Showing posts with label Han Ye-Ri. Show all posts
Showing posts with label Han Ye-Ri. Show all posts

Movie Review: Minari (2020)

“Getting hurt is all part of growing up.”

Pernikahan sebenarnya merupakan sebuah “perjudian”. Bukan dalam konotasi yang negatif tentunya melainkan sebagai bagian dari jenjang kehidupan baru kamu harus siap menerima suka dan duka yang akan muncul di dalam pernikahan itu. Seringkali tiap keputusan akan memberi dampak atau hasil yang tidak kamu harapkan, di sana kamu diuji untuk berjuang bersama tidak hanya buat kamu dan pasanganmu saja tapi juga buat orang-orang yang kamu sayangi, anak dan mungkin juga orangtua. Dengan sangat cantik hal tersebut diceritakan oleh film ini, merupakan film Korea terbaik yang rilis setelah Parasite’. ‘Minari’ : a beautiful, powerful and wonderful story.


TV Series Review: My Unfamiliar Family - Part 5 (Felina)


“What is family? I, we, still don't know.”

Ada panggilan tak terjawab di handphone seorang wanita yang sedang bersiap untuk berangkat kerja, panggilan telpon dari sang Ibu yang telah memasuki usia senja. Wanita tersebut punya satu orang kakak perempuan, sudah menikah namun belum memiliki anak, sedangkan sang adik laki-laki baru saja mendapat pekerjaan dan masih menetap bersama orangtua mereka. Panggilan telepon tadi ternyata bukan panggilan biasa sekedar untuk bertukar kabar, sang Ibu ingin menginformasikan kepada anak-anaknya, bahwa dirinya akan mengajukan gugatan cerai. 

TV Series Review: My Unfamiliar Family - Part 4


“Real daughter, fake daughter.”

Ada panggilan tak terjawab di handphone seorang wanita yang sedang bersiap untuk berangkat kerja, panggilan telpon dari sang Ibu yang telah memasuki usia senja. Wanita tersebut punya satu orang kakak perempuan, sudah menikah namun belum memiliki anak, sedangkan sang adik laki-laki baru saja mendapat pekerjaan dan masih menetap bersama orangtua mereka. Panggilan telepon tadi ternyata bukan panggilan biasa sekedar untuk bertukar kabar, sang Ibu ingin menginformasikan kepada anak-anaknya, bahwa dirinya akan mengajukan gugatan cerai. 

TV Series Review: My Unfamiliar Family - Part 3


“Do you remember raising another kid with your other family?”

Ada panggilan tak terjawab di handphone seorang wanita yang sedang bersiap untuk berangkat kerja, panggilan telpon dari sang Ibu yang telah memasuki usia senja. Wanita tersebut punya satu orang kakak perempuan, sudah menikah namun belum memiliki anak, sedangkan sang adik laki-laki baru saja mendapat pekerjaan dan masih menetap bersama orangtua mereka. Panggilan telepon tadi ternyata bukan panggilan biasa sekedar untuk bertukar kabar, sang Ibu ingin menginformasikan kepada anak-anaknya, bahwa dirinya akan mengajukan gugatan cerai. 

TV Series Review: My Unfamiliar Family - Part 2


“I thought our family was normal too, but I was wrong.”

Ada panggilan tak terjawab di handphone seorang wanita yang sedang bersiap untuk berangkat kerja, panggilan telpon dari sang Ibu yang telah memasuki usia senja. Wanita tersebut punya satu orang kakak perempuan, sudah menikah namun belum memiliki anak, sedangkan sang adik laki-laki baru saja mendapat pekerjaan dan masih menetap bersama orangtua mereka. Panggilan telepon tadi ternyata bukan panggilan biasa sekedar untuk bertukar kabar, sang Ibu ingin menginformasikan kepada anak-anaknya, bahwa dirinya akan mengajukan gugatan cerai. 

TV Series Review: My Unfamiliar Family - Part 1


“Do you think you and I, could live happily together just us without kids?”

Ada panggilan tak terjawab di handphone seorang wanita yang sedang bersiap untuk berangkat kerja, panggilan telpon dari sang Ibu yang telah memasuki usia senja. Wanita tersebut punya satu orang kakak perempuan, sudah menikah namun belum memiliki anak, sedangkan sang adik laki-laki baru saja mendapat pekerjaan dan masih menetap bersama orangtua mereka. Panggilan telepon tadi ternyata bukan panggilan biasa sekedar untuk bertukar kabar, sang Ibu ingin menginformasikan kepada anak-anaknya, bahwa dirinya akan mengajukan gugatan cerai. 

Review: Haemoo (Sea Fog) (2014)


Film yang menjadi perwakilan Korea Selatan di kategori Best Foreign Language Film pada ajang Oscar mendatang ini bisa dibilang seperti proyek dari Bong Joon-ho (Memories of Murder, The Host, Mother) untuk menghidupkan ambisi lain yang ia miliki, menciptakan sebuah petualangan ruang sempit layaknya Snowpiercer yang kini mencoba mengambil setting didalam sebuah perahu yang terombang-ambing di lautan bersama manusia-manusia yang dilanda masalah. Memang tidak semewah film terakhir tadi, tapi Sea Fog (Haemoo) berhasil menjadi versi "kusam" dari Snowpiercer dengan intensitas drama dan ketegangan yang tidak kalah menariknya.

Movie Review: The Spy: Undercover Operation (2013)


"This is a spy reunion."

Tidak ada sesuatu yang baru dan segar pada kumpulan kisah yang ditawarkan oleh The Spy: Undercover Operation, seperti menyaksikan sebuah paket bertemakan secret agent dengan cita rasa Hollywood yang tetap berkombinasi bersama sentuhan drama khas Korea. Sisi menarik dari film ini justru datang dari kemampuan ia dalam mengubah bahan dan formula paling standard untuk film action dan komedi itu menjadi sebuah hiburan yang jauh dari kesan menjengkelkan, dan tampil cukup memikat.

Movie Review: As One (Ko-ri-a) (2012)


Saya adalah salah satu bagian dari kelompok minoritas penduduk bumi yang masih percaya bahwa Korea Selatan, serta tetangga kandungnya Korea Utara, dapat bersatu kembali dan mungkin akan menjadi sebuah keputusan penting bagi kedua negara karena semakin memperbesar potensi mereka untuk menjadi sosok yang lebih kuat di perserikatan bangsa-bangsa. As One (Ko-ri-a) mencoba menjadi gambaran dari potensi tersebut, berdasarkan kisah nyata, menggabungkan tenis meja bersama politik dan persahabatan.