"Just
because I don't cry doesn't mean I'm not hurting."
Tentu ada alasan mengapa tunagrahita atau individu yang memiliki keterbelakangan mental dikategorikan sebagai Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), karena fungsi kondisi intelektualnya yang terganggu menjadi hambatan untuk memproses hal-hal normal, bukan hanya dari segi fisik saja tapi juga secara emosional, mental, sosial, serta potensi kecerdasan. ABK yang tidak menerima “pelayanan” terfokus sejak kecil cenderung akan mengalami kesulitan dalam adaptasi perilaku yang muncul di masa perkembangannya. Diklasifikasikan ke dalam tiga kelas yakni ringan, sedang, dan berat, kemampuan intelektual umum dan adaptasi sosial yang di berada bawah rata-rata bisa menjadi boomerang yang berbahaya jika tidak diberikan pengawasan khusus. ‘Nitram’: being independent doesn't mean being alone.




+poster.jpg)