ke level selanjutnya. Usaha tersebut yang terasa menarik karena ciri khas sebagai fun superhero yang telah lekat dengan mereka justru menjadikan film-film rilisan Marvel perlahan terasa serupa tapi tak sama. Avengers: Age of Ultron seperti sebuah déjà vu yang celakanya masih mampu berdiri tegak karena diramu dengan cermat.

Movie Review: Godzilla (2014)


"Mommy, look, Dinosaurs."

Selalu ada sebuah kesulitan umum dari film dengan status summer blockbuster, harus mampu menghadirkan cerita yang tidak murahan namun disisi lain juga menjauhkan mereka agar tidak mengganggu jualan utamanya pada hiburan visual. My #1 most anticipated summer movie 2013: Pacific Rim, dan hasilnya berada dibawah ekspektasi, keseimbangan diantara elemen utama yang ia miliki terasa kurang mumpuni. Nah, hal terakhir itu yang secara mengejutkan dimiliki oleh film ini, cerita oke dalam visualisasi kekacauan yang juga oke. Godzilla, a good disaster movie, manipulative orchestra with foreplay narration.

Movie Review: Kick-Ass 2 (2013)

 

"The real world had real consequences."

Cara paling tepat untuk menikmati hidup adalah tentu saja dengan melakukan apa yang anda senangi, apa yang mampu menjadikan anda akan melakukannya dengan senang hati, menikmati tiap detik yang berlalu, tanpa ditemani beban yang memberatkan serta mengganggu. Ini yang menjadi fokus utama Kick-Ass 2, sekuel dari Kick-Ass yang sempat menjadi bagian dari kejutan tiga tahun lalu, kumpulan manusia biasa yang berkostum aneh, mampu menghadirkan kekacauan menyenangkan. Sayang, di edisi kedua ini ia hanya punya unsur pertama, karena kekacauan itu tidak lagi menyenangkan. (Warning: review contains strong language)

Movie Review: Anna Karenina (2012)


Selalu menyenangkan ketika menyaksikan sebuah film yang menawarkan kisah perselingkuhan, latar waktu pada masa lampau, apalagi jika subjeknya adalah kaum bangsawan. Ada sebuah kenikmatan yang berbeda ketika menyaksikan mereka tetap mampu tampil elegan dan dewasa ketika menghadapi sebuah konflik klasik yang mungkin pada saat sekarang akan diselesaikan dengan penuh emosi fisik.