Showing posts with label Margo Martindale. Show all posts
Showing posts with label Margo Martindale. Show all posts

Movie Review: Uncle Frank (2020)

"I have two words for you. No. Problem."

Bayi yang baru lahir otomatis “dipaksa” mengikuti aturan dan sistem yang telah dibuat oleh orang-orang yang sebelumnya telah lahir, dalam hal ini orangtua mereka. Namun apakah hal tersebut membuat bayi yang kemudian tumbuh menjadi manusia dewasa tersebut tidak memiliki hak untuk memilih, menentukan, dan melakukan apa yang ia inginkan? Pada beberapa hal itu bukan hal yang mudah karena people dictate who you are, namun keputusan akhir ada di tangan kamu, apakah kamu mau menjadi seperti yang kamu inginkan, atau justru kamu ingin menjadi seperti yang orang lain inginkan? ‘Uncle Frank’: imagination, life is your creation.


Movie Review: Blow the Man Down (2019)


“Dear, your friend was killed before she made it into the water.”

Judul film ini merupakan sebuah lagu pelaut Inggris di mana liriknya menceritakan kecelakaan besar di laut yang disebabkan oleh hantaman badai besar dan dahsyat. Badai besar itu datang secara tiba-tiba yang kemudian menghantam kapal, membuat kapal kehilangan keseimbangan sehingga “meledakkan” kapal dengan kekuatannya, termasuk “meledakkan” para pelaut laki-laki di dalam kapal tersebut. Makna lirik tersebut mewakili situasi yang dihadapi dua karakter utama di film ini, sebuah black comedy thriller in the style of the Coen brothers. ‘Blow the Man Down’ : an effective tragicomedy.

Review: Mother's Day (2016)


"We're not who the world thinks we are."

Ia memang merupakan sosok di balik salah satu film romance paling populer sepanjang masa, Pretty Woman, namun tiga film terakhir dari Garry Marshall bukan sebuah prestasi dengan pencapaian yang oke. Yang menarik adalah dua film terakhirnya selalu mengambil tema hari special, tahun 2010 Valentine's Day dan tahun 2011 New Year's Eve, keduanya merupakan film yang hambar untuk mengisi dua hari special tadi. Lima tahun istirahat kali ini Garry Marshall kembali dengan hari special lainnya, Mother's Day, film yang seolah meneruskan baton dari dua film Garry sebelumnya tadi.

Review: The Boss (2016)


"Buy my brownies or I'll kill you."

Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak selalu sehat. Ambil contoh sebuah pertandingan sepakbola akan terasa monoton jika setiap 5 menit sekali terjadi gol, begitupula dengan pertandingan basket yang hanya dipenuhi slam-dunk sehingga pengalaman menonton akan terasa monoton dan melelahkan. Melissa McCarthy merupakan salah satu komedian berbakat yang ahli dalam menghibur penonton dengan cara tampil “berlebihan”, dan kini ia membawa The Boss untuk tampil “berlebihan”, seperti kelanjutan dari Identity Thief dan Tammy yang kembali mengandalkan goofiness untuk mencoba menghibur penontonnya.

Movie Review: August: Osage County (2013)


"I just want to make it better."

Sebenarnya apa makna sesungguhnya dari sebuah keluarga? Apakah keluarga hanya sebuah komunitas kecil dimana anda saling membantu dalam sebuah kesatuan, selalu bersatu saat menikmati suka dan menghadapi duka ketika masih bersama, namun kemudian menghapus hal tersebut ketika telah berpisah saat melangkah ke jenjang kehidupan yang lebih jauh. Dengan menggunakan konflik pernikahan film ini akan menggambarkan berbagai isu klasik dengan tema keluarga, August: Osage County, a dramatization parade about dysfunctional family.