Showing posts with label Jenna Ortega. Show all posts
Showing posts with label Jenna Ortega. Show all posts

Movie Review: X (2022)

“Everybody likes sex. It's a gas. It's all disco.”

Di antara beberapa sub-genre horror maka slasher dapat dikategorikan merupakan satu di antaranya yang tidak ribet atau rumit dari segi konflik. Cerita biasanya akan langsung mempertemukan para penonton dengan sekelompok orang, baik itu secara langsung maupun lewat informasi koneksi di antara mereka, lalu setelah itu muncul sosok misterius dengan motif utama yang kerap mengundang tanya. Dari sana cerita akan bermain dengan formula hide and seek di mana sosok misterius tadi akan coba terus menguntit kelompok tersebut, sebelum pada akhirnya menghabisi mereka satu per satu, biasanya dengan menggunakan alat tajam dan berbilah. Terlihat sederhana memang, tapi pekerjaan yang harus dilakukan oleh sebuah slasher film sebenarnya tidak mudah. ‘X’: a fresh spin on the classic slasher formula with porn and torn.


Movie Review: The Fallout (2021)

“You know, fear makes people act crazy.”

Stres tidak terpisahkan dari kehidupan setiap manusia namun kemampuan dalam menanganinya jelas berbeda-beda. Hal tersebut karena stressor yang harus dihadapi oleh setiap orang berbeda, dapat berasal dari lingkungan sosial, kondisi fisik, hingga perasaan, imajinasi dan psikologis. Jelas trauma yang membekas di dalam diri orang yang jatuh dari sepeda akan berbeda dengan seseorang yang kesulitan untuk move on dari peristiwa penembakan massal. Sulit untuk menentukan tolok ukur di mana garis finish yang menandakan seseorang telah berhasil move on dari trauma yang menghantuinya, kondisi yang digunakan oleh film ini untuk menjadi penggambaran terkait tantangan yang masih harus dihadapi oleh para korban selamat dari sebuah peristiwa mengerikan. ‘The Fallout’: let's sound the alarm louder.


Movie Review: The Babysitter: Killer Queen (2020)


“Getting what you want without actually working for it is ultimately unrewarding. Especially with love.”

‘The Babysitter’ merupakan sebuah kejutan yang manis di tahun 2017 di mana kala itu charm terbesar yang membuatnya terasa memorable adalah bagaimana materi klasik dan familiar dari genre horror berhasil digabungkan bersama teen comedy penuh dengan okultisme dan slasher yang lucu serta mengerikan dalam gerak yang terasa energik. Tidak heran jika akhirnya muncul kisah lanjutannya di film ini, upaya melanjutkan seraya eksploitasi terhadap celah yang masih tersisa di dalam cerita. ‘The Babysitter: Killer Queen’ : why are you so late, Bee?