Showing posts with label Callum Turner. Show all posts
Showing posts with label Callum Turner. Show all posts

Movie Review: Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore (2022)

“There’s nothing you can do to stop me.”

Harry Potter dan teman-temannya memang telah mengakhiri petualangan mereka sekitar satu dekade yang lalu di media film, tapi jelas petualangan itu membekas di hati para penonton dan tentu saja penggemarnya. Tidak heran banyak pihak yang menginginkan lebih, berharap agar dibuatkan kelanjutan. Potensi besar tersebut tentu saja tertangkap radar milik Warner Bros., tidak heran selang dua tahun dari rilis film ‘Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2’ proyek the Fantastic Beasts film series pun digaungkan, jadi bagian ‘The Wizarding World’ dan mencoba memperluas dunia sihir yang telah dimulai oleh Harry Potter dan juga teman-temannya. Film pertama, appealing start. Film kedua, low-stakes entertainment. Film ketiga? ‘Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore’: sometimes imaginative, often struggles to juggle.


Movie Review: The Last Letter from Your Lover (2021)

“There is never enough time, never enough of you. Let's meet tomorrow. B.”

Memilih pasangan hidup juga bisa salah. Tentu hal tersebut masuk kategori blunder besar jika terjadi dan seringkali akan meninggalkan pihak yang merasa salah tadi di dalam perasaan menyesal. Ada beberapa opsi, kamu bertahan dan menjalani hidup yang sudah kamu pilih, stuck in your disappointment, atau kamu mencoba “keluar” and attempting another shot at happiness, to try again, to feel again? Perselingkuhan adalah jawaban paling umum bagi opsi kedua tadi. Spontanitas merupakan inti dari banyak hal-hal indah namun juga merupakan akar dari banyak ketidakpuasan, dan bukankah hidup adalah tentang bagaimana menjadi bahagia tanpa rasa penyesalan? ‘The Last Letter from Your Lover’ : a safe and sound romantic drama.


Movie Review: Emma. (2020)


“She always declares that she will never marry.”

Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Cinta juga dapat diartikan sebagai suatu perasaan dalam diri seseorang akibat faktor pembentuknya, merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang, sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut. ‘Emma.’ : a handsome, clever, and rich story about love.

Review: Green Room (2016)


"This’ll be over soon, gentlemen."

Ketika muncul Blue Ruin berhasil meraih begitu banyak pujian dan menjadikannya sebagai a must-watch thriller, sebuah pendekatan minimalis terhadap isu balas dendam yang kokoh namun liar. Dua tahun kemudian sang sutradara, Jeremy Saulnier, mencoba untuk kembali mengulang kesuksesan tersebut, masih dengan konsep minimalis yang kokoh dan juga liar namun kali ini menghadirkan hal tersebut dalam pertempuran Punk vs Nazi berisikan interogasi terhadap subjek ditemani dengan kekerasan ciri khas semangat film eksplotasi klasik. Mencengkeram sejak awal hingga akhir, Green Room adalah sebuah sajian thriller horror yang tidak “biasa”.

Review: Victor Frankenstein [2015]


"You know the story."

Frankenstein yang merupakan karakter yang punya pengaruh besar terkait mitos penciptaan, seorang ilmuwan dengan rasa cinta pada eksistensi “kemungkinan” yang kemudian membuatnya berusaha untuk menghidupkan mayat, menghadirkan malapetaka bagi semua orang. Victor Frankenstein mencoba membawa kamu bertemu kembali dengan Frankenstein namun lewat presentasi yang berbeda, memutar sudut pandang dengan sentuhan modern. Pertanyaan yang muncul sangat sederhana, apakah keputusan tersebut berhasil membawa penonton bertemu dengan Frankenstein yang “menyenangkan”?