Showing posts with label Lee Re. Show all posts
Showing posts with label Lee Re. Show all posts

TV Series Review: Hellbound - Part 1

"Why haven't we been paying any attention all these years?"

Setiap manusia yang punya banyak dosa akan dibunuh secara brutal. Konsep itu datang dari sebuah organisasi yang menilai bahwa hukum buatan manusia tidak lagi mampu membuat manusia takut dan berusaha menjauhi dosa. Oleh sebab mereka mereka yakin kini Sang Pencipta telah murka, tidak ada lagi pengampunan di mana manusia yang memiliki banyak dosa akan menerima dekrit berupa tanggal kematian mereka. Ketika momen itu tiba maka tiga sosok monster hitam berukuran besar akan datang untuk mencabut nyawa manusia tersebut, menyakitinya terlebih dahulu lalu mengambil nyawanya secara cepat. Itu dapat terjadi di manapun, baik di tempat sepi maupun di tempat ramai dalam bentuk sebuah pertunjukan. 


Movie Review: Peninsula (2020)


“We need to get out of here. Forget about the zombies!”

Wabah zombie tiba-tiba meledak ketika kamu sedang berada di dalam perjalanan keluar kota menggunakan kereta, terkurung di sana sembari berpacu dengan waktu karena dipaksa mempertahankan hidupmu dari kejaran para zombie yang bergerak liar dan brutal. Sebagai premis saja itu sudah terasa menarik sehingga tidak heran jika empat tahun lalu Train to Busan berhasil membuat banyak penonton terkesima dengan thrill yang ia sajikan sebagai sebuah action horror. Film ini bercerita tentang apa yang terjadi pasca zombie apocalypse empat tahun lalu itu, masih tampil sebagai action horror namun dengan pendekatan yang berbeda. Train to Busan 2? ‘Peninsula (Bando)’ : a dynamic but too generic action horror.


Movie Review: Hope (Wish) (2013)


"Why did this happen to our little girl?"

Jika ditanya arti anak dalam kehidupan mereka, banyak orang tua akan menjawab anak sebagai alasan mereka hidup dan bekerja keras, sumber dari senyuman di wajah mereka, hingga permata yang menyinari kehidupan mereka. Ya, permata, anak ibarat permata bagi para orang tua, sosok yang akan berkilau ketika mereka telah dewasa, yang juga menjadi sumber kebahagiaan terbesar orang tua karena merupakan hasil dari kerja keras mereka di fase awal ketika menjaga, merawat, dan menuntun anaknya saat mereka masih kecil. Film ini menghadirkan sebuah kehancuran di fase awal tadi, Hope/Wish (Sowon): if it was your kid, can you call it an accident?