Showing posts with label MFK. Show all posts
Showing posts with label MFK. Show all posts

Movie Review: 20th Century Girl (2022)

When I'm with you, I'm always happy.

Jangan tunggu lama-lama, nanti diambil orang. Ya, aksi menunggu dalam hal apapun itu terlebih dalam sebuah percintaan tentu saja punya resiko, saat sedang mencoba meyakinkan hati yang dipenuhi rasa ragu apalagi takut seolah masih banyak waktu yang tersisa dan bersedia menunggumu. Dan ketika telah hilang maka penyesalan menjadi destinasi paling familiar, meskipun memang tidak sedikit yang dapat ikhlas pula. Seperti dalam percintaan misalnya, bahwa tidak semua orang hadir ke dalam kehidupanmu untuk tinggal atau menetap, ada yang datang untuk memberi sebuah pembelajaran atau sekedar sebatas kenangan. Film ini mencoba menceritakan itu dengan menggunakan elemen klasik romance bersama cinta dan persahabatan, yang tidak melulu dapat jalan beriringan. ‘20th Century Girl’: you make me shine just by your existence.


Movie Review: Decision to Leave (2022)

“Killing is like smoking. Only the first time is hard.”

Salah satu hal yang lekat dengan cinta adalah ia bisa menjadi misterius dan membuat bingung. Kadang sikap ramah atau bahkan senyuman kecil dapat melahirkan asumsi yang membuatmu bertanya-tanya, apakah itu merupakan sebuah respon yang positif atau hanya sekedar formalitas yang sederhana saja? Atau justru sebuah jebakan agar kamu merasa diperhatikan dan berharga di awal, untuk kemudian "dipermainkan" oleh hati? Cinta memang terasa indah, tapi cinta juga bisa menjadi manipulatif serta membawamu masuk ke dalam bencana. Hal itu yang coba diutak-atik oleh Sutradara Park Chan-wook, tetap bertumpu pada reputasi brutal and merciless miliknya untuk menyajikan one of the most exciting and innovative romantic mystery in the last decade. ‘Decision to Leave’: an elegant love story.


Movie Review: Emergency Declaration (2022)

“This is Sky Korea 501. Good day.”

Keadaan darurat adalah situasi di mana dapat diberdayakan kebijakan yang biasanya tidak boleh dilakukan, dengan tujuan utama keselamatan dan perlindungan warga. Di Indonesia “Kerusuhan Mei 1998” adalah contohnya, begitupula Gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia di tahun 2004, sementara itu di tahun 2020 banyak negara mendeklarasikan state of emergency for COVID-19 yang adalah medical pandemic. Wewenang dalam mendeklarasikan keadaan darurat juga dimiliki oleh seorang Pilot, pada Federal Aviation Administration Sec. 91.3 tertulis bahwa di dalam keadaan darurat dalam penerbangan yang membutuhkan tindakan segera, maka Pilot punya wewenang untuk menyimpang dari aturan sejauh yang diperlukan untuk memenuhi keadaan darurat. Airspace procedures? Gone. Speed restrictions? IFR clearance limits? Gone. Because safety is not a luxury, but a necessity! ‘Emergency Declaration (Bisang Seoneon)’: ‘Train to Busan’ on a plane, it’s a miracle on plane No. 501.


Movie Review: The Witch: Part 2. The Other One (2022)

“You really don't know who you are?”

Kala itu di review saya menyebut bahwa kakak dari film ini, yaitu ‘The Witch: Part1. The Subversion’ sebagai proses perkenalan karakter utama yang memiliki “kemampuan” unik di balik penampilannya yang tampak biasa saja, meskipun pada akhirnya semua penonton tahu karakter Ja-yoon memiliki kemampuan yang luar biasa. Mengingat sedari awal telah mencantumkan “Part 1” di judulnya maka kini fokusnya jelas tertuju pada apa yang akan terjadi di bagian selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada Ja-yoon setelah berhasil “menang” di film pertama yang di tahun 2018 berhasil masuk sepuluh besar daftar “highest-grossing films released” di Korea Selatan? ‘The Witch: Part 2. The Other One’: another one iconic madness.


TV Series Review: Our Beloved Summer - Part 4 (Felina)

"Couples who fight often have a higher chance of dating again."

Sepasang mantan kekasih berjanji untuk melupakan kisah cinta mereka dan tidak bertemu lagi, tapi ternyata takdir berkehendak lain. Video dokumentasi kehidupan mereka di masa sekolah, tentang interaksi antara siswa peringkat satu dari atas dan siswa peringkat satu dari bawah mendadak viral dan kini disukai banyak orang. Hal tersebut membuat sahabat mereka, yang kini berprofesi sebagai program director kemudian meminta keduanya untuk membuat ulang dokumenter yang telah berusia sepuluh tahun tersebut, dan memaksa mantan kekasih itu membuka kembali lembar memori masa lalu mereka yang ternyata masih berdenyut dengan perasaan yang rumit.


Movie Review: Broker (2022)

“Thank you for being born.”

Mengapa begitu mudah untuk lupa bersyukur? Padahal bersyukur tidak sulit untuk dilakukan dan bahkan pada dasarnya tidak membutuhkan biaya, cukup dengan mengucapkan terima kasih atas segala berkat yang kamu miliki, pemberian dari Sang Pencipta. Banyak sebenarnya penyebab mengapa bersyukur semakin “disepelekan” oleh banyak orang, tekanan dan harapan yang duniawi adalah salah satu contohnya, kerap membuat manusia jatuh ke dalam masalah baik itu dari sikap egois, serakah, rasa takut, dan masih banyak lagi. Tapi bukankah manusia adalah tempatnya salah dan dosa? Jadi tidak heran jika suatu waktu manusia bisa menjadi domba yang nakal dan keluar dari kawanan, karena ia ragu akan tuntunan dari gembalanya. ‘Broker’: fleeing from the past.


TV Series Review: My Liberation Notes - Part 3

“Does anyone live without pretending?”

Karena perkara letak rumah mereka jauh dari Seoul masalah datang menimpa tiga bersaudara. Anak kedua, seorang pria yang baru saja putus cinta, ingin melarikan diri dari rumah, tapi ia tidak punya mimpi dan terpaksa menjalani hidupnya tanpa arti. Sedangkan si bungsu, wanita pemalu dan “hambar” ingin bebas dari hidup yang membosankan, sama seperti kakak tertua mereka, wanita yang merasa lebih banyak menghabiskan waktu di perjalanan ke tempat kerja dan kesulitan menemukan cinta. Suatu hari mereka bertemu seorang pria misterius yang suka mabuk dan punya keinginan sama, ingin melarikan diri dari kehidupan yang buntu serta penuh dengan ketidakpastian.


TV Series Review: Woori the Virgin - Part 1

“I only have one chance to make a baby.”

Tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah adalah janji yang dipegang teguh oleh seorang wanita yang berprofesi sebagai asisten penulis sebuah drama populer. Dan ia beruntung karena pacarnya juga mendukung, tapi suatu ketika janji tersebut runtuh namun lewat cara yang tidak biasa. Sumbernya ialah seorang pria necis anak konglomerat yang baru saja sembuh dari penyakit kanker, coba diikat oleh sang Istri yang telah ia gugat cerai, yaitu dengan menggunakan his husband last frozen sperm. Aksi sang istri yang ingin hamil agar tidak diceraikan itu justru menggagalkan janji teguh si asisten penulis dan menciptakan banyak masalah baru lainnya.


TV Series Review: My Liberation Notes - Part 2

"Life is a series of embarrassments anyway."

Karena perkara letak rumah mereka jauh dari Seoul masalah datang menimpa tiga bersaudara. Anak kedua, seorang pria yang baru saja putus cinta, ingin melarikan diri dari rumah, tapi ia tidak punya mimpi dan terpaksa menjalani hidupnya tanpa arti. Sedangkan si bungsu, wanita pemalu dan “hambar” ingin bebas dari hidup yang membosankan, sama seperti kakak tertua mereka, wanita yang merasa lebih banyak menghabiskan waktu di perjalanan ke tempat kerja dan kesulitan menemukan cinta. Suatu hari mereka bertemu seorang pria misterius yang suka mabuk dan punya keinginan sama, ingin melarikan diri dari kehidupan yang buntu serta penuh dengan ketidakpastian.


TV Series Review: Twenty-Five Twenty-One - Part 5 (Felina)

“Wherever you are, I'll make sure my support reaches you.”

Seorang siswi berusaha keras agar dikeluarkan dari sekolah dengan cara membuat masalah, ia memang ingin pindah karena tim anggar di sekolahnya akan dibubarkan imbas krisis moneter. Siswi tersebut punya mimpi untuk dapat menjadi anggota tim anggar nasional dan kini di sekolah baru menjadi rekan satu tim atlet muda peraih medali emas anggar termuda Korea Selatan, sosok yang punya koneksi dengan pria muda berusia 22 tahun. Krisis moneter mengubah hidup anak sulung dari keluarga kaya raya itu, kini sedang berjuang mencari pekerjaan sembari bekerja sebagai loper koran. Para pekerja keras dengan ambisi yang besar, mimpi mereka tampak di luar jangkauan.


TV Series Review: Run On - Part 4 (Felina)

“Not breaking up with you. I'll make that dream come true. So help me out.”

Ketika ia mengejar pencuri pistol yang telah ia dambakan seorang wanita bertemu lagi dengan seorang pria yang dahulu pernah menyelamatkan dirinya. Pria tersebut merupakan seorang pelari terkenal dan ia benci dengan ketidakadilan, sedangkan si wanita adalah seorang subtitle translator yang baru saja membuat masalah besar dengan produser film. Wanita tersebut lantas direkrut untuk menjadi penerjemah bagi pria tadi. Si wanita yang agresif itu tidak percaya dengan takdir, namun kali ini ia merasa bahwa dirinya dan si pria memang sudah ditakdirkan bersama, terlebih karena pria tersebut berwajah tampan. 


TV Series Review: Thirty-Nine - Part 4 (Felina)

“I really lived a great life.”

Sudah berusia 39 tahun namun tiga orang wanita belum juga menikah, yang mereka sebut sebagai keputusan bersama. Satu berprofesi sebagai Dokter, satu seorang guru akting, dan satunya lagi adalah manajer kosmetik, persahabatan trio itu telah terjalin lama sejak usia 18 tahun dan saling berbagai dalam suka dan duka. Mereka tertawa bersama namun juga tidak ragu untuk saling kritik, karena mereka tahu rasa sayang mereka satu sama lain membuat maaf begitu mudah. Secara bersamaan menemukan momen yang tepat untuk melangkah maju dalam hal cinta sayangnya sebuah kabar duka menghantam persahabatan mereka.


TV Series Review: Hospital Playlist - Season 2 - Part 8 (Felina)


"You shine like the sun, though that world cruelly stands in your way."

Bertemu secara tidak sengaja, lima orang anak muda memutuskan menjadi Dokter sebagai pilihan hidup mereka, telah bersama sejak masih di bangku kuliah lima sahabat yang gemar bermain band bersama itu kini bekerja di Rumah Sakit yang sama. Bersama dengan Dokter lainnya serta para perawat, kehidupan mereka sehari-hari selalu diwarnai perjuangan menyelamatkan para pasien, dengan nyawa sebagai taruhannya di mana hidup dan mati seolah duduk berdampingan. Namun tentu saja ada pula cinta di dalamnya. 

TV Series Review: Military Prosecutor Doberman - Part 1


"Shouldn't a prosecutor fight for justice? No. I serve whoever's on my side."

Menjadi "anjing peliharaan" rela dijalani oleh seorang pria, bekerja sebagai Jaksa Militer selama lima tahun dan bertugas untuk membantu rencana jahat yang disusun oleh seorang Pengacara korup tangan kanan leading conglomerate. Sebelum misinya usai ia bertemu seorang rookie wanita, Jaksa Militer yang ternyata juga mengemban misi lain di balik tugasnya, yakni untuk membalaskan dendam atas ketidakadilan yang dialami orangtuanya di masa lalu. Mereka bekerja sama untuk menghancurkan corrupt system di dalam militer yang kini memiliki pemimpin baru, wanita dingin yang tidak segan menghukum sang anak dengan memegang granat hidup.


TV Series Review: Thirty-Nine - Part 3


“I want to try while I still can.”

Sudah berusia 39 tahun namun tiga orang wanita belum juga menikah, yang mereka sebut sebagai keputusan bersama. Satu berprofesi sebagai Dokter, satu seorang guru akting, dan satunya lagi adalah manajer kosmetik, persahabatan trio itu telah terjalin lama sejak usia 18 tahun dan saling berbagai dalam suka dan duka. Mereka tertawa bersama namun juga tidak ragu untuk saling kritik, karena mereka tahu rasa sayang mereka satu sama lain membuat maaf begitu mudah. Secara bersamaan menemukan momen yang tepat untuk melangkah maju dalam hal cinta sayangnya sebuah kabar duka menghantam persahabatan mereka.


TV Series Review: Our Beloved Summer - Part 2


"Why would we break up?"

Sepasang mantan kekasih berjanji untuk melupakan kisah cinta mereka dan tidak bertemu lagi, tapi ternyata takdir berkehendak lain. Video dokumentasi kehidupan mereka di masa sekolah, tentang interaksi antara siswa peringkat satu dari atas dan siswa peringkat satu dari bawah mendadak viral dan kini disukai banyak orang. Hal tersebut membuat sahabat mereka, yang kini berprofesi sebagai program director kemudian meminta keduanya untuk membuat ulang dokumenter yang telah berusia sepuluh tahun tersebut, dan memaksa mantan kekasih itu membuka kembali lembar memori masa lalu mereka yang ternyata masih berdenyut dengan perasaan yang rumit.


TV Series Review: Thirty-Nine - Part 2


"Life is short."

Sudah berusia 39 tahun namun tiga orang wanita belum juga menikah, yang mereka sebut sebagai keputusan bersama. Satu berprofesi sebagai Dokter, satu seorang guru akting, dan satunya lagi adalah manajer kosmetik, persahabatan trio itu telah terjalin lama sejak usia 18 tahun dan saling berbagai dalam suka dan duka. Mereka tertawa bersama namun juga tidak ragu untuk saling kritik, karena mereka tahu rasa sayang mereka satu sama lain membuat maaf begitu mudah. Secara bersamaan menemukan momen yang tepat untuk melangkah maju dalam hal cinta sayangnya sebuah kabar duka menghantam persahabatan mereka.


TV Series Review: Our Beloved Summer - Part 1


"She makes me love her, but then..."

Sepasang mantan kekasih berjanji untuk melupakan kisah cinta mereka dan tidak bertemu lagi, tapi ternyata takdir berkehendak lain. Video dokumentasi kehidupan mereka di masa sekolah, tentang interaksi antara siswa peringkat satu dari atas dan siswa peringkat satu dari bawah mendadak viral dan kini disukai banyak orang. Hal tersebut membuat sahabat mereka, yang kini berprofesi sebagai program director kemudian meminta keduanya untuk membuat ulang dokumenter yang telah berusia sepuluh tahun tersebut, dan memaksa mantan kekasih itu membuka kembali lembar memori masa lalu mereka yang ternyata masih berdenyut dengan perasaan yang rumit.


Movie Review: Aloners (2021)

“I prefer to be alone.”

Merasa sepi saat berada di tengah keramaian merupakan salah satu hal paling tidak menyenangkan yang mungkin bisa dirasakan seseorang, tapi tidak sedikit pula yang justru senang berteman dengan sepi, mereka yang “menolak” untuk memiliki banyak koneksi teman misalnya karena merasa banyak teman maka banyak pula masalah. Salah satu faktor penyebabnya adalah the fear of rejection, rasa takut akan potensi merasa “sakit” sehingga memilih untuk menjalani kehidupannya tanpa merasa wajib bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Rasa takut akan penolakan itu berpotensi membuat orang mengalami kegelisahan ketika berada di situasi yang tidak sepi tadi, sesuatu yang jika dibiarkan terlalu lama dapat membuat hidup si penderita semakin tersiksa. ‘Aloners’: my loneliness is killing me.


Movie Review: A Year-End Medley (2021)

“If life flowed as we expected, that wouldn’t be fun, would it?

Momen akhir tahun kerap menjadi waktu yang digunakan oleh banyak orang untuk menyusun rencana mereka di tahun yang baru, tapi tidak sedikit justru merasakan beban karena sadar bahwa rencananya di tahun yang belum berlalu itu sebenarnya juga belum berhasil ia penuhi atau raih. Ada yang merasa bahwa di tahun itu dirinya belum mampu membahagiakan orang-orang yang ia sayangi, ada yang gagal menikah, gagal diterima kerja, ada yang merasa tidak berguna sehingga menyerah dan ingin bunuh diri, serta yang paling sederhana yakni rasa ragu untuk bergerak mengejar lalu menyatakan perasaan cinta kepada seseorang yang ia suka. Film ini mengemas hal-hal klise dalam hidup tadi menjadi sajian romantic comedy yang seolah mencoba menepuk pundak penonton dan berkata, “you did well”. ‘A Year-End Medley (Happy New Year)’: a medley about love and life.