Showing posts with label Mia Goth. Show all posts
Showing posts with label Mia Goth. Show all posts

Movie Review: X (2022)

“Everybody likes sex. It's a gas. It's all disco.”

Di antara beberapa sub-genre horror maka slasher dapat dikategorikan merupakan satu di antaranya yang tidak ribet atau rumit dari segi konflik. Cerita biasanya akan langsung mempertemukan para penonton dengan sekelompok orang, baik itu secara langsung maupun lewat informasi koneksi di antara mereka, lalu setelah itu muncul sosok misterius dengan motif utama yang kerap mengundang tanya. Dari sana cerita akan bermain dengan formula hide and seek di mana sosok misterius tadi akan coba terus menguntit kelompok tersebut, sebelum pada akhirnya menghabisi mereka satu per satu, biasanya dengan menggunakan alat tajam dan berbilah. Terlihat sederhana memang, tapi pekerjaan yang harus dilakukan oleh sebuah slasher film sebenarnya tidak mudah. ‘X’: a fresh spin on the classic slasher formula with porn and torn.


Movie Review: Emma. (2020)


“She always declares that she will never marry.”

Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Cinta juga dapat diartikan sebagai suatu perasaan dalam diri seseorang akibat faktor pembentuknya, merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang, sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut. ‘Emma.’ : a handsome, clever, and rich story about love.

Review: A Cure for Wellness [2016]


"No one ever leaves."

Terdapat tiga hal yang mencolok dari film terbaru dari sutradara yang pernah menukangi ‘The Ring’, tiga buah film ‘Pirates of the Caribbean’, ‘Rango’, dan ‘The Lone Ranger’ ini yaitu ia punya unsur sci-fi dan fantasy, lalu horror, dan juga thriller, ketiganya ditemani dengan misteri yang eksis pada sebuah “lokasi” misterius. Hmmm, Ex Machina? Mencoba tampak unik and strange ‘A Cure for Wellness´ dapat dikatakan “serupa” dengan ‘Ex Machina’ namun pertanyaannya adalah apakah kualitas mereka juga sama mengingat menghadirkan sebuah kisah “unik and strange” yang konsisten tampil menarik sejak awal hingga akhir bukan sebuah pekerjaan yang mudah.

Review: The Survivalist [2015]


"How long have you been here?"

Pada awalnya saya mengira berdasarkan judulnya yang unik The Survivalist merupakan sajian bertahan hidup dari sekelompok orang dari bahaya yang datang mengancam dari luar. Zombie? Iya, dalam "wujud" manusia. Dengan tampilan minimalis dan lebih menitikberatkan keterlibatan penonton pada paranoia yang dialami oleh karakter, film yang disebut sebagai “Mad Max in the countryside” ini justru berhasil menjadi sebuah studi karakter tentang manusia yang tidak biasa, ia memberi penonton keheningan, ia memberi penonton kejutan yang menyegarkan, dan ketika dua hal itu bersatu tercipta sebuah thriller dengan permainan atmosfer cerita yang manis.

Movie Review: Nymphomaniac: Volume II (2014)


"Human qualities can be expressed in one word: Hypocrisy."

Sebut saja film ini merupakan korban yang tercipta dari hasrat luar biasa milik Lars von Trier pada topik kecanduan seks yang ingin ia angkat, begitu banyaknya materi yang ingin disampaikan hingga harus memecahnya menjadi dua bagian untuk menghindar dari salah satu kemungkinan terburuk yang dihasilkan oleh durasinya yang sangat gemuk. Yap, sebuah kisah berisikan tragedi pada seks ini masih bermain di pattern yang sama dengan babak pertamanya, lebih eksplisit, namun sayangnya tidak lebih baik. Nymphomaniac: Volume II, a frustrating sexual frustration(Warning: review contains (probably) strong image).