Showing posts with label Kwak Si-Yang. Show all posts
Showing posts with label Kwak Si-Yang. Show all posts

TV Series Review: Lovers of the Red Sky - Part 3

“We just no meant to be together.”

Seorang pelukis cantik yang dahulu buta dipertemukan kembali dengan pria tampan yang hampir dua dekade sebelumnya pernah menjadi salah satu kenangan terindah. Kala itu si pria masih dapat melihat namun harus menerima kutukan menjadi buta ketika sesosok iblis yang sebelumnya telah dipenjara di dalam sebuah lukisan dapat lepas ketika lukisan tersebut dibakar. Pria tampan tersebut mencoba menemukan pelukis dengan kualitas keilahian yang kuat agar dapat menciptakan lukisan baru sebagai penjara bagi si iblis tersebut tadi yang kini sedang berkeliaran.

TV Series Review: Lovers of the Red Sky - Part 2

“I found my eyes.”

Seorang pelukis cantik yang dahulu buta dipertemukan kembali dengan pria tampan yang hampir dua dekade sebelumnya pernah menjadi salah satu kenangan terindah. Kala itu si pria masih dapat melihat namun harus menerima kutukan menjadi buta ketika sesosok iblis yang sebelumnya telah dipenjara di dalam sebuah lukisan dapat lepas ketika lukisan tersebut dibakar. Pria tampan tersebut mencoba menemukan pelukis dengan kualitas keilahian yang kuat agar dapat menciptakan lukisan baru sebagai penjara bagi si iblis tersebut tadi yang kini sedang berkeliaran.

TV Series Review: Lovers of the Red Sky - Part 1

“I see the world through sounds.”

Seorang pelukis cantik yang dahulu buta dipertemukan kembali dengan pria tampan yang hampir dua dekade sebelumnya pernah menjadi salah satu kenangan terindah. Kala itu si pria masih dapat melihat namun harus menerima kutukan menjadi buta ketika sesosok iblis yang sebelumnya telah dipenjara di dalam sebuah lukisan dapat lepas ketika lukisan tersebut dibakar. Pria tampan tersebut mencoba menemukan pelukis dengan kualitas keilahian yang kuat agar dapat menciptakan lukisan baru sebagai penjara bagi si iblis tersebut tadi yang kini sedang berkeliaran.

TV Series Review: Alice - Part 4


“They call them parallel universes. A world in another dimension where another version of me exists.”

Seorang wanita meninggalkan tahun 2050 dan menuju tahun 1992 untuk mencari sebuah buku yang dapat mengancam eksistensi time travelling. Tapi ia memutuskan untuk tidak kembali dan kemudian melahirkan seorang anak laki-laki. Keputusan itu membuatnya harus terpisah dengan sang anak, sosok yang kemudian ketika telah dewasa memutuskan untuk menjadi seorang Polisi untuk menemukan jawaban atas kematian sang Ibu. Menariknya dalam proses pencarian tersebut sang anak justru bertemu sosok wanita lain yang sangat mirip dengan Ibunya.

TV Series Review: Alice - Part 3


“Is time travel possible? I know it doesn't make any sense, but yes.”

Seorang wanita meninggalkan tahun 2050 dan menuju tahun 1992 untuk mencari sebuah buku yang dapat mengancam eksistensi time travelling. Tapi ia memutuskan untuk tidak kembali dan kemudian melahirkan seorang anak laki-laki. Keputusan itu membuatnya harus terpisah dengan sang anak, sosok yang kemudian ketika telah dewasa memutuskan untuk menjadi seorang Polisi untuk menemukan jawaban atas kematian sang Ibu. Menariknya dalam proses pencarian tersebut sang anak justru bertemu sosok wanita lain yang sangat mirip dengan Ibunya.

TV Series Review: Alice - Part 2


“There is no coincidence in fate. A man makes fate itself before he meets it.”

Seorang wanita meninggalkan tahun 2050 dan menuju tahun 1992 untuk mencari sebuah buku yang dapat mengancam eksistensi time travelling. Tapi ia memutuskan untuk tidak kembali dan kemudian melahirkan seorang anak laki-laki. Keputusan itu membuatnya harus terpisah dengan sang anak, sosok yang kemudian ketika telah dewasa memutuskan untuk menjadi seorang Polisi untuk menemukan jawaban atas kematian sang Ibu. Menariknya dalam proses pencarian tersebut sang anak justru bertemu sosok wanita lain yang sangat mirip dengan Ibunya.

TV Series Review: Alice - Part 1


“In 2050, our Alice finally succeeded in traveling through time.”

Seorang wanita meninggalkan tahun 2050 dan menuju tahun 1992 untuk mencari sebuah buku yang dapat mengancam eksistensi time travelling. Tapi ia memutuskan untuk tidak kembali dan kemudian melahirkan seorang anak laki-laki. Keputusan itu membuatnya harus terpisah dengan sang anak, sosok yang kemudian ketika telah dewasa memutuskan untuk menjadi seorang Polisi untuk menemukan jawaban atas kematian sang Ibu. Menariknya dalam proses pencarian tersebut sang anak justru bertemu sosok wanita lain yang sangat mirip dengan Ibunya.

Movie Review: Goodbye Single [2016]


Alasan mengapa saya suka dengan drama comedy yang mampu menyatukan dua unsur yang ia punya dengan baik adalah karena menciptakan kombinasi serius dan tidak serius agar seimbang dan menarik bukan pekerjaan yang mudah. Di satu sisi kamu ingin dibuat agar tertawa olehnya tapi di sisi lain kamu juga bertemu dengan momen yang sedikit lebih serius tempat di mana isi atau pesan yang dibawa film tersebut tampil. Membuat penonton tertawa namun tanpa mereka sadar di satu momen mereka merasa tersentuh emosinya tidak mudah, dan Goodbye Single (Familyhood) merupakan salah satu contoh terbaru. Some part of good screwball, some part of screw up screwball.

TV Series Review: Oh My Ghost - Part 3 (Final)


Sinopsis: Kang Sun-Woo (Cho Jung-Seok), pria yang walaupun masih belum mampu melupakan sang mantan pacar berkat sikap percaya diri dan tentu saja wajah tampannya memperoleh status sebagai seorang koki populer. Salah satu fansnya adalah Na Bong-Sun (Park Bo-Young), wanita introvert yang sangat pemalu dan rendah diri, seorang sous chef di restoran milik Kang Sun-Woo. Hubungan diantara mereka mendadak berubah ketika Na Bong-Sun kerasukan roh bernama Shin Soon-ae (Kim Seul-gie), hantu perawan yang penuh nafsu.    

TV Series Review: Oh My Ghost - Part 2


Sinopsis: Kang Sun-Woo (Cho Jung-Seok), pria yang walaupun masih belum mampu melupakan sang mantan pacar berkat sikap percaya diri dan tentu saja wajah tampannya memperoleh status sebagai seorang koki populer. Salah satu fansnya adalah Na Bong-Sun (Park Bo-Young), wanita introvert yang sangat pemalu dan rendah diri, seorang sous chef di restoran milik Kang Sun-Woo. Hubungan diantara mereka mendadak berubah ketika Na Bong-Sun kerasukan roh bernama Shin Soon-ae (Kim Seul-gie), hantu perawan yang penuh nafsu.    

TV Series Review: Oh My Ghost - Part 1



Sinopsis: Kang Sun-Woo (Cho Jung-Seok), pria yang walaupun masih belum mampu melupakan sang mantan pacar berkat sikap percaya diri dan tentu saja wajah tampannya memperoleh status sebagai seorang koki populer. Salah satu fansnya adalah Na Bong-Sun (Park Bo-Young), wanita introvert yang sangat pemalu dan rendah diri, seorang sous chef di restoran milik Kang Sun-Woo. Hubungan diantara mereka mendadak berubah ketika Na Bong-Sun kerasukan roh bernama Shin Soon-ae (Kim Seul-gie), hantu perawan yang penuh nafsu.