Showing posts with label David Thewlis. Show all posts
Showing posts with label David Thewlis. Show all posts

Movie Review: I'm Thinking of Ending Things (2020)

"Sometimes the thought is closer to the truth, to reality, than an action.”

I'm thinking of ending things. Once this thought arrives, it stays. It sticks, it lingers, it dominates. There's not much I can do about it, trust me. It doesn't go away. It's there whether I like it or not. It's there when I eat, when I go to bed. It's there when I sleep, when I wake up. It's always there. Always. I haven't been thinking about it for long. The idea is new. But it feels old at the same time. When did it start? What if this thought wasn't conceived by me, but planted in my mind, pre-developed? Is an unspoken idea unoriginal? Maybe I've actually known all along. Maybe this is how it was always going to end. ‘I'm Thinking of Ending Things’: a mischievous and screwy psychological horror. (Warning: this review contains major spoilers).


Movie Review: Wonder Woman (2017)


"It's not about deserve, it's about what you believe. And I believe in love."

Sejak kemunculan ‘Man of Steel’ empat tahun lalu sebagai film pertamanya terdapat berbagai pertanyaan yang sepertinya telah terasa umum terhadap DC Extended Universe. Tidak hanya dari segi style maupun “taste” yang kerap disederhanakan oleh para penggemar film superhero sebagai upaya DC untuk tampak & terasa “beda” dari kompetitor utamanya saja namun salah satu pertanyaan lain adalah kapan film kelas “very good” yang terasa kickass akan muncul di dalam DC Extended Universe? Sejak penampilan singkat namun berkesan yang ia lakukan tahun lalu Diana Prince diyakini akan mampu menjawab pertanyaan tersebut. Was it worth the wait? Wonder Woman: a lovely combination between power, courage, and of course wonder.

Review: Anomalisa (2015)


"Our time is limited, we forget that."

Anomali yang memiliki definisi sebuah penyimpangan terhadap sesuatu yang biasa/normal/umum dalam suatu lingkungan tertentu memiliki dua dimensi, yaitu dimensi fisik dan perilaku. Anomali dari dimensi perilaku merupakan perilaku yang menyimpang atau aneh dan ganjil dari perilaku yang biasa atau umum secara pribadi, individu, atau sosial. Well, sepintas terkesan sederhana memang, tapi bagaimana jika penyimpangan itu membuat kamu perlahan mulai menilai bahwa semua manusia di bumi kecuali kamu merupakan sosok yang sama? Anomalisa mencoba bermain-main dengan hal tersebut.

Review: Regression [2015]


"Evil always finds its victim."

Sebuah film horror yang baik mampu membuat penontonnya takut ketika ia hadir di hadapan mereka dan meninggalkan memori yang “baik” ketika penonton berpisah dengannya. Sebuah film thriller yang baik sangat sederhana, ia harus memberikan thrill yang oke. Sebuah film misteri yang baik bukan hanya harus mampu memberikan masalah rumit tapi menjadikan kerumitan itu jadi menarik untuk diikuti. Tiga hal tadi coba dilakukan oleh film ini, Regression, sebuah upaya regresi menggunakan topeng satanisme yang sangat mini.

Review: Macbeth (2015)


"All hail Macbeth that shall be king"

Kehidupan yang semakin “brutal” sekarang ini telah menerapkan sistem di mana yang kuat yang bertahan, sementara yang lemah akan berantakan. Apakah hal tersebut sesuatu yang salah? Tidak, namun jika kamu tidak mampu menangani konsekuensi yang selalu ada di balik setiap aksi maka yang kuat bisa saja juga berakhir berantakan. Hal tersebut merupakan inti dari film ini, Macbeth, sebuah war drama berisikan kebrutalan yang menawan, menghidupkan karya William Shakespeare kedalam bentuk tragedi berdarah yang indah. Bold, brutal, bloody, and beauty.

Review: Legend (2015)


"Me and my brother, we're gonna rule London!"

Bukankah menggunakan kata legenda sebagai judul film sudah menunjukkan bahwa film tersebut memiliki rasa percaya diri yang tinggi? Ya, benar, tapi terdapat makna lain selain itu, bisa sebagai cover misalnya untuk menutupi kekurangan yang ia miliki. Legend punya tiga hal yang ingin ia sampaikan, ia berniat memberikan kamu kekerasan penuh ketegangan dan ancaman, ia ingin memberikan kamu kisah cinta dengan bumbu asmara, dan ia ingin menggambarkan moral serta martabat dengan menggunakan perubahan. Pertanyaan setelah itu hanya satu, apakah Legend berhasil menjadi legenda?