“I want my life back.”
Bercerita tentang tokoh
yang punya karir musik gemilang namun memiliki masa kelam bersama obat-obat
terlarang bukan sebuah pekerjaan yang mudah, potensi terburuknya tidak hanya
sekedar berakhir klise saja namun juga monoton bahkan terasa ofensif terhadap
tokoh nyata. Born to Be Blue tidak
berakhir seperti itu, ini berhasil menjadi sebuah kisah tentang kehidupan
musisi yang menyedihkan namun berusaha menggunakan sisi kelam tadi untuk
menjadi sebuah inspirasi yang terasa segar. Oh, jika Oscars tahun depan ingin
“merayakan” kualitas akting di kategori pemeran pria, maka mereka harus
mempertimbangkan Ethan Hawke di film ini.

