Disney
belum berhenti untuk bercerita tentang believing
in wonder di tahun ini. Di awal tahun kita sudah bertemu dengan ‘Zootopia’ bersama seekor kelinci yang
berjuang meraih mimpinya, yang kemudian disusul oleh ‘The Jungle Book’ dan ‘Finding Dory’. Kini ‘Pete's Dragon’ hadir
mencoba meneruskan pencapaian tadi, sebuah redesign yang sehat pada a tale of a
magic tentang kisah persahabatan antara seorang manusia dengan seekor naga
dengan kombinasi heart, semangat, dan visual yang menyenangkan. It’s ‘The Good Dinosaur’ meets ‘The Jungle Book’ with good heart and magic.
Showing posts with label Karl Urban. Show all posts
Showing posts with label Karl Urban. Show all posts
Movie Review: Star Trek Beyond (2016)
"We will find hope in the impossible."
Di tangan J.J. Abrams ‘Star Trek’ dan ‘Star Trek Into Darkness’ berhasil menjadi sebuah petualangan ruang angkasa yang menyenangkan, namun di sisi lain juga muncul berbagai opini seperti bahwa dua film tersebut merupakan film Star Trek yang terasa “kurang” Star Trek, ibarat pecinta kopi kelas kakap mereka terasa seperti Latte atau Cappuccino, masih kopi yang nikmat tapi kurang nendang. Mencoba mengubah tone cerita dan membawa sutradara empat film The Fast and the Furious untuk mengisi posisi komandan, di mana posisi akhir Star Trek Beyond? A “proper” Star Trek reboot films? Star Trek Beyond: a sweet rock and roll take on Star Trek.
Review: The Loft (2015)
"The right place to do wrong."
Salah satu kondisi
menjengkelkan dalam movie experience
adalah ketika kamu dibuat oleh film tersebut untuk berada dalam kondisi
menunggu sesuatu yang sesungguhnya tidak kamu nantikan dengan begitu antusias.
Ya, saya sangat benci dengan film yang mencoba tampil pintar dengan cara yang
tidak pintar, menjadikan penontonnya terombang-ambing bersama materi yang
perlahan tidak lagi menarik untuk di ikuti. Penyakit yang fatal itu dimiliki
oleh The Loft. What a dicky thriller.
Movie Review: Riddick (2013)
“You keep what
you kill.”
Vin Diesel adalah aktor yang menyandang status
sulit. Sulit untuk membencinya, ia mampu menjadikan Xander Cage, Toretto, hingga Riddick
menjadi karakter yang ikonik, namun sulit pula untuk benar-benar mencintai
kualitas aktingnya karena ia seperti tidak mampu untuk mencoba naik ke level
yang lebih tinggi dari yang telah ia raih sekarang, seperti terjebak dalam tiga
karakter tadi. Hal tersebut yang kemudian menimbulkan pertanyaan kehadiran Riddick, sudah tertidur Sembilan tahun,
apakah masih penting? Atau sebagai tanda bahwa Vin Diesel sudah kehabisan
karakter?
Movie Review: Star Trek Into Darkness (2013)
Masihkah tersimpan di memori anda tentang kasus The Mandarin, archenemy Iron Man yang justru menjadi objek utama
lelucon dibalik kisah heroik Tony Stark?
The Mandarin dapat menjadi bukti bahwa keberhasilan para pahlawan (superhero)
untuk tampil memikat tidak hanya bertumpu pada dirinya sendiri, namun juga
berkat pertolongan daya tarik dari masalah yang ia hadapi, salah satunya adalah
kemampuan musuh utamanya dalam menebar ancaman. Star Trek Into Darkness punya hal penting tersebut.
Movie Review: Dreed (2012)
Ya, Dredd adalah salah
satu film ditahun ini yang berhasil membuat saya bergumam “shit” ketika menuju
pintu keluar. Ini adalah remake dari “Judge Dreed” yang rilis 12 tahun lalu dimana
ketika itu Sylvester Stallone sebagai pemeran utama. Kondisinya masih sama,
dimana polisi kini mempunyai kapasitas untuk menghakimi penjahat secara
langsung ditempat. Judge Dreed (Karl Urban), bersama seorang “anak baru”
bernama Anderson (Olivia Thirlby), menuju sebuah misi untuk menangkap sebuah
kelompok pengedar drugs yang menjadi tersangka pembunuhan.



%2Bposter.jpg)
+poster.jpg)
+poster.jpg)
