Showing posts with label Hailee Steinfeld. Show all posts
Showing posts with label Hailee Steinfeld. Show all posts

Movie Review: Bumblebee (2018)


“My name is Bumblebee.”

Ketika pertama kali mengetahui bahwa akan hadir film ‘Bumblebee’ tidak ada ekspektasi yang begitu tinggi padanya. Setelah ‘Transformers’ empat sekuel yang hadir kemudian menunjukkan grafik yang menurun dari segi kualitas, Bayhem di film 'Transformers' semakin terasa monoton dan tidak berhasil memberikan sesuatu yang segar dan exciting. Too busy to be showy, menariknya hal tersebut tidak hadir di film ini. ‘Bumblebee’: when E.T. the Extra-Terrestrial meet The Iron Giant, a Transformers movie with heart.

Review: The Edge of Seventeen [2016]


"Are You even up there?!"

Masa remaja terutama periode coming-of-age di mana kamu mulai bertransisi dari remaja menuju dewasa kerap disebut sebagai masa-masa berisikan berbagai keindahan, tidak heran karena di sana kita mulai belajar banyak hal baru di dalam kehidupan. Tapi tidak semua orang bertemu dengan “keindahan” tadi, mereka yang menjalani masa remaja dengan perasaan tidak nyaman karena merasa memiliki berbagai “kekurangan” juga tidak kalah banyak jumlahnya. Tidak ada manusia yang sempurna dan di sini dengan mencampur drama bersama komedi dan tragedi ‘The Edge of Seventeen’ mencoba bercerita tentang hal tersebut. It's an adolescent story with heart, laugh, and authenticity. Also with a bit “horror” maybe.

Movie Review: Begin Again (2014)


"But are we all lost stars trying to light up the dark?"

Hal ini mungkin akan terkesan sedikit drama, namun saya percaya bahwa semua manusia terlahir untuk menjadi bintang. Namun mengapa ada orang yang berhasil dan ada juga pula orang-orang yang bertemu dengan kegagalan? Sederhana, karena mereka belum mampu mengalahkan kegelapan dengan sinar yang mereka miliki. Konsep tersebut yang dibawa oleh film terbaru dari sosok dibalik romansa musik yang manis bernama Once ini. Begin Again, a warm and soulful marriage between music and life story. Healing with music.

Review: Hateship Loveship (2014)


"Dare to care."

Selain penampilan memikatnya di Bridesmaids, saya lebih mengenal sosok Kristen Wiig sebagai aktor Saturday Night Live dimana ia selalu konsisten menarik dan memberikan ia enam nominasi Emmy secara berturut-turut. Selain itu? Tidak ada yang besar, lebih kepada film-film dengan kategori cukup seperti Paul dan Friends with Kids, serta jagoan pengisi suara dari Despicable Me, How to Train Your Dragon, hingga Her. Hateship Loveship menambah daftar cukup tadi, drama yang gagal dalam upaya menjadi besar dari materi sederhana. 

Review: Begin Again (2014)


"You're only as strong as your next move."

Adalah sesuatu yang aneh jika anda tidak memasukkan Once kedalam daftar film romance paling memorable, film tentang musik dan cinta yang disatukan dengan lembut dan sangat charming bersama iringan lagu dengan lirik “I don't know you but I want you”. Sang sutradara, John Carney, kembali berhasil melakukan hal yang sama dalam kemasan yang sedikit lebih mengkilap di Begin Again, musik dan gejolak cinta. Manis. 

Movie Review: 3 Days to Kill (2014)


"My job is to hunt terrorists. I don't negotiate. Within three days, I will find you. You can start counting."

Pada awalnya ia menyebut dirinya sebagai sebuah film action dan thriller, kemudian setelah jauh berjalan mereka akan ditemani oleh sisi crime dan sedikit misteri, namun semakin jauh lagi ia berjalan kita akan menemukan sebuah twist pada warna cerita yang melengkapi berbagai genre tadi. Yap, warna-warni, tidak masalah jika berhasil dibentuk menjadi sebuah kemasan yang solid, sesuatu yang tidak mampu dicapai oleh film ini. 3 Days To Kill, it’s stupid, it’s messy, it's actually could be a sweet enough story about disposition.

Movie Review: Ender's Game (2013)


“In the moment when I truly understand my enemy, understand him well enough to defeat him, then in that very moment I also love him.”

Tentu saja bukan merupakan hal yang tabu jika sebuah film memiliki begitu banyak ide yang ingin ia tampilkan, itu justru menarik, namun dengan satu syarat mutlak dimana ia harus di eksekusi dan dikombinasi dengan tepat. Ender’s Game adalah contohnya, punya banyak ide dan isu dan yang cantik, dari unsur politis, sosial, peperangan, hingga hal sederhana seperti bullying. Ender’s Game, seperti terjemahan baku, adalah permainan milik Ender. This is not a game!! Really?