Alasan mengapa saya
suka dengan drama comedy yang mampu menyatukan dua unsur yang ia punya dengan
baik adalah karena menciptakan kombinasi serius dan tidak serius agar seimbang
dan menarik bukan pekerjaan yang mudah. Di satu sisi kamu ingin dibuat agar
tertawa olehnya tapi di sisi lain kamu juga bertemu dengan momen yang sedikit
lebih serius tempat di mana isi atau pesan yang dibawa film tersebut tampil.
Membuat penonton tertawa namun tanpa mereka sadar di satu momen mereka merasa
tersentuh emosinya tidak mudah, dan Goodbye
Single (Familyhood) merupakan salah satu contoh terbaru. Some part of good screwball, some part of
screw up screwball.
Showing posts with label Ma Dong-Seok. Show all posts
Showing posts with label Ma Dong-Seok. Show all posts
Movie Review: Train to Busan [2016]
Trik ini sudah
digunakan berulang kali namun film yang mencoba memanfaatkan ruang sempit untuk
menyajikan sebuah pertempuran hidup atau mati selalu terasa menarik, karena hal
pertama yang terlintas di pikiran adalah itu akan menjadi sajian yang intens dan
mencengkeram. ‘Train to Busan
(Busanhaeng)’ berhasil menampilkan hal tersebut, bagaimana ketika kamu
berada di dalam sebuah kereta ekspres untuk membawa sosok yang kamu sayangi
bergembira bersama mendadak masuk terjebak di dalam sebuah “neraka” dengan para
zombie yang bergerak untuk memangsa? ‘Snowpiercer’ meets ‘The Walking Dead’ in
Korea, it’ll plays with your nerves.
Movie Review: The Five (Deo Paibeu) (2013)
Easy
come, easy go, that’s okay. Namun bagaimana jika sesuatu yang sulit untuk
diraih justru kemudian harus hilang dengan cara yang sangat mudah, hasilnya
adalah sebuah ledakan yang sangat besar. Hal tersebut menjadi basis utama film
ini, seorang wanita yang kebahagiaan miliknya dari cinta dan keluarga yang
telah dibangun dengan susah payah direnggut dalam sekejap, dan akhirnya berubah
dari puppy menjadi monster. The Five (Deo
Paibeu), an effective conventional revenge thriller.
Movie Review: Rough Play (2013)
Apakah anda punya sahabat, rekan, atau keluarga yang
berubah dalam hal sikap ketika mereka telah bertemu dengan kesuksesan. Tidak
dapat dipungkiri memang hal tersebut akan dengan mudah menghampiri setiap
individu, karena dengan sifat manusia yang tak pernah puas menjadikan jalan
yang ditemukan memacu obsesi yang jauh lebih besar. Masalahnya hanya satu,
mampu atau tidak mereka mengontrol diri agar tidak menjadikan kesuksesan
tersebut justru membawa mereka kedalam kehancuran. Rough Play (Baeuneun Baeuda), an obsession and destruction story in Kim
Ki-duk style. Just in style.
Movie Review: The Flu (Gamgi) (2013)
Hal utama yang
paling penting dari menciptakan sebuah film sebenarnya sederhana, bukan pemeran
yang mumpuni, bukan pula naskah dan screenplay yang berkualitas, namun
identitas utama. Film itu ingin menjadi apa? Sebuah petualangan action yang
intens, atau sebuah kemasan mellowdrama yang lembut dan menyentuh, karena
walaupun mereka dapat berdiri sejajar tetap saja harus ada warna utama yang
berdiri tunggal. The Flu (Gamgi),
manis di bagian pertama, kacau di paruh kedua.



+(2013)++poster.jpg)
+poster.jpg)
+(2013)+poster.jpg)