Showing posts with label Choo Ja-hyun. Show all posts
Showing posts with label Choo Ja-hyun. Show all posts

TV Series Review: Little Women - Part 1

“Nothing in this world is more sacred than money.”

Mendadak kaya merupakan impian banyak orang, begitupula tiga orang wanita muda dalam sebuah keluarga. Kakak beradik yang baru saja mendadak ditinggal pergi oleh Ibu mereka itu awalnya hidup di ambang ekonomi lemah, tidak heran jika ketiganya lesu menjalani hidup. Si sulung menjadi outcast di tempat kerja, adiknya gemar berteman dengan alkohol tiap hari, sementara si bungsu yang gemar melukis merasa terbebani usaha kedua kakaknya agar ia bisa merasakan kebahagiaan, agar ia tidak seperti mereka. Suatu hari si sulung menemukan rejeki nomplok, sebuah tas hiking berukuran besar berisikan uang yang lantas membawa kehidupan mereka ke babak baru. People may lie, but money is honest.


TV Series Review: Green Mothers' Club - Part 2

“Even if we can't be the most decent human beings, we shouldn't become monsters.”

Kembali ke Korea Selatan justru membuka pintu masalah bagi seorang Ibu muda dengan dua orang anak. Sembari mencari pekerjaan baru dia juga harus bergabung dengan komunitas Ibu-Ibu para orangtua di sekolah anaknya, yang gemar berkumpul bersama. Tidak punya social skill yang mumpuni membuat Ibu muda tadi kesulitan untuk bisa klik dengan komunitas tersebut, meskipun salah satu di antaranya adalah sepupunya. A risky new group on the block, five “normal” moms in an abnormal society: innocent mom, clueless mom, helicopter mom, sensible mom, and scoundrel mom. Adults don't make friends without motives, she got new fake friends. At first. 


TV Series Review: Green Mothers' Club - Part 1

"You think having a baby is all it takes to be a parent?"

Kembali ke Korea Selatan justru membuka pintu masalah bagi seorang Ibu muda dengan dua orang anak. Sembari mencari pekerjaan baru dia juga harus bergabung dengan komunitas Ibu-Ibu para orangtua di sekolah anaknya, yang gemar berkumpul bersama. Tidak punya social skill yang mumpuni membuat Ibu muda tadi kesulitan untuk bisa klik dengan komunitas tersebut, meskipun salah satu di antaranya adalah sepupunya. A risky new group on the block, five “normal” moms in an abnormal society: innocent mom, clueless mom, helicopter mom, sensible mom, and scoundrel mom. Adults don't make friends without motives, she got new fake friends. At first. 


TV Series Review: My Unfamiliar Family - Part 5 (Felina)


“What is family? I, we, still don't know.”

Ada panggilan tak terjawab di handphone seorang wanita yang sedang bersiap untuk berangkat kerja, panggilan telpon dari sang Ibu yang telah memasuki usia senja. Wanita tersebut punya satu orang kakak perempuan, sudah menikah namun belum memiliki anak, sedangkan sang adik laki-laki baru saja mendapat pekerjaan dan masih menetap bersama orangtua mereka. Panggilan telepon tadi ternyata bukan panggilan biasa sekedar untuk bertukar kabar, sang Ibu ingin menginformasikan kepada anak-anaknya, bahwa dirinya akan mengajukan gugatan cerai. 

TV Series Review: My Unfamiliar Family - Part 4


“Real daughter, fake daughter.”

Ada panggilan tak terjawab di handphone seorang wanita yang sedang bersiap untuk berangkat kerja, panggilan telpon dari sang Ibu yang telah memasuki usia senja. Wanita tersebut punya satu orang kakak perempuan, sudah menikah namun belum memiliki anak, sedangkan sang adik laki-laki baru saja mendapat pekerjaan dan masih menetap bersama orangtua mereka. Panggilan telepon tadi ternyata bukan panggilan biasa sekedar untuk bertukar kabar, sang Ibu ingin menginformasikan kepada anak-anaknya, bahwa dirinya akan mengajukan gugatan cerai. 

TV Series Review: My Unfamiliar Family - Part 3


“Do you remember raising another kid with your other family?”

Ada panggilan tak terjawab di handphone seorang wanita yang sedang bersiap untuk berangkat kerja, panggilan telpon dari sang Ibu yang telah memasuki usia senja. Wanita tersebut punya satu orang kakak perempuan, sudah menikah namun belum memiliki anak, sedangkan sang adik laki-laki baru saja mendapat pekerjaan dan masih menetap bersama orangtua mereka. Panggilan telepon tadi ternyata bukan panggilan biasa sekedar untuk bertukar kabar, sang Ibu ingin menginformasikan kepada anak-anaknya, bahwa dirinya akan mengajukan gugatan cerai. 

TV Series Review: My Unfamiliar Family - Part 2


“I thought our family was normal too, but I was wrong.”

Ada panggilan tak terjawab di handphone seorang wanita yang sedang bersiap untuk berangkat kerja, panggilan telpon dari sang Ibu yang telah memasuki usia senja. Wanita tersebut punya satu orang kakak perempuan, sudah menikah namun belum memiliki anak, sedangkan sang adik laki-laki baru saja mendapat pekerjaan dan masih menetap bersama orangtua mereka. Panggilan telepon tadi ternyata bukan panggilan biasa sekedar untuk bertukar kabar, sang Ibu ingin menginformasikan kepada anak-anaknya, bahwa dirinya akan mengajukan gugatan cerai. 

TV Series Review: My Unfamiliar Family - Part 1


“Do you think you and I, could live happily together just us without kids?”

Ada panggilan tak terjawab di handphone seorang wanita yang sedang bersiap untuk berangkat kerja, panggilan telpon dari sang Ibu yang telah memasuki usia senja. Wanita tersebut punya satu orang kakak perempuan, sudah menikah namun belum memiliki anak, sedangkan sang adik laki-laki baru saja mendapat pekerjaan dan masih menetap bersama orangtua mereka. Panggilan telepon tadi ternyata bukan panggilan biasa sekedar untuk bertukar kabar, sang Ibu ingin menginformasikan kepada anak-anaknya, bahwa dirinya akan mengajukan gugatan cerai.