Showing posts with label Jason Segel. Show all posts
Showing posts with label Jason Segel. Show all posts

Movie Review: The Sky Is Everywhere (2022)

"My mind is not a safe place."

Jika kamu tahu bahwa hal-hal buruk dapat terjadi kapan saja, bukankah kamu juga seharusnya tahu bahwa hal-hal baik juga dapat terjadi kapan saja di dalam hidup kamu? Karena suka dan duka adalah satu paket, kamu tidak bisa mendapatkan satu tanpa yang lain sehingga yang harus kamu lakukan adalah mencintai keduanya, and love the world by living with daring, spirit and joy, untuk saling melengkapi dalam ketidaklengkapan. Film ini mencoba membawamu masuk ke dalam upaya merangkul tidak hanya sisi indah namun juga peran penting suka dan duka bagi kehidupan seorang manusia dengan menggabungkan family drama bersama cerita cinta klasik. ‘The Sky Is Everywhere’: a telling-but-not-showing coming-of-age romantic drama. 


Movie Review: Our Friend (2019)

“If I had the world to give, I'd give it to you as long as you live.”

Saya percaya peran dari keluarga dan sahabat itu sama pentingnya dalam kehidupan seseorang, tapi terkadang ada beberapa sahabat yang kemudian sangat klik dengan kamu dan lantas membuatnya merasa lebih “nyaman” ketimbang keluarga. Sesuatu yang terasa sangat wajar memang karena pada dasarnya keluarga bersifat “given” sejak kamu lahir, beberapa karena koneksi orangtuamu dan tidak dapat kamu ubah, kamu “dipaksa” untuk menyesuaikan diri dengan mereka. Berbeda dengan sahabat, mereka eksis di kehidupanmu karena “memenuhi syarat” yang telah kamu tetapkan. ‘Our Friend’ : because friends are the family you choose.


Review: The End Of The Tour (2015)


Mayoritas dari kamu mungkin tahu dengan akronim YOLO (you only live once) yang punya makna kamu harus menikmati semaksimal mungkin kehidupan yang kamu jalani sekarang, tapi cara memahami konsep tadi sebenarnya cukup beragam. Mereka yang hidup dengan pola easygoing akan mudah menerapkan hal tadi dengan hidup jauh dari stress misalnya, tapi disisi lain ada juga mereka yang justru menjadi terbeban dan seringkali pikiran milik mereka tidak hidup di present time, overthinking dan akhirnya lelah dengan kehidupan. Itu isi dari The End of Tour, petualangan unik tentang manusia yang sederhana tapi powerful, dan seksi.

Review: Sex Tape (2014)


"They did everything but delete it."

Kalau ada pertarungan judul film paling bankable di tahun 2014, film ini pasti berada barisan terdepan. Ya, you know what I mean, seks selalu menjadi jualan yang menjanjikan bagi insan perfilman untuk menarik jumlah penonton dan meraih keuntungan yang besar. Sex Tape punya itu, terlebih dengan hadirnya kombinasi Jason Segel bersama Nicholas Stoller di cerita, serta nama Cameron Diaz sebagai duet utamanya. Bagaimana dengan hasilnya? Blah. 

Movie Review: The Five-Year Engagement (2012)



Empat tahun yang lalu, kombinasi Nicholas Stoller dan Jason Segel sempat mencuri perhatian lewat Forgetting Sarah Marshall, sebuah komedi-romantis dengan kisah utama tentang Peter Bretter (Jason Segel), yang mengalami permasalahan dengan kekasihnya yang diperankan oleh Kristen Bell. Kali ini Stoller dan Segel kembali, dengan tema yang sama, namun dalam kemasan yang berbeda. Tom Solomon (Jason Segel), seorang chef sebuah restoran di San Fransisco, melamar kekasih yang telah bersamanya selama satu tahun, Violet Barnes (Emily Blunt), di situasi yang justru jauh dari kesan romantis.

Movie Review: Jeff Who Lives at Home & God Bless America



Jeff Who Lives At Home (2011)

Jeff (Jason Segel), pria lajang berusia 30 tahun, tidak memiliki pekerjaan dan tinggal di ruangan bawah tanah di rumah ibu-nya. Jeff percaya alam semesta memberikan tanda kepadanya akan apa yang terjadi dimasa depan. Sedangkan saudaranya Pat (Ed Helms), sedang mengalami permasalahan dengan istrinya Linda (Judy Greer), dimana rumah tangga mereka mulai kurang harmonis, ketika Pat membeli Porsche.