Dia
adalah sosok yang sangat "membekas" ketika ‘Suicide Squad’ hadir empat tahun lalu, sosok lembut dengan
kegilaan yang psychotic meninggalkan
kenangan pesona yang impresif terlebih dengan sex appeal yang ia punya. Kini ia kembali, berawal dari kandasnya
kisah cinta antara dirinya dengan Joker kali
ini Harley Quinn mencoba mengajak
penonton untuk mengenal dirinya secara lebih mendalam, dan tentu saja tetap
dengan “kegilaan” yang ia punya. ‘Harley
Quinn: Birds of Prey’ : a colorful lunacy with Harley.
Showing posts with label Ewan McGregor. Show all posts
Showing posts with label Ewan McGregor. Show all posts
Review: Our Kind of Traitor (2016)
"Why did you choose me?"
Ketika kamu mendengar
kata “thriller” mungkin impresi
pertama yang kerap muncul adalah sebuah sajian penuh ketegangan yang
mendebarkan dan bergerak cepat. Ya, itu salah satu elemen penting dari sebuah thriller namun di sisi lain ada pula hal
yang tidak kalah pentingnya: kemampuan sebuah thriller untuk mengikat atensi
dan rasa tertarik penonton pada cerita, konflik, dan karakter, serta semakin
impresif jika hal tersebut berhasil dilakukan ketika hanya “dibakar
hangat" sejak awal hingga akhir. Hal tersebut dilakukan oleh ‘Our Kind of Traitor’ dengan cukup baik,
a "chess" thriller who
play in low gear.
Review: Jane Got a Gun (2016)
"I will kill you."
Sejak pertama kali diumumkan
akan diproduksi pada tahun 2012 yang lalu film ini telah mengalami banyak
masalah dengan Natalie Portman
sebagai anggota asli yang bertahan di posisi aslinya hingga akhir. Dari Michael Fassbender, lalu Jude Law, hingga Bradley Cooper, kemudian ditinggal oleh sutradara, hingga kasus
bangkrut rumah produksi, Relativity
Media, akhirnya proyek bermasalah dengan judul Jane Got a Gun ini sukses menemukan senjata yang akan ia gunakan
dan berhasil menyapa penonton. Pertanyaan berikutnya adalah apakah senjata itu
punya peluru yang cukup atau tidak? Jane masih butuh Thor!
Review: Mortdecai (2015)
"It made me feel dirty."
Ketika ia baru saja
berakhir yang pertama terlintas di pikiran saya justru bukanlah apa saja
hal-hal positif dan juga negatif yang dimiliki oleh Mortdecai secara garis besar, yang sesungguhnya dapat ditemukan
dengan sangat mudah. Hal lain yang mengganggu pikiran saya adalah bagaimana Mortdecai justru menambah panjang daftar
film milik Johnny Depp dimana ia
memberikan performa yang “menyedihkan”, performa yang akan membuat kamu
terkejut jika mengingat kembali di tahun 2003 hingga 2007 Captain Jack Sparrow pernah tiga kali bertarung di ajang Oscar pada
kategori pemeran utama terbaik. Mortdecai
is nearly awful, it’s all about mustache, about mustache, a lot of trouble.
Movie Review: August: Osage County (2013)
"I just want to make it better."
Sebenarnya apa makna sesungguhnya dari sebuah
keluarga? Apakah keluarga hanya sebuah komunitas kecil dimana anda saling
membantu dalam sebuah kesatuan, selalu bersatu saat menikmati suka dan
menghadapi duka ketika masih bersama, namun kemudian menghapus hal tersebut
ketika telah berpisah saat melangkah ke jenjang kehidupan yang lebih jauh.
Dengan menggunakan konflik pernikahan film ini akan menggambarkan berbagai isu
klasik dengan tema keluarga, August:
Osage County, a dramatization parade about dysfunctional family.
Movie Review: Jack the Giant Slayer (2013)
Apakah ketika anda
kecil dulu anda pernah mendengarkan sebuah dongeng tentang biji kacang (atau
jenis lainnya) yang tumbuh menjadi pohon raksasa, tinggi menjulang menembus
awan, dan berakhir pada sebuah negeri yang dihuni para raksasa? Jika iya, maka
beruntunglah anda, karena anda memiliki kesempatan untuk menyaksikan
secara visual semua fantasi yang dulu mungkin hanya sebatas diceritakan oleh
kedua orang tua anda dari buku cerita anak-anak. The legend is true, and all the story that your father tell you is
true.
Movie Review: The Impossible (2012)
Tanpa kita sadari, sesungguhnya setiap detik yang berlalu
kita jalani bersama gempa yang terjadi didalam perut bumi. Dengan skala yang
sangat kecil menjadikan kehadiran mereka tidak dapat kita rasakan. Tuhan pasti
punya tujuan tersendiri dengan keadaan tersebut, baik dari sisi ilmiah, dan
juga sebagai tanda kepada manusia untuk selalu siap, karena kapanpun dan
dimanapun bencana dapat mendatangi mereka.
Movie Review: Salmon Fishing in the Yemen (2011)
Sheikh Muhammed (Amr Waked),
seorang syekh yang sangat kaya, ingin merubah sebuah sungai di Yemen (Timur Tengah),
yang telah mati dan berlokasi didekat sebuah bendungan, menjadi sebuah kolam
pemancingan ikan salmon. Untuk itu Sheikh Muhammed meminta bantuan pemerintah Inggris, yang memang pada saat itu sedang
mencoba menciptakan hubungan baik dengan negara Arab. Atas instruksi Patricia
Maxwell (Kristin Scott Thomas), Public Relationship pemerintah Inggris, seorang
fishing expert bernama Dr. Alfred Jones (Ewan McGregor) diperintahkan untuk
terlibat dalam "proyek gila" ini.




%2Bposter.jpg)
+poster.jpg)


