"Why did you choose me?"
Ketika kamu mendengar
kata “thriller” mungkin impresi
pertama yang kerap muncul adalah sebuah sajian penuh ketegangan yang
mendebarkan dan bergerak cepat. Ya, itu salah satu elemen penting dari sebuah thriller namun di sisi lain ada pula hal
yang tidak kalah pentingnya: kemampuan sebuah thriller untuk mengikat atensi
dan rasa tertarik penonton pada cerita, konflik, dan karakter, serta semakin
impresif jika hal tersebut berhasil dilakukan ketika hanya “dibakar
hangat" sejak awal hingga akhir. Hal tersebut dilakukan oleh ‘Our Kind of Traitor’ dengan cukup baik,
a "chess" thriller who
play in low gear.

