Bermain dengan hal-hal supernatural selalu tampak menjanjikan
sesuatu yang "menyenangkan", tidak heran dengan budget kecil film-film horror kerap berhasil meraih keuntungan
finansial yang besar termasuk that
dreadful ‘Ouija’ yang hadir dua tahun lalu. Budget kecil membuat rasa takut
pada potensi merugi juga kecil, tidak heran film-film di genre horror kerap tampak seperti trial and error, putar materi klise dan klasik di mana karakter
hantu melihat karakter manusia dan karakter manusia merasakan eksistensi karakter
hantu di sekitarnya. Genre horror tidak sepenuhnya membutuhkan materi baru yang
segar namun sosok tepat yang mampu mengolah materi klasik dan klise tadi
menjadi sajian yang segar. Film ini berada di tangan sosok yang tepat. Ouija: Origin of Evil: an effectively creepy
horror without being overly cheesy.
Showing posts with label Mike Flanagan. Show all posts
Showing posts with label Mike Flanagan. Show all posts
Review: Ouija: Origin of Evil (2016)
"The spirit world is dangerous."
Masih ingat Ouija? Ouija, film horror rilisan tahun 2014
dan merupakan salah satu dari sekian banyak film horror dengan premis potensial
yang berakhir “mengerikan” secara kualitas. Tidak efektif dan terasa tumpul,
supernatural horror film yang “terrible”
itu kini mendapat saudara, sebuah prekuel yang jika melihat kualitas
pendahulunya mungkin sepintas akan terasa unnecessary. Namun tidak seperti sang
kakak yang terlalu ambisius untuk meraih sesuatu di luar kemampuannya itu ‘Ouija: Origin of Evil’ justru tampil
dengan cara yang berbeda, dan tentu saja menghasilkan hiburan dengan kualitas
yang berbeda meskipun masih bermain dengan that demonic board game. It’s a good prequel to a terrible horror
movie.
Review: Oculus (2013)
"You see what it wants you to see."
Hal sederhana yang terkesan rumit ini tentu saja tidak
dilakukan oleh semua orang, tapi pasti ada penikmat film yang memiliki standard
pribadi pada tiap genre film yang ditontonnya, sebuah standard yang ikut
mempengaruhi hasil yang ditelurkan oleh rekan-rekan satu alirannya yang
terbaru. Film ini menjadi salah satu korban dari aturan main tadi, Oculus, just a decent horror.
Movie Review: Oculus (2013)
"I've met my demons, I have many. I've seen the devil, he is me."
Sebenarnya apa sih inti utama dari sebuah film horror
yang menarik? Gambar-gambar creepy yang menarik? Cerita yang bagus? Atau justru
kemampuan ia untuk menyuguhkan satu hal sederhana yang dicari para penonton,
menakut-nakuti mereka. Jika jawaban kamu adalah opsi ketiga, maka mungkin ada senyuman bagi Oculus, visual
dan cerita memang hanya sebatas oke, namun untuk memberikan rasa takut dia
lebih dari oke.



+poster.jpg)
+poster.jpg)