Showing posts with label Han Ji-min. Show all posts
Showing posts with label Han Ji-min. Show all posts

TV Series Review: Our Blues - Part 2


“You can't always have everything your way in life. That's life.”

Kesedihan sepakat berkumpul kembali di Pulau Jeju. Bingung dengan kehidupannya, seorang wanita kembali ke Jeju, kembali bertemu dengan pria sederhana namun populer, ada salah paham yang belum usai di antara mereka. Hal serupa dialami seorang pria lain, penugasan ke Jeju membuatnya bertemu dengan wanita single kaya raya yang menjadikannya sebagai cinta pertamanya. Wanita itu punya sahabat yang juga kembali ke Jeju bosan dengan kerasnya kota besar dan rindu kehangatan Jeju, rasa yang juga kini dimiliki seorang wanita pengembara, ia betah di Jeju dan jatuh hati pada kapten kapal nelayan, pria yang hanya mau berpacaran dengan wanita yang tidak akan pernah meninggalkan Pulau Jeju.


TV Series Review: Our Blues - Part 1


“The thing that makes you happy can suddenly make you miserable.”

Kesedihan sepakat berkumpul kembali di Pulau Jeju. Bingung dengan kehidupannya, seorang wanita kembali ke Jeju, kembali bertemu dengan pria sederhana namun populer, ada salah paham yang belum usai di antara mereka. Hal serupa dialami seorang pria lain, penugasan ke Jeju membuatnya bertemu dengan wanita single kaya raya yang menjadikannya sebagai cinta pertamanya. Wanita itu punya sahabat yang juga kembali karena bosan dengan kerasnya kota besar dan rindu kehangatan Jeju, rasa yang juga kini dimiliki seorang wanita pengembara, ia betah di Jeju dan jatuh hati pada kapten kapal nelayan, pria yang hanya mau berpacaran dengan wanita yang tidak akan pernah meninggalkan Pulau Jeju.


Movie Review: A Year-End Medley (2021)

“If life flowed as we expected, that wouldn’t be fun, would it?

Momen akhir tahun kerap menjadi waktu yang digunakan oleh banyak orang untuk menyusun rencana mereka di tahun yang baru, tapi tidak sedikit justru merasakan beban karena sadar bahwa rencananya di tahun yang belum berlalu itu sebenarnya juga belum berhasil ia penuhi atau raih. Ada yang merasa bahwa di tahun itu dirinya belum mampu membahagiakan orang-orang yang ia sayangi, ada yang gagal menikah, gagal diterima kerja, ada yang merasa tidak berguna sehingga menyerah dan ingin bunuh diri, serta yang paling sederhana yakni rasa ragu untuk bergerak mengejar lalu menyatakan perasaan cinta kepada seseorang yang ia suka. Film ini mengemas hal-hal klise dalam hidup tadi menjadi sajian romantic comedy yang seolah mencoba menepuk pundak penonton dan berkata, “you did well”. ‘A Year-End Medley (Happy New Year)’: a medley about love and life.


Movie Review: Josée (2020)

“At times, I wanted to leave to a faraway land with you.”

Terkadang tentang cinta kita tidak perlu banyak bicara, cukup saksikan dan biarkan hati yang berbicara. Tentu hal tersebut tidak mudah terlebih dalam hal penyampaian maksud dan pesan misalnya, harus ada emosi yang terlibat di dalamnya, tidak harus dalam kuantitas yang berlebihan tapi cukup untuk sekedar membuat orang lain itu dapat merasakan apa yang kamu rasakan padanya. Sepertinya konsep tersebut coba diterapkan oleh film ini, ia tidak mau “banyak bicara” tentang hubungan yang terjadi di antara dua karakter utamanya, melepas penonton untuk “hanyut” bersama emosi. ‘Josee’ : lonesome diary. 


Movie Review: The Age of Shadows [2016]


Selain film horror dengan kualitas mumpuni yang jumlahnya cukup banyak tahun ini film-film Korea yang berhasil meninggalkan impresi sangat kuat juga berada dalam kondisi yang sama. Dari banyak film berkualitas kuat tersebut ‘The Age of Shadows’ terpilih menjadi wakil Korea Selatan at the next Academy Awards pada kategori Best Foreign Language Film, yang jika menilik bagaimana perkembangan industri perfilman mereka cukup aneh hingga kini Korea belum pernah berhasil meraih nominasi di kategori tersebut. Bagaimana dengan potensi yang dimiliki oleh period spy movie ini? It’s like a mix between Inglourious Basterds and The Departed, of course with kimchi taste.