Showing posts with label Jack Huston. Show all posts
Showing posts with label Jack Huston. Show all posts

Movie Review: House of Gucci (2021)

"I don't consider myself to be a particularly ethical person, but I am fair."

Gucci salah satu fashion house yang mendefinisikan the high-flying luxury, sejak didirikan pada tahun 1921 oleh Italian businessman and fashion designer yang kala itu masih sebatas berjualan koper kulit impor di kota Florence, Italia, di balik kesuksesan menjadi simbol wealth, style, and power saat ini, dulu Gucci pernah mengalami masalah bahkan di tahun 1991 hingga tahun 1993 keuangan mereka dalam kondisi buruk, dan jika ditarik lebih jauh kebelakang mereka pernah punya masalah internal dalam bentuk perselisihan antar anggota keluarga dari tahun 1981 hingga 1987. Dua permasalahan tersebut menjadi akar konflik film ini: persaingan, perang keluarga, dan tragedi. House of Gucci’ : an 158 minutes of chaos and when it shines, it shines.


Review: Ben-Hur (2016)


"Racing is a blood sport, if you lose, you die."

Rilis 57 tahun yang lalu, meraih 12 nominasi Oscars dan hanya kalah di satu kategori saja dan membuatnya menjadi film peraih Oscars terbanyak selama hampir empat dekade sebelum akhirnya disamai oleh Titanic di tahun 1997, “Ben-Hur (1959)” dianggap sebagai one of the greatest films ever made terutama pada genre religious. Dengan pencapaian memukau yang diraih oleh satu dari lima film adaptasi novel Ben-Hur yang telah eksis sebelumnya itu pertanyaan utama yang muncul adalah apa yang ingin dilakukan dan dicapai oleh film ini yang disebut sebagai re-adaptation, reimagining, and new interpretation of the novel? Dengan teknologi terkini tentu saja visual akan terasa lebih baik, tapi hanya itu? A shallow re-adaptation, reimagining, new interpretation of the novel and remake for the classic one, it’s a $100 million C-movie. Oscars worthy? Hah.

Review: Pride and Prejudice and Zombies [2016]


"Daughters do not dance well with masticated brains."

Ide dari novel Pride and Prejudice and Zombies yang mencoba menulis ulang kisah klasik karya Jane Austen dengan modifikasi kecil berupa menambahkan zombie ke dalam cerita merupakan sebuah tindakan yang walaupun kamu tidak pernah membacanya pasti akan menimbulkan rasa penasaran yang begitu besar. Apa yang akan dilakukan oleh para zombie di dalam kisah yang berasal dari sebuah novel of manners yang mencoba membawa pembacanya lebih ke arah berpikir serta menghargai isu tentang kelas sosial? Manusia vs zombie? Ya, benar, Pride and Prejudice and Zombies merupakan panggung sandiwara antara zombie dengan manusia.

Movie Review: Kill Your Darlings (2013)


"To be reborn, you have to die first." 

Terkadang revolusi lahir dari sesuatu yang tidak berada dalam cakupan luas, tidak megah, tidak krusial bahkan, hanya mengandalkan semangat kecil yang kemudian berkombinasi membentuk sebuah kesatuan besar yang berani namun juga terkendali. Ya, kontrol, hal kecil yang mampu menghasilkan masalah besar, isu yang coba dibawa oleh film ini, coming-of-age bertemakan obsesi dengan nafas LGBT. Kill Your Darlings, a movie which will make Voldemort smile very wide.  

Movie Review: Not Fade Away (2012)


Faktor utama yang menjadikan film yang mengusung tema coming-of-age tampil menarik adalah ketika ia mampu menghadirkan kisah yang sebenarnya sederhana, namun mampu membuat anda yang menyaksikannya seolah merasa menjadi karakter dalam film tersebut. Not Fade Away, film layar lebar pertama dari David Chase (The Sopranos), sebuah film yang mampu sejenak menggoyang hype dari The Perks of Being a Wallflower di ingatan saya pada kategori ini.