Showing posts with label Jo Sung-ha. Show all posts
Showing posts with label Jo Sung-ha. Show all posts

Movie Review: Time to Hunt (Sanyangui Sigan) (2020)


“I'm glad I let you live.”

Kamu pasti pernah mendengar salah satu prinsip dasar investasi yang dikenal dengan prinsip high risk high return. Makna dari prinsip tersebut sendiri adalah semakin besar resiko yang diambil maka potensi imbal hasil yang dapat diperoleh juga akan semakin besar. Di film ini empat orang anak muda memberanikan diri untuk menerapkan prinsip tersebut, mereka mencoba untuk mengambil resiko yang sangat berbahaya untuk dapat meraih mimpi yang selama ini mereka dambakan, aksi yang kemudian membuat dimulainya sebuah perburuan. ‘Time to Hunt’ : an action crime thriller film that wrongly chooses a weapon.

TV Series Review: The K2 - Part 4


Seorang pria yang “dikhianati” oleh negaranya sendiri kini sedang berada dalam pelarian dan menjadi buronan Interpol. Mantan tentara bayaran itu merupakan seorang petarung handal ketika ia menjadi bagian dari sebuah private military companies, mengutus sepuluh tentara bersenjata lengkap untuk menangkapnya sama dengan melepas sepuluh nyawa untuk dengan mudah dilahap olehnya. Suatu ketika pria tersebut mendapat “peluang” untuk dapat lepas dari status buronan, ia disewa oleh istri dari calon presiden untuk menjadi bodyguard bagi anak perempuan mereka. Namun hal tersebut tidak lantas membuat hidupnya menjadi mudah, ia terjerat di dalam “permainan” sebuah keluarga yang dipenuhi dengan berbagai rahasia berbahaya.

TV Series Review: The K2 - Part 3


Seorang pria yang “dikhianati” oleh negaranya sendiri kini sedang berada dalam pelarian dan menjadi buronan Interpol. Mantan tentara bayaran itu merupakan seorang petarung handal ketika ia menjadi bagian dari sebuah private military companies, mengutus sepuluh tentara bersenjata lengkap untuk menangkapnya sama dengan melepas sepuluh nyawa untuk dengan mudah dilahap olehnya. Suatu ketika pria tersebut mendapat “peluang” untuk dapat lepas dari status buronan, ia disewa oleh istri dari calon presiden untuk menjadi bodyguard bagi anak perempuan mereka. Namun hal tersebut tidak lantas membuat hidupnya menjadi mudah, ia terjerat di dalam “permainan” sebuah keluarga yang dipenuhi dengan berbagai rahasia berbahaya.

TV Series Review: The K2 - Part 2


Seorang pria yang “dikhianati” oleh negaranya sendiri kini sedang berada dalam pelarian dan menjadi buronan Interpol. Mantan tentara bayaran itu merupakan seorang petarung handal ketika ia menjadi bagian dari sebuah private military companies, mengutus sepuluh tentara bersenjata lengkap untuk menangkapnya sama dengan melepas sepuluh nyawa untuk dengan mudah dilahap olehnya. Suatu ketika pria tersebut mendapat “peluang” untuk dapat lepas dari status buronan, ia disewa oleh istri dari calon presiden untuk menjadi bodyguard bagi anak perempuan mereka. Namun hal tersebut tidak lantas membuat hidupnya menjadi mudah, ia terjerat di dalam “permainan” sebuah keluarga yang dipenuhi dengan berbagai rahasia berbahaya.

TV Series Review: The K2 - Part 1


Seorang pria yang “dikhianati” oleh negaranya sendiri kini sedang berada dalam pelarian dan menjadi buronan Interpol. Mantan tentara bayaran itu merupakan seorang petarung handal ketika ia menjadi bagian dari sebuah private military companies, mengutus sepuluh tentara bersenjata lengkap untuk menangkapnya sama dengan melepas sepuluh nyawa untuk dengan mudah dilahap olehnya. Suatu ketika pria tersebut mendapat “peluang” untuk dapat lepas dari status buronan, ia disewa oleh istri dari calon presiden untuk menjadi bodyguard bagi anak perempuan mereka. Namun hal tersebut tidak lantas membuat hidupnya menjadi mudah, ia terjerat di dalam “permainan” sebuah keluarga yang dipenuhi dengan berbagai rahasia berbahaya.

Review: The Himalayas (2015)


Film bertemakan kegiatan pendakian gunung belakangan ini terasa berwarna, seperti 'Meru' misalnya, tahun lalu juga ada 'Everest', dan Korea menciptakan versi mereka lewat 'The Himalayas'. Tapi bicara tentang film Korea kamu bisa taruh ekspektasi yang sedikit lebih besar pada mereka mengolah materi familiar dan menampilkannya dengan balutan drama yang manis. Pertanyaannya adalah apakah sebuah usaha penyelamatan di tengah medan yang begitu menantang akan terasa manis jika disandingkan dengan melodrama khas Korea? The Himalayas (Himallaya), an okay expedition melodrama.

Movie Review: Bleak Night (2011)


“A guilty conscience needs no accuser.”

Apakah anda pernah mendapatkan pertanyaan seperti ini didalam benak anda, apakah teman-teman yang saya miliki merupakan teman sesungguhnya? Apakah mereka menganggap saya ini sebagai sosok yang berarti atau hanya boneka yang ia gunakan agar hidupnya lebih berwarna? Apakah mereka akan ada ketika saya berada dalam kondisi terburuk? Pertanyaan-pertanyaan tadi sederhana, namun jika anda cermati lebih serius punya kompleksitas yang kuat. Film ini memberikan petualangan terkait hal-hal tadi, Bleak Night, mature exploration about the true meaning of friendship.