Showing posts with label China. Show all posts
Showing posts with label China. Show all posts

Movie Review: Ascension (2021)

“In this age of internet, either you influence me or I influence you.”

Tidak boleh punya tattoo dan tindik di tubuh merupakan salah satu peraturan yang muncul dalam penyelenggaraan sebuah bursa kerja di film ini, para kandidat pekerja didorong untuk memilih pekerjaan yang mereka mau. Banyak para kandidat merasa ragu untuk menentukan pilihan meskipun sadar mereka akan “dipersiapkan” lebih jauh lagi dalam sesi pelatihan. Harus diakui memang ada peran “luck” dalam proses memilih pekerjaan, karena meskipun kamu dipersilahkan untuk berharap mendapat pekerjaan dengan prospek stabilitas keuangan di masa depan tapi ada opsi untuk tunduk pada kapitalisme dengan eksploitasi yang tampak ramah di permukaan saja. Even if you can memorize 300 ancient Chinese poems, it’s still useless if you don’t know how to monetize!Ascension’ : a simple and sly cinéma vérité about consumerism and capitalism.


Movie Review: In the Same Breath (2021)

“When the government is telling us where to look, they're also telling us where not to look.”

Jika membahas pandemi COVID-19 maka salah satu pertanyaan yang akan muncul, mungkin kini telah menjadi penyesalan dari banyak orang, adalah mengapa sikap pemerintah begitu lambat dan tidak terkesan tegas? Di sini saya berbicara tentang apa yang disajikan oleh film ini, sorotan terhadap sikap pemerintahan China serta Amerika Serikat yang sebenarnya serupa tapi tak sama dengan sikap yang dahulu pernah dipilih oleh Menteri Kesehatan Indonesia, dan tentu saja Pemerintah baik itu pusat maupun daerah. Maka jangan heran jika kemudian masyarakat sempat merasa pandemi ini merupakan sebuah konspirasi, political agenda, or a plandemic. And what convinced them that the virus wasn't a threat? ‘In the Same Breath’ : well, we were punished for sounding the alarm too late.


Movie Review: The Great Wall [2016]


"I was born into battle."

Sebagai bangunan terpanjang yang pernah dibuat oleh manusia hingga saat ini Great Wall of China atau Tembok Besar China tentu saja menyimpan banyak cerita di dalamnya baik dari itu yang bersifat mitos hingga fakta. Hal tersebut menjadi sasaran empuk untuk menjadi materi cerita dan di tangan salah satu sutradara kenamaan China, Zhang Yimou, kisah di Great Wall of China itu coba digunakan sebagai materi bagi sebuah monster blockbuster dengan budget super besar dan membuatnya meraih predikat the most expensive film ever shot entirely in China. Hasilnya? 

Movie Review: The Mermaid (2016)


"Being invincible is lonely, so lonely. Being invincible is empty, so empty."

Dirilis di China pada tanggal 8 februari 2016, sepuluh lebih satu hari karya terbaru dari Stephen Chow (Shaolin Soccer, Kung Fu Hustle, CJ7) ini sudah berhasil meraih predikat sebagai the highest-grossing Chinese film of all time. Ya, all time, bukan hanya di tahun 2016, hanya dalam kurun waktu 11 hari. Apa faktor yang menyebabkan kesuksesan tersebut berhasil The Mermaid raih? Karena Stephen Chow? Journey to the West: Conquering the Demons saja tidak berada di level yang sama. Penyebabnya adalah karena The Mermaid berhasil menampikan kekonyolan dengan eksekusi yang serius, dan membawa elemen serius mencapai target utamanya dengan cara bersenang-senang bersama banyak hal konyol, mo lei tau dengan eksekusi yang terkendali. The Mermaid: nasty, messy, goofy, crazy, but tasty comedy.

Movie Review: A Touch of Sin (2013)


Film crime drama karya terbaru dari sutradara Jia Zhangke ini sebenarnya sudah menebar sesuatu yang menarik dari judul yang ia gunakan. A touch of sin, sekumpulan manusia yang menyentuh dosa? Atau sebaliknya, para manusia yang disentuh oleh dosa. Pertanyaan sederhana tadi yang kemudian di kembangkan menjadi sebuah drama yang bergerak lambat dengan teknik penceritaan yang kuat dan berani. A Touch of Sin (Tian zhu ding), a soft brutal drama about sin.

Movie Review: Mr. Go (2013)

 

Korea Selatan sepertinya semakin menunjukkan taji mereka di berbagai bidang. Teknologi sudah mereka kuasai, gelombang musik merekapun sudah menjadi wabah mengejutkan di berbagai belahan dunia, dan kali ini Kim Yong-Hwa mencoba untuk menjadikan karya terbarunya ini sebagai sebuah pembuktian kepada dunia, South Korea’s first ever fully shot stereographic 3D film, berisikan perjuangan seekor Gorilla dengan menggunakan formula from zero to hero, sebuah sajian visual yang indah namun kurang berimbang.

Movie Review: Drug War (Du zhan) (2013)

 

“High risk, high return. High return, high risk."

Tidak ada sesuatu yang besar lahir dari perjuangan yang kecil, karena untuk memperoleh hasil yang dapat memuaskan tentu saja anda harus ikut mempertaruhkan sebuah resiko yang tidak kalah besar. Hal tersebut merupakan inti yang ingin disampaikan oleh Drug War (Du zhan), karya terbaru dari Johnnie To, sebuah contoh menarik dari bagaimana sebuah film bertemakan kriminal mampu menghadirkan tontonan yang mengawinkan ketenangan bersama dengan tensi yang intens, dalam balutan materi klasik namun tidak murahan.

Movie Review: A Wedding Invitation (2013)


“Because your smile is the sweetest thing in the world.”

Cinta, adalah salah satu ciptaan Tuhan yang absurd. Berawal dari perasaan pribadi, muncul rasa kagum, menyatukan berbagai perbedaan, cinta akan berakhir pada banyak makna yang subjektif. Ada yang menyebut cinta adalah perjuangan, cinta adalah petualangan yang menyenangkan, cinta adalah sebuah pengorbanan, bahkan ada yang menyebut cinta sebagai sebuah rasa manis ditengah perjalanan penuh siksaan. A Wedding Invitation, sebuah rangkuman kecil pada makna cinta lewat kisah yang klasik, efektif, dan cengeng.