Showing posts with label Chris Cooper. Show all posts
Showing posts with label Chris Cooper. Show all posts

Movie Review: A Beautiful Day in the Neighborhood (2019)


“There is no normal life that is free from pain.”

Tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang setiap manusia pasti akan berada pada kondisi di mana mereka tidak dapat mengatur atau mengendalikan emosi maupun tekanan yang berasal dari berbagai hal yang mereka temui di dalam kehidupan. Terkadang kita dapat emosi lalu kemudian merasa kesal pada satu hal sederhana, terkadang kita juga merasa angkuh atau egois untuk mengalah atau sekedar meminta maaf karena merasa terlalu gengsi misal. ‘A Beautiful Day in the Neighborhood’ : an uplifting therapy.

Movie Review: Little Women (2019)


“I love it. It’s romantic.”

Bakat bercerita di dalam media film layar lebar yang ia punya sebenarnya sudah terlihat sejak ia menjadi co-writer untuk Noah Baumbach pada film ‘Frances Ha’ yang kemudian naik ke level berikutnya di ‘Mistress America’. Namun ‘Lady Bird’ adalah pembuktian terbesar dari seorang Greta Gerwig yang membawa namanya naik semakin tinggi dan kemudian masuk ke dalam kategori “filmmaker to watch”. Gerwig punya style yang unik, ia membuat semua tampak santai namun terasa tajam, dan itu kembali ia sajikan di film ini. Little Women: compelling and charming, it’s a film that has to be seen.

Review: Live by Night (2016)


"We’re all going to hell."

Jika kamu masih ingat salah satu topik menarik di antara moviegoers pada tiga tahun yang lalu mengandung sutradara film ini di dalamnya, yaitu Ben Affleck. Saat itu Ben terpilih untuk memerankan Batman pada rencana besar DC membangun universe mereka dan kemudian hadir pertanyaan apakah Ben layak untuk memerankan tokoh ikonik tersebut. Tapi hal lain yang juga tidak kalah menarik adalah dengan terpilihnya dia sebagai Batman lalu bagaimana dengan kiprah karir Ben Affleck yang kala itu sedang mekar sebagai sutradara mengingat setahun sebelumnya ia memproduksi Argo. Now he’s back with ‘Live by Night’, but, yeah, he’s back.

Review: Demolition (2016)


"Repairing the human heart is like repairing an automobile."

Setiap orang punya cara mereka masing-masing dalam menjalani masa berduka, ada yang benar-benar tenggelam dalam rasa sakit, adapula yang mencoba bangkit dengan meyakinkan dirinya bahwa kemalangan yang menimpanya adalah sebuah jalan agar dirinya dapat menghargai hal-hal baik yang ia peroleh. Film ini bercerita tentang rasa bersalah dan kesedihan melalui sebuah metafora yang mencoba untuk tidak “mudah” dengan mencampur materi serius bersama sentuhan komedi. From the director of Dallas Buyers Club and Wild, here comes Demolition, a confused comedy-drama.

Movie Review: The Company You Keep (2012)


Untuk meraih kebahagiaan memang di perlukan sebuah perjuangan yang tidak kecil. Mengelilingi negara, mencari sahabat lama yang sudah terpisah puluhan tahun lamanya, hingga harus terus waspada dari kejaran polisi, semua dilakukan oleh Jim Grant (Robert Redford) dalam upaya membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah dari sebuah kejadian yang terjadi 30 tahun lalu, bukan karena materi ataupun harga diri, namun demi kebahagiaan anak perempuan tercintanya.