Showing posts with label Ethan Coen. Show all posts
Showing posts with label Ethan Coen. Show all posts

Review: Hail, Caesar! (2016)


"Would that it were so simple?"

Hail, Caesar! merupakan sebuah usaha dari Coen Brothers menggabungkan dua keahlian mereka dalam tampilan yang lebih kearah style. Keahlian Coen Brothers bukan hanya menciptakan kisah yang terasa “manusia” dengan menggunakan kesan nihil yang konsisten, mereka juga ahli dalam membuat yang sederhana tampak kompleks, dan yang kompleks tampak sederhana. Berikan sebuah kisah kejahatan di panggung utama, temani dengan berbagai warna lain termasuk lelucon tepat guna, Hail, Caesar! merupakan komedi, melodrama, noir, epic, serta sebuah showbiz yang cepat dan cerdas, nakal dan sinting.

Review: Bridge of Spies (2015)


"We have to have the conversations our governments can't."

Bridge of Spies adalah sebuah film “dingin” yang menyenangkan. Seperti judul yang ia gunakan isinya seputar aksi spy tapi ketimbang menghibur kamu dengan ledakan besar ia lebih memilih untuk menjadi sebuah kemasan yang lebih kalem, sebuah drama thriller yang lebih renyah namun tetap menghasilkan punch yang memikat di akhir cerita. Steven Spielberg dinilai sebagai sutradara film terbesar sepanjang masa, dan Bridge of Spies menjadi entry terbaru yang semakin menguatkan penilaian tadi. Personally, for me ini film terbaik Steven Spielberg setelah Schindler's List, a triumph of filmmaking.

Movie Review: Unbroken (2014)


"If you can take it, you can make it."

Pernyataan terkait keinginannya untuk pensiun dari dunia film sebagai aktris tentu saja menjadikan kita semakin yakin bahwa Angelina Jolie sudah jatuh cinta untuk berkarya di balik layar sebagai sutradara, profesi yang sudah ia mulai tiga tahun yang lalu. Ada sebuah pertumbuhan yang menarik dari seorang Angelina Jolie di film keduanya sebagai sutradara ini namun sayangnya ibarat seorang pematung ia merupakan sosok yang mampu mengolah sebongkah kayu menjadi berbagai bentuk yang menarik tapi celakanya ia belum mampu memolesnya untuk tampak menarik dan memikat dalam jangka waktu yang lama. Unbroken, a stiff biography which can't toying his audience.

[Special Feature] Fargo, smart and funny morally ambiguous


"Some roads you shouldn't go down because maps used to say there'd be dragons there. Now they don't, but that don't mean the dragons aren't there."

Hype yang ia ciptakan memang tidak begitu besar, namun sejak tahun lalu Fargo telah menjadi bagian dari rorypnm’s most anticipated tv-series. Yap, Fargo yang itu, black-comedy crime pemenang Oscar tahun 1996, menjadi basic dari jagoan terbaru FX ini. Enam episode pertama berada dibawah kendali sosok berpengalaman yang telah bermain-main di berbagai tv-series seperti Californication, It's Always Sunny in Philadelphia, Parks and Recreation, The Office, Scrubs, 30 Rock, hingga Breaking Bad, dengan cerita disusun oleh novelis yang pernah berkontribusi di Bones, serta yang terpenting ikut melibatkan Coen Brothers, baik di bagian produksi hingga writing credit. So, is it that great? Not yet, but the first impression is absolutely impressive. It’ll be easy to love "Fargo" if you already love "Fargo".

Movie Review: Inside Llewyn Davis (2013)


"I thought singing was a joyous expression of the soul."

Setiap manusia pasti punya mental dalam bersikap, optimis dan pesimis, idealis dan pragmatis. Namun ada satu hal yang eksis diantara mereka, sikap realistis, karena tidak perduli betapa besar skill, usaha, bahkan keraguan yang kita miliki, terkadang kehidupan akan membawa sebuah kejutan yang tak pernah kita harapkan dan kita duga hanya karena sesuatu sederhana yang berasal dari diri kita sendiri. Itu yang coba dibawa oleh film ini, dengan dominasi nada melankolis hangat dan lembut dipenuhi transisi antara sedih, lucu, sedih, dan kembali lucu, Inside Llewyn Davis, another solid classic package with a new taste from Coen Brothers.