Showing posts with label Elizabeth Banks. Show all posts
Showing posts with label Elizabeth Banks. Show all posts

Review: The Hunger Games: Mockingjay – Part 2 [2015]


"But if you kill him, Katniss, all those deaths, they mean something."

Sampai kapan tren membagi bagian penutup dari sebuah film series yang jadi populer sejak dilakukan oleh Harry Potter lima tahun yang lalu itu akan bertahan? Dari segi finansial tentu saja bagus, lahan jadi bertambah banyak dan lebar yang juga bisa dimanfaatkan untuk menggambarkan cerita dan karakter menjadi lebih dalam dan detail. Tapi bagaimana jika sumber dari bagian penutup itu pada dasarnya tidak punya materi yang gemuk, seperti novel yang menjadi sumber The Hunger Games: Mockingjay – Part 2 ini? Riskan.    

Review: The Hunger Games: Mockingjay Part 1 (2014)


"The courage of one will change the world."

Film pertama dari bagian terakhir trilogy The Hunger Games ini bisa dibilang sedikit salah langkah dalam memainkan strategi yang mereka miliki, dan pusatnya seperti mayoritas keluhan dari banyak penonton terletak pada keputusan mereka untuk membagi satu novel menjadi dua. Kesalahan berasal pada film kedua, Catching Fire, yang secara mengejutkan menaikkan ekspektasi kita pada trilogy ini secara drastis, memberikan lompatan yang terbilang cukup besar pada sisi daya tarik jika dibandingkan dengan film pertamanya, yang juga mempengaruhi penilaian terhadap The Hunger Games: Mockingjay Part 1. We're at the start, the colours disappear. 

Movie Review: The Hunger Games: Mockingjay – Part 1 (2014)


“If we burn, you burn with us!”

Damn you Harry Potter, karena upaya empat tahun lalu untuk memanfaatkan potensi box-office dengan membagi film terakhir menjadi dua bagian kini perlahan akan bahkan telah menjadi trend baru yang menarik untuk dicoba. Bukan perlakuan yang merupakan sebuah dosa memang, namun masalahnya adalah tidak semua film adaptasi layak mendapatkan treatment seperti itu, tidak semua buku atau novel memiliki materi yang mumpuni untuk dipecah menjadi beberapa bagian, tentu ada hal positif, namun tidak sedikit pula hal negatif yang dapat muncul. Bagian pertama dari film terakhir trilogi perjuangan di negeri Panem ini menderita karena hal terakhir tadi, The Hunger Games: Mockingjay - Part 1, a bit forced, feeble, faint, and facile formality fission for farewell.

Movie Review: The Lego Movie (2014)


“Everything is awesome. Everything is cool when you’re part of a team.”

The easiest way to make yourself become a king: playing with Lego. Hal tersebut pernah saya rasakan dahulu, bermain dengan banyak balok kecil untuk menciptakan bentuk-bentuk unik, permainan penuh eksperimen yang menuntut kreatifitas dan imajinasi untuk membangun fantasi yang kita miliki, semua dilakukan dengan bebas karena mereka berada dibawah kendali kita. Sangat menyenangkan, dan semakin menyenangkan ketika bagian dari memori itu kini hidup dan bergerak, menyaksikan apa yang dahulu pernah kita lakukan. The Lego Movie, a very entertaining random satire parade in Lego World.

Movie Review: The Hunger Games: Catching Fire (2013)


"Every revolution begins with a spark."

I am a Tribute, that’s for sure. Namun anehnya antusiasme pada film kedua dari TheHunger Games ini sejak awal sesungguhnya tidak begitu besar, karena imo Catching Fire adalah buku paling lemah di antara dari tiga novel karya Suzanne Collins. Catching Fire hanya berisikan pengulangan dengan bumbu trik politik, ibarat sebuah jembatan yang menghubungkan The Hunger Games dengan ledakan besar pada Mockingjay. Hal tersebut juga akan dihadirkan oleh The Hunger Games: Catching Fire, sebuah memorable popcorn movie yang di eksekusi dengan penuh rasa percaya diri, surprisingly become a solid and full enjoyment ride, nearly awesome.

Movie Review: Pitch Perfect (2012)


Setiap tahun pasti akan ada film yang secara teknis dapat dikatakan tidak begitu memuaskan, namun disisi lain mampu membuat anda ingin menyaksikannya kembali. Hal itu biasanya terjadi karena film tersebut punya satu elemen kunci yang mampu menghibur anda, dan membekas di ingatan anda. Pitch Perfect adalah salah satu contohnya, punya satu elemen kunci yang mampu tampil menghibur, dan sedikit mampu menebus dosa besar yang ia ciptakan.

Movie Review: The Details (2011)


Komitmen memiliki peran yang sama pentingnya dengan cinta dalam menjalin sebuah hubungan asmara. Sebesar apapun cinta yang anda miliki, serta anda rasakan dari pasangan anda, jika tidak disertai komitmen penuh, percayalah hubungan tersebut tidak akan berakhir dengan indah. Jeff Lang (Tobey Maguire), dokter, memiliki istri yang sangat menawan bernama Nealy Lang (Elizabeth Banks), seorang anak yang lucu, diterpa sebuah badai psikologis yang mengguncang komitmennya.