Showing posts with label Catherine Keener. Show all posts
Showing posts with label Catherine Keener. Show all posts

Movie Review: The Croods: A New Age (2020)

“It’s not the end. It’s just the beginning. Welcome to our Tomorrow!”

Hampir delapan tahun yang lalu saya menyebut film yang bercerita tentang keluarga di masa purbakala ini sebagai sebuah kisah yang enak di mata saja, karena memang kala itu ceritanya terasa biasa saja. Indah dari segi visual namun terasa cukup datar dari teknik penceritaan, begitu saya menyebut film ‘The Croods’ kala itu. Sebenarnya kisah Grug, Eep, Guy, dan anggota keluarga the Croods ini punya potensi yang oke dan untungnya kali ini mereka menemukan sosok yang tepat, seorang story artist bernama Joel Crawford yang mampu menutup minus di film pertama dan menggali serta memaksimalkan pesona the Croods secara besar-besaran. ‘The Croods: A New Age’ : it’s indeed a new age for the Croods.


Movie Review: Begin Again (2014)


"But are we all lost stars trying to light up the dark?"

Hal ini mungkin akan terkesan sedikit drama, namun saya percaya bahwa semua manusia terlahir untuk menjadi bintang. Namun mengapa ada orang yang berhasil dan ada juga pula orang-orang yang bertemu dengan kegagalan? Sederhana, karena mereka belum mampu mengalahkan kegelapan dengan sinar yang mereka miliki. Konsep tersebut yang dibawa oleh film terbaru dari sosok dibalik romansa musik yang manis bernama Once ini. Begin Again, a warm and soulful marriage between music and life story. Healing with music.

Review: Begin Again (2014)


"You're only as strong as your next move."

Adalah sesuatu yang aneh jika anda tidak memasukkan Once kedalam daftar film romance paling memorable, film tentang musik dan cinta yang disatukan dengan lembut dan sangat charming bersama iringan lagu dengan lirik “I don't know you but I want you”. Sang sutradara, John Carney, kembali berhasil melakukan hal yang sama dalam kemasan yang sedikit lebih mengkilap di Begin Again, musik dan gejolak cinta. Manis. 

Movie Review: Enough Said (2013)


"I'm tired of being funny."

Selesaikan masalah secepat mungkin, karena tidak peduli seberapa besar keuntungan yang kelak mungkin ia hasilkan tindakan mengabaikan sejenak suatu permasalahan pada akhirnya akan selalu didominasi kekuatan yang menarik anda menuju garis finish pada sebuah sisi gelap. Hal umum tesebut menjadi tema dari permainan cinta yang ditawarkan oleh Enough Said, kombinasi manis, pahit, dan asam dalam kemasan yang kompleks namun ringan.

Movie Review: A Late Quartet (2012)

 

Everything has a limit. Ada saat dimana semua karya gemilang yang telah anda bangun selama puluhan tahun lamanya dengan disertai usaha yang begitu keras pada akhirnya memaksa anda untuk melepaskan mereka. Pada awalnya mungkin akan menjadi hal yang sulit untuk diterima, namun terus memaksakan tentu bukan pula sebuah keputusan yang baik. A Late Quartet, mungkin terkesan kecil dan sangat jauh dari kesan megah, namun mampu menjadikan konflik yang ia bawa menjadi sebuah bahan renungan yang menarik bagi penontonnya.