Showing posts with label Gerard Butler. Show all posts
Showing posts with label Gerard Butler. Show all posts

Movie Review: How to Train Your Dragon: The Hidden World (2019)


“It’s you and me, bud. Always.”

Sejak kemunculan mereka pertama kali di layar lebar pada tahun 2010 yang lalu, sosok Hiccup, Toothless, dan juga anggota lain the Vikings of Berk dengan sangat cepat hinggap dan menjadi favorit banyak orang. Pesona yang mereka punya sama impresifnya dengan kualitas visual yang memikat itu. Berkisah tentang tantangan dan perjuangan mewujudkan mimpi, petualangan telah tiba di babak akhir. How to Train Your Dragon: The Hidden World: a very compact and sensible goodbye.

Review: London Has Fallen (2016)


"Your president dies tonight."

Berhasil meraih pendapatan $161 juta dengan menggunakan budget sebesar $70 juta tentu saja bukan sebuah pencapaian yang buruk bagi Olympus Has Fallen terlebih untuk ukuran sebuah action thriller dengan formula generik. Namun menariknya para produser seperti punya pandangan berbeda terhadap sekuel dengan hanya memberikan modal $60 juta. Mencoba mengulang kembali kesuksesan finansial dengan modal kecil atau justru rasa percaya diri akan peluang meraih sukses yang kini telah kecil? Tidak hanya punya power kuat untuk membuat kamu bertanya “hanya itu?” ketika telah selesai, London Has Fallen juga memiliki peluang kuat untuk menjadi film terbaik tahun ini versi Donald Trump.  

Review: Gods of Egypt (2016)


"Egypt has always been a paradise. But now, there is chaos."

Pada sebuah dunia alternatif di negara Mesir para dewa hidup di antara para manusia, mereka lebih besar, darah mereka emas, dan mereka punya kemampuan untuk berubah bentuk menjadi binatang. Wow, sebuah ide cerita yang luar biasa, sebuah upaya penuh percaya diri mengeksplorasi mitologi kuno dalam bentuk yang tidak kuno. Tapi tahukah kamu walaupun sifatnya sangat penting rasa percaya diri tidak menjamin sebuah film pasti akan sukses, bisa saja rasa percaya diri itu jika tidak digunakan dengan tepat justru berbalik arah seperti boomerang. Boom, itu dialami oleh Gods of Egypt, cringe comedy PlayStation game.

Review: How to Train Your Dragon 2 (2014)


"We are the voice of peace, and bit by bit we will change this world."

Dapat dengan mudah menemukan jawaban “ingin melakukan yang lebih baik lagi dari pencapaian sekarang” pada pertanyaan “apa yang ingin kamu lakukan selanjutnya?” dari orang-orang yang berhasil menuai kesuksesan. DreamWorks juga ingin melakukan hal yang sama dan sukses melindungi andalan terbaru mereka empat tahun lalu ini untuk tidak jatuh seperti penerus Madagascar dan menyulapnya menjadi serupa dengan Sherk 2, sekuel yang lebih baik dari pendahulunya. How to Train Your Dragon 2, when The Empire Strikes Back, Avatar, and Game of Thrones blended in enchanting and engaging beautiful young adults animation world. Summer 2014 real deal so far.

Movie Review: How to Train Your Dragon 2 (2014)



"And with Vikings on the backs of dragons, the world just got a whole lot bigger.

Standard yang diciptakan How to Train Your Dragon empat tahun lalu itu tergolong tinggi buat DreamWorks, memberikan karakter lucu yang dengan mudah langsung menjadi favorit bahkan pahlawan bagi penontonnya, kemudian ada petualangan penuh nada gembira dengan kisah persahabatan dan juga unsur keluarga yang hangat. Itu yang menjadi sumber kemunculan satu-satunya rasa cemas dari How to Train Your Dragon 2, apakah mereka akan mampu untuk minimal menyamai pencapaian film pertamanya? 

Movie Review: Olympus Has Fallen (2013)

 

Anda tentu sudah tahu bagaimana gencarnya salah satu negara di semenanjung Korea, yang melakukan riset dan menyatakan bahwa mereka telah menyiapkan senjata nuklir sebagai benteng utama mereka. Kita juga tahu bahwa Amerika Serikat adalah negara adidaya, negara yang seolah menjadi pemimpin dunia, dan berdampak pada jumlah musuh mereka yang juga tidak sedikit. Nah, pernahkah anda membayangkan pusat pemerintahan USA jatuh dengan semua pertahanan canggih yang ia miliki? White house, the most protected building in the world has fallen.

Movie Review: Coriolanus (2011)


Caius Martius (Ralph Fiennes), seorang Jendral Roma, bersama pasukannya berhasil mengalahkan Volscian yang dipimpin oleh Tullus Aufidius (Gerard Butler). Atas keberhasilannya, Caius diberi gelar kehormatan "Coriolanus”, dan mengajukan diri menjadi konsul. Namun atas skenario yang telah disusun oleh dua pejabat parlemen Roma, Sicinius (James Nesbitt) dan Brutus (Paulus Jesson), Caius justru dimusuhi oleh rakyat. Berjanji akan melakukan nasihat dari Ibunya Volumnia (Vanessa Redgrave) serta istrinya Virgilia (Jessica Chastain) untuk bersikap “manis” terhadap rakyat, Caius justru menyerang pemerintah Roma karena tekanan yang ia terima ketika memberikan pidato. Akibatnya, Caius diasingkan dari Roma, dan di cap sebagai pengkhianat. Merasa tidak dihargai atas perjuangannya selama ini, Caius memutuskan bergabung dengan Volscian, dalam misi menyerang Roma.