Showing posts with label Isla Fisher. Show all posts
Showing posts with label Isla Fisher. Show all posts

Review: Nocturnal Animals [2016]


"It’s fun to kill people."

Tom Ford, seorang fashion designer, akrab dengan kontroversi serta image sophisticated sex appeal pada design yang ia ciptakan, enam tahun lalu menyutradari sebuah film berjudul ‘A Single Man’ yang berhasil membawa Colin Firth meraih nominasi Oscars. Pria yang berhasil “menghidupkan kembali" Gucci itu kini kembali dengan fitur keduanya sebagai sutradara, Nocturnal Animals, sebuah stylish psychological thriller. When ‘Hell or High Water’ meets ‘Maps to the Stars’ and ‘The Neon Demon’, it’s a stylish, sensual, and unique manipulation. It's a challenging film. 

Review: Keeping Up with the Joneses [2016]


"Who are these people?"

Ketika berbicara tentang film komedi hasil akhir yang mereka berikan kerap terbagi menjadi beberapa kelas yang sederhana dengan dua variabel utama yang paling krusial, yaitu terasa lucu dan menyenangkan. Ada komedi yang lucu tapi tidak terlalu terasa menyenangkan, ada pula komedi yang tidak terlalu lucu tapi terasa menyenangkan. Dua hal tadi tampak sepele memang tapi perlu racikan yang tepat agar mereka saling berkombinasi dengan baik yang tentunya akan menghasilkan sebuah komedi yang menarik, yaitu komedi yang lucu dan juga menyenangkan. Menggabungkan formula dan materi klasik dari genre komedi bersama sentuhan action dan juga spy, di mana posisi akhir Keeping up with the Joneses berada? It's a "strange" comedy.

Review: The Brothers Grimsby [2016]


"One secret agent, one complete idiot."

Dari menjadi Ali G seorang pemimpin wannabe gangsters, lalu menjadi reporter asal Kazakhstan di Borat (yang memberinya nominasi screenplay Oscars), lalu menjadi seorang fashion reporter di Bruno, hingga mengambil inspirasi dari beberapa pemimpin diktator dan kemudian menjadi penguasa negeri ciptaannya sendiri Republic of Wadiya di The Dictator, Sacha Baron Cohen seperti belum lelah untuk kembali menyapa penonton dalam tampilan yang “unik” tentu saja dengan rasa komik yang kental. The Brothers Grimsby kembali mencoba membawa Sacha Baron Cohen lengkap dengan formula andalannya, namun apakah itu berhasil bekerja dengan baik karena konsep The Brothers Grimsby ternyata sedikit berbeda dari film-film Sacha Baron Cohen tadi.

Review: Visions [2015]


Sejak tahun 2009 lalu Blumhouse Productions menerapkan konsep yang “gila” sebagai sebuah production house, ciptakan film sebanyak mungkin dengan konsep murah dan generik seolah nothing to lose dengan hasil yang akan mereka peroleh. Telah memproduksi 42 buah film dan berhasil menyulap budget menjadi berkali-kali lipat dengan pencapaian tertinggi Paranormal Activity, sistem daur ulang yang Blumhouse Productions terapkan kembali coba dilakukan oleh Visions, horror yang murah dan generik.

Review: Life of Crime (2013)


  “She’s the other trophy in my life."

Memang banyak cara bagi sebuah film untuk membuat penonton tertarik dengan apa yang ingin mereka tampilkan, sinopsis yang menjanjikan, sejarah kesuksesan sutradara hingga rumah produksi itu sendiri, poster mungkin juga bisa, hingga yang paling mudah adalah seperti yang dilakukan film ini, dengan membentuk sebuah cast yang berisikan Will Forte, Tim Robbins, John Hawkes, Isla Fisher, dan Jennifer Aniston. 

Movie Review: Now You See Me (2013)


"Look closely, because the closer you think you are, the less you’ll actually see."

Kalimat tersebut sebenarnya punya sebuah tugas yang sangat besar, sebagai bentuk dari peringatan dini atau mungkin petunjuk film ini kepada calon penontonnya pada cara terbaik untuk dapat menikmati suguhan yang akan ia berikan. Layaknya aksi sulap, mereka ingin agar anda tidak terlalu serius meskipun akan ada balutan tema heist didalamnya. Ya ya, don't take it too serious, he said. Oke, i'll take it lightly, i said from beginning. But, seriously, it was a farce, gentlemen.

Movie Review: The Great Gatsby (2013)


“Reserving judgments is a matter of infinite hope”

Mari membuka review ini dengan tidak membahas betapa terkenalnya novel yang menjadi pondasi film ini, The Great Gatsby karya F. Scott Fitzgerald, yang sudah menjadi sebuah informasi yang umum. Yang lebih menarik justru makna dari kalimat diatas, salah satu kutipan favorit saya dari novel tersebut yang juga menjadi pesan utama yang ingin disampaikan film ini, dimana berasal dari sebuah keraguan yang berpadu dengan kesabaran, lahirlah kesempatan yang memberikan ruang untuk hadirnya sebuah kebahagiaan.

Movie Review: Rise of the Guardians (2012)


Ketika masih kecil dulu saya tentu saja tahu dengan dongeng-dongeng tentang tokoh fiktif yang menjadi tokoh utama dari beberapa peristiwa. Ada Santa Claus yang memberikan hadiah kepada anak-anak yang baik di kala Natal, Kelinci Paskah yang telah menjadi simbol Paskah bagi anak kecil bersama dengan telur paskah, hingga peri gigi yang akan memberikan hadiah jika anda menyimpan gigi anda yang baru saja lepas. Lantas apakah anda percaya mereka ada? Apakah anda tahu apa akibat yang akan terjadi jika anda tidak lagi percaya pada eksistensi mereka?