Showing posts with label Jeremy Irons. Show all posts
Showing posts with label Jeremy Irons. Show all posts

Movie Review: House of Gucci (2021)

"I don't consider myself to be a particularly ethical person, but I am fair."

Gucci salah satu fashion house yang mendefinisikan the high-flying luxury, sejak didirikan pada tahun 1921 oleh Italian businessman and fashion designer yang kala itu masih sebatas berjualan koper kulit impor di kota Florence, Italia, di balik kesuksesan menjadi simbol wealth, style, and power saat ini, dulu Gucci pernah mengalami masalah bahkan di tahun 1991 hingga tahun 1993 keuangan mereka dalam kondisi buruk, dan jika ditarik lebih jauh kebelakang mereka pernah punya masalah internal dalam bentuk perselisihan antar anggota keluarga dari tahun 1981 hingga 1987. Dua permasalahan tersebut menjadi akar konflik film ini: persaingan, perang keluarga, dan tragedi. House of Gucci’ : an 158 minutes of chaos and when it shines, it shines.


Movie Review: Assassin's Creed [2016]



"We work in the dark to serve the light."

Mengadaptasi karya Shakespeare ke cinema bukan sebuah pekerjaan yang mudah untuk dilakukan tapi tahun lalu Justin Kurzel berhasil mengeksekusi 'Macbeth' dengan sangat baik. Kali ini ia kembali mencoba melakukan sebuah proyek yang dapat dikatakan menantang meskipun telah menjadi pemandangan yang familiar belakangan ini yaitu mengadaptasi sebuah video game dan membawanya menuju cinema. Apa yang Justin Kurzel tampilkan di Macbeth tidak serta merta membuat calon penonton merasa sepenuhnya yakin untuk menaruh ekspektasi tinggi pada 'Assassin's Creed' karena ini merupakan adaptasi dari sebuah video game series, something yang hingga kini selalu lebih akrab dengan kata gagal.

Review: Batman v Superman: Dawn of Justice (2016)


"Tell me. Do you bleed?"

Warner Bros. (akhirnya) memulai shared fictional universe DC Extended Universe di tahun 2013 lewat film Superman dengan judul Man of Steel, sedangkan kompetitor mereka, You-Know-Who, memulai “dunia” milik mereka di tahun 2008 dan tahun ini akan merilis film yang ke-14. DC mencoba mengejar dengan menjadikan film ini sebagai reboot Batman, sekuel Superman, perkenalan musuh besar, dan perkenalan superhero baru. Usaha yang ingin “cepat” tadi memang menghasilkan presentasi yang terasa jam-packed namun di sisi lain Batman v Superman: Dawn of Justice berhasil mencapai tujuan utama mereka: menjadi sebuah kata pengantar yang oke bagi DC Extended Universe. The greatest gladiator match in the history of the world?

Review: High-Rise [2016]


"The ones who are the real danger are the self-contained types like you."

Bumi kini dihuni oleh 7,4 milyar manusia, dan pada tahun 2020 diprediksi 60% dari populasi di bumi akan menjadi warga urban. Masing-masing akan memperbaiki kualitas diri mereka, masing-masing akan menaikkan ambisi mereka, dan mungkin kekhawatiran peradaban manusia akan jatuh dan “kerusakan” dengan cepat menyebar seperti wabah akan segera terjadi. Potensi dari prediksi tadi coba ditampilkan oleh High-Rise ke dalam gedung setinggi 40 lantai, strata sosial menjadi medan perang yang dikemas dengan rasa Stanley Kubrick. The Towering Inferno meets Snowpiercer. Funny and clever.

Movie Review: Beautiful Creatures (2013)

 

Everything has a price. Ketika anda mencoba untuk mengikuti cara dari sesuatu yang pernah menuai sukses, maka di sisi lain anda juga harus siap menerima resiko bahwa hal yang akan anda lakukan itu mungkin akan tidak menuai sukses seperti apa yang anda harapkan, apalagi jika anda menggunakan formula yang sama tanpa memberikan sebuah “warna” baru yang memikat sebagai pembeda. Beautiful Creatures? Ciptaan yang indah?

Movie Review: Margin Call (2011)



Margin Call dalam bidang keuangan adalah kondisi yang terjadi ketika jumlah jaminan wajib dari suatu perusahaan berada dibawah batas minimum yang telah ditetapkan. Untuk mengatasi hal tersebut, ada tiga cara yang dapat investor lakukan, meminjam uang, menjual sekuritas, dan kontrak berjangka. Jika ketiga cara tersebut tidak dapat terlaksana, maka broker akan menjual surat berharga milik perusahaan untuk menutupi margin call yang terjadi. Sedikit membingungkan memang, namun film yang merupakan debut dari J.C. Chandor ini akan menyajikan tontonan yang jauh lebih simple dari yang anda bayangkan ketika membaca pengertian margin call tadi.