Showing posts with label Bront Palarae. Show all posts
Showing posts with label Bront Palarae. Show all posts

Movie Review: Pengabdi Setan 2: Communion (2022)

Kini ku kembali datang, di hening dan durjana malam.

Memulai karirnya sebagai kritikus film, Joko Anwar meraih atensi industri perfilman Indonesia saat menjadi kompatriot Nia Dinata dalam menulis naskah film ‘Arisan!’, yang kala itu bersama ‘Petualangan Sherina’ dan ‘Ada Apa dengan Cinta?’ dianggap membawa angin segar bagi industri yang sempat lesu. Setelah itu berbagai karyanya yakni ‘Janji Joni’, ‘Kala’, ‘Pintu Terlarang’, ‘Modus Anomali’ dan ‘A Copy of My Mind’ secara perlahan semakin mengukuhkan nama Joko Anwar sebagai Sutradara yang “tepercaya”, meskipun tidak bisa ditampik bahwa ‘Pengabdi Setan’ punya peran yang sangat besar membantunya meraih atensi penonton lebih luas lagi. Mencetak angka empat juta penonton dan kurang lebih lima tahun menyandang status sebagai film horor Indonesia terlaris sepanjang masa, Joko Anwar mencoba mengajak penonton kembali bertemu ‘arwah Ibu’ dalam sebuah komuni. ‘Pengabdi Setan 2: Communion’: tick all the boxes of a horror, but.


Movie Review: My Stupid Boss (2016)


"He is quite the troublemaker."

Melakukan adaptasi dari sebuah sumber bahan yang sudah pernah eksis sebenarnya tidak pernah bersifat mengikat, beberapa modifikasi bukanlah hal yang tabu untuk dilakukan jika memang niat utamanya adalah untuk dapat menggambarkan materi tadi menjadi presentasi visual yang menghibur tanpa kehadiran minus dari sumber bahan tadi di dalamnya. Buku My Stupid Boss merupakan kumpulan curahan hati Chaos@work yang menghibur meskipun bukan sajian komedi yang luar biasa lucu, dan dengan menggunakan style serta konsep “bersakit-sakit di gue, bersenang-senang di lo” versi layar lebar My Stupid Boss juga berakhir di level yang serupa dengan sumbernya tadi. Aduh sayang.