Showing posts with label Michelle Yeoh. Show all posts
Showing posts with label Michelle Yeoh. Show all posts

Movie Review: Everything Everywhere All at Once (2022)

“Every new discovery is just a reminder, we’re all small & stupid.”

Enam tahun lalu sebuah film yang menggunakan “kentut” sebagai mesin utama penggerak cerita sukses memberi kejutan, berkisah tentang proses kembali pulang seorang pria yang terdampar di pulau terpencil dan berteman dengan mayat hidup yang doyan kentut. Ya, itu memang sebuah fantasi yang gila dan tentu terasa abstrak tapi justru berhasil membuat film tersebut terasa sangat berkesan dan memorable hingga kini. Dan kali ini duet Sutradara film tersebut mencoba memperluas arena bermain mereka dengan menggunakan ide yang tidak kalah menarik dan gila pula: bagaimana jika kehidupan yang kamu jalani kini adalah satu dari beberapa macam “versi lain” dari dirimu yang juga sedang berlangsung di tempat lain? Dan semuanya terkoneksi satu sama lain! Everything Everywhere All at Once’: another wild, weird, and wacky fantasy adventure from Daniels.


Movie Review: Minions: The Rise of Gru (2022)

“Even the smallest are capable of great things.”

Bicara kualitas tentu saja ‘Toy Story’ dan beberapa nama lain jelas berada di atas mereka, tapi dengan jumlah film yang sama ‘the Despicable Me franchise’ sejauh ini berhasil mengungguli petualangan Woody, Buzz Lightyear, dan teman-temannya itu dalam hal angka box office. Gru dan para Minions andalannya saat ini menyandang status the highest-grossing animated franchises and film series mengalahkan Toy Story, Shrek, Ice Age, serta Frozen. Itu bukti bahwa sejak pertama kali muncul di tahun 2010, Gru terutama para Minions telah sukses meraih hati banyak penonton dengan tingkah lucu dan konyol mereka, dan studio Illumination belum berhenti mengeksploitasi ladang emas itu meskipun dengan cara “memutar-mutar” cerita. Apakah strategi itu kembali berhasil? Minions: The Rise of Gru’: repetitively funky.


Movie Review: Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings (2021)

“It's time to show the world who I really am.”

Setelah “seleksi” di grand finale ‘Avengers: Endgame yang lalu kini masuk ke phase four cinematic universe milik mereka Marvel mencoba untuk melakukan beberapa penyegaran, dimulai dengan ‘Black Widow’ yang berhasil menuntun penonton pada rencana yang akan dilakukan Marvel terhadap masa depan karakter tersebut, bulan depan akan rilis ‘Eternals’ yang jika kamu lihat line-up cast miliknya semua adalah nama baru, dan tentunya karakter baru. Film ini juga menjadi bagian dari usaha isi ulang yang dilakukan Marvel pada jajaran superhero milik mereka, Marvel's first film with an Asian lead, Asian Director, and a predominantly Asian cast. This time for Asia. ‘Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings’ : In the Mood for Tony Leung.


Movie Review: Crazy Rich Asians (2018)


“Only a fool folds a winning hand.”

Rumit mungkin adalah satu dari banyak kalimat yang dapat digunakan untuk mengartikan makna dari kata cinta. Dari individu, sesama, kemudian jalinan asmara, bahkan ketika akan melangkah ke jenjang selanjutnya yaitu pernikahan, cinta seperti menjadi “spotlight” yang sulit untuk digeser dari barisan terdepan. Dibalik harta dan juga tahta, masihkah kekuatan “cinta” berada di posisi pertama? ‘Crazy Rich Asians’: a lovely and light-hearted love story.

Review: Morgan (2016)


"I’m starting to feel like myself."

Sebuah science fiction psychological thriller berjudul Ex Machina berhasil menjadi salah satu kejutan terbesar di industri film tahun lalu, memainkan isu klasik tentang teknologi yang digunakan untuk mencoba memprovokasi dan “mempermainkan” penontonnya lalu in the end will leave you breathless. Isu yang sama coba dihadirkan kembali oleh film ini, Morgan, sebuah science fiction horror dengan fokus utama pada sebuah eksperimen “manusia menciptakan manusia” yang sedang terancam gagal. It’s an alike-but-not-alike imitation and an action-horror version of Ex Machina.

Review: Mechanic: Resurrection (2016)


"I’ve spent my whole life setting up people to die."

Mungkin setelah ‘Transporter’ dan juga ‘Crank’ tidak banyak dari penonton yang menaruh ekspektasi bahwa film di mana Jason Statham menjadi bintang utamanya akan memperoleh sekuel atau kelanjutan, karena pada dasarnya formula mereka sama dan yang dijual oleh mereka juga sama, yaitu pria yang merupakan versi imitasi dari James Bond dan Jason Bourne. Itu yang mengejutkan ketika kabar bahwa ‘The Mechanic’ yang rilis lima tahun lalu dengan prestasi box office yang kurang memuaskan, akan mendapat sekuel. Pertanyaan selanjutnya adalah apa yang ingin dilakukan oleh Mechanic: Resurrection? It’s a half-baked action flick from an unwanted sequel.