Showing posts with label Netflix. Show all posts
Showing posts with label Netflix. Show all posts

TV Series Review: Little Women - Part 1

“Nothing in this world is more sacred than money.”

Mendadak kaya merupakan impian banyak orang, begitupula tiga orang wanita muda dalam sebuah keluarga. Kakak beradik yang baru saja mendadak ditinggal pergi oleh Ibu mereka itu awalnya hidup di ambang ekonomi lemah, tidak heran jika ketiganya lesu menjalani hidup. Si sulung menjadi outcast di tempat kerja, adiknya gemar berteman dengan alkohol tiap hari, sementara si bungsu yang gemar melukis merasa terbebani usaha kedua kakaknya agar ia bisa merasakan kebahagiaan, agar ia tidak seperti mereka. Suatu hari si sulung menemukan rejeki nomplok, sebuah tas hiking berukuran besar berisikan uang yang lantas membawa kehidupan mereka ke babak baru. People may lie, but money is honest.


Movie Review: Carter (2022)

“You are the only one who can hear me.”

Tugas paling pertama sebuah film adalah meraih atensi penonton dan membuat mereka merasa tertarik dengan apa yang sedang dan akan terjadi, sering kali sesuatu yang unik dan sedikit aneh condong lebih mudah untuk membuat penonton merasa penasaran. Film ini melakukannya bukan hanya dengan menggunakan masalah yang menimpa karakter utama di awal saja namun juga lewat presentasi visualnya, seolah film ini dibuat ketika drone baru saja rilis beberapa tahun lalu dan gambar-gambar keren dengan transisi dan juga pergerakan akrobatik super lincah merupakan cara termudah untuk membuat penonton terpukau. ‘Carter’: a pleasure for gamers and action junkies.


Movie Review: Persuasion (2022)

“All that is meant for one, is meant to find the one.”

“Kalau masih cinta, jangan memaksa untuk move on.” Lantas bagaimana cara agar dapat segera melupakan dan memulai kembali kisah cinta yang baru? Saya juga tidak tahu jawabannya, karena cara cinta bekerja di setiap orang tentu berbeda-beda, ada yang hanya butuh satu minggu untuk langsung melupakan dan mencoba memulai kembali, tapi ada pula yang berjuang untuk menghapus memory indah bersama sang mantan kekasih dalam hitungan tahun bahkan lebih dari setengah dekade. Hal apa sebenarnya yang menyebabkan perbedaan tersebut, sehingga ada yang mudah tapi ada pula mereka yang kesulitan? When pain is over, the remembrance of it often becomes a pleasure. ‘Persuasion’: a Bridgerton knock-off.


TV Series Review: Our Beloved Summer - Part 4 (Felina)

"Couples who fight often have a higher chance of dating again."

Sepasang mantan kekasih berjanji untuk melupakan kisah cinta mereka dan tidak bertemu lagi, tapi ternyata takdir berkehendak lain. Video dokumentasi kehidupan mereka di masa sekolah, tentang interaksi antara siswa peringkat satu dari atas dan siswa peringkat satu dari bawah mendadak viral dan kini disukai banyak orang. Hal tersebut membuat sahabat mereka, yang kini berprofesi sebagai program director kemudian meminta keduanya untuk membuat ulang dokumenter yang telah berusia sepuluh tahun tersebut, dan memaksa mantan kekasih itu membuka kembali lembar memori masa lalu mereka yang ternyata masih berdenyut dengan perasaan yang rumit.


TV Series Review: Our Blues - Part 2


“You can't always have everything your way in life. That's life.”

Kesedihan sepakat berkumpul kembali di Pulau Jeju. Bingung dengan kehidupannya, seorang wanita kembali ke Jeju, kembali bertemu dengan pria sederhana namun populer, ada salah paham yang belum usai di antara mereka. Hal serupa dialami seorang pria lain, penugasan ke Jeju membuatnya bertemu dengan wanita single kaya raya yang menjadikannya sebagai cinta pertamanya. Wanita itu punya sahabat yang juga kembali ke Jeju bosan dengan kerasnya kota besar dan rindu kehangatan Jeju, rasa yang juga kini dimiliki seorang wanita pengembara, ia betah di Jeju dan jatuh hati pada kapten kapal nelayan, pria yang hanya mau berpacaran dengan wanita yang tidak akan pernah meninggalkan Pulau Jeju.


TV Series Review: My Liberation Notes - Part 3

“Does anyone live without pretending?”

Karena perkara letak rumah mereka jauh dari Seoul masalah datang menimpa tiga bersaudara. Anak kedua, seorang pria yang baru saja putus cinta, ingin melarikan diri dari rumah, tapi ia tidak punya mimpi dan terpaksa menjalani hidupnya tanpa arti. Sedangkan si bungsu, wanita pemalu dan “hambar” ingin bebas dari hidup yang membosankan, sama seperti kakak tertua mereka, wanita yang merasa lebih banyak menghabiskan waktu di perjalanan ke tempat kerja dan kesulitan menemukan cinta. Suatu hari mereka bertemu seorang pria misterius yang suka mabuk dan punya keinginan sama, ingin melarikan diri dari kehidupan yang buntu serta penuh dengan ketidakpastian.


TV Series Review: Green Mothers' Club - Part 2

“Even if we can't be the most decent human beings, we shouldn't become monsters.”

Kembali ke Korea Selatan justru membuka pintu masalah bagi seorang Ibu muda dengan dua orang anak. Sembari mencari pekerjaan baru dia juga harus bergabung dengan komunitas Ibu-Ibu para orangtua di sekolah anaknya, yang gemar berkumpul bersama. Tidak punya social skill yang mumpuni membuat Ibu muda tadi kesulitan untuk bisa klik dengan komunitas tersebut, meskipun salah satu di antaranya adalah sepupunya. A risky new group on the block, five “normal” moms in an abnormal society: innocent mom, clueless mom, helicopter mom, sensible mom, and scoundrel mom. Adults don't make friends without motives, she got new fake friends. At first. 


TV Series Review: Hellbound - Part 1

"Why haven't we been paying any attention all these years?"

Setiap manusia yang punya banyak dosa akan dibunuh secara brutal. Konsep itu datang dari sebuah organisasi yang menilai bahwa hukum buatan manusia tidak lagi mampu membuat manusia takut dan berusaha menjauhi dosa. Oleh sebab mereka mereka yakin kini Sang Pencipta telah murka, tidak ada lagi pengampunan di mana manusia yang memiliki banyak dosa akan menerima dekrit berupa tanggal kematian mereka. Ketika momen itu tiba maka tiga sosok monster hitam berukuran besar akan datang untuk mencabut nyawa manusia tersebut, menyakitinya terlebih dahulu lalu mengambil nyawanya secara cepat. Itu dapat terjadi di manapun, baik di tempat sepi maupun di tempat ramai dalam bentuk sebuah pertunjukan. 


TV Series Review: My Liberation Notes - Part 2

"Life is a series of embarrassments anyway."

Karena perkara letak rumah mereka jauh dari Seoul masalah datang menimpa tiga bersaudara. Anak kedua, seorang pria yang baru saja putus cinta, ingin melarikan diri dari rumah, tapi ia tidak punya mimpi dan terpaksa menjalani hidupnya tanpa arti. Sedangkan si bungsu, wanita pemalu dan “hambar” ingin bebas dari hidup yang membosankan, sama seperti kakak tertua mereka, wanita yang merasa lebih banyak menghabiskan waktu di perjalanan ke tempat kerja dan kesulitan menemukan cinta. Suatu hari mereka bertemu seorang pria misterius yang suka mabuk dan punya keinginan sama, ingin melarikan diri dari kehidupan yang buntu serta penuh dengan ketidakpastian.


TV Series Review: Our Blues - Part 1


“The thing that makes you happy can suddenly make you miserable.”

Kesedihan sepakat berkumpul kembali di Pulau Jeju. Bingung dengan kehidupannya, seorang wanita kembali ke Jeju, kembali bertemu dengan pria sederhana namun populer, ada salah paham yang belum usai di antara mereka. Hal serupa dialami seorang pria lain, penugasan ke Jeju membuatnya bertemu dengan wanita single kaya raya yang menjadikannya sebagai cinta pertamanya. Wanita itu punya sahabat yang juga kembali karena bosan dengan kerasnya kota besar dan rindu kehangatan Jeju, rasa yang juga kini dimiliki seorang wanita pengembara, ia betah di Jeju dan jatuh hati pada kapten kapal nelayan, pria yang hanya mau berpacaran dengan wanita yang tidak akan pernah meninggalkan Pulau Jeju.


TV Series Review: Green Mothers' Club - Part 1

"You think having a baby is all it takes to be a parent?"

Kembali ke Korea Selatan justru membuka pintu masalah bagi seorang Ibu muda dengan dua orang anak. Sembari mencari pekerjaan baru dia juga harus bergabung dengan komunitas Ibu-Ibu para orangtua di sekolah anaknya, yang gemar berkumpul bersama. Tidak punya social skill yang mumpuni membuat Ibu muda tadi kesulitan untuk bisa klik dengan komunitas tersebut, meskipun salah satu di antaranya adalah sepupunya. A risky new group on the block, five “normal” moms in an abnormal society: innocent mom, clueless mom, helicopter mom, sensible mom, and scoundrel mom. Adults don't make friends without motives, she got new fake friends. At first. 


TV Series Review: My Liberation Notes - Part 1


“Fate is nothing more than a person's outlook on life.”

Karena perkara letak rumah mereka jauh dari Seoul masalah datang menimpa tiga bersaudara. Anak kedua, seorang pria yang baru saja putus cinta, ingin melarikan diri dari rumah, tapi ia tidak punya mimpi dan terpaksa menjalani hidupnya tanpa arti. Sedangkan si bungsu, wanita pemalu dan “hambar” ingin bebas dari hidup yang membosankan, sama seperti kakak tertua mereka, wanita yang merasa lebih banyak menghabiskan waktu di perjalanan ke tempat kerja dan kesulitan menemukan cinta. Suatu hari mereka bertemu seorang pria misterius yang suka mabuk dan punya keinginan sama, ingin melarikan diri dari kehidupan yang buntu serta penuh dengan ketidakpastian.


TV Series Review: Twenty-Five Twenty-One - Part 5 (Felina)

“Wherever you are, I'll make sure my support reaches you.”

Seorang siswi berusaha keras agar dikeluarkan dari sekolah dengan cara membuat masalah, ia memang ingin pindah karena tim anggar di sekolahnya akan dibubarkan imbas krisis moneter. Siswi tersebut punya mimpi untuk dapat menjadi anggota tim anggar nasional dan kini di sekolah baru menjadi rekan satu tim atlet muda peraih medali emas anggar termuda Korea Selatan, sosok yang punya koneksi dengan pria muda berusia 22 tahun. Krisis moneter mengubah hidup anak sulung dari keluarga kaya raya itu, kini sedang berjuang mencari pekerjaan sembari bekerja sebagai loper koran. Para pekerja keras dengan ambisi yang besar, mimpi mereka tampak di luar jangkauan.


TV Series Review: Run On - Part 4 (Felina)

“Not breaking up with you. I'll make that dream come true. So help me out.”

Ketika ia mengejar pencuri pistol yang telah ia dambakan seorang wanita bertemu lagi dengan seorang pria yang dahulu pernah menyelamatkan dirinya. Pria tersebut merupakan seorang pelari terkenal dan ia benci dengan ketidakadilan, sedangkan si wanita adalah seorang subtitle translator yang baru saja membuat masalah besar dengan produser film. Wanita tersebut lantas direkrut untuk menjadi penerjemah bagi pria tadi. Si wanita yang agresif itu tidak percaya dengan takdir, namun kali ini ia merasa bahwa dirinya dan si pria memang sudah ditakdirkan bersama, terlebih karena pria tersebut berwajah tampan. 


TV Series Review: Thirty-Nine - Part 4 (Felina)

“I really lived a great life.”

Sudah berusia 39 tahun namun tiga orang wanita belum juga menikah, yang mereka sebut sebagai keputusan bersama. Satu berprofesi sebagai Dokter, satu seorang guru akting, dan satunya lagi adalah manajer kosmetik, persahabatan trio itu telah terjalin lama sejak usia 18 tahun dan saling berbagai dalam suka dan duka. Mereka tertawa bersama namun juga tidak ragu untuk saling kritik, karena mereka tahu rasa sayang mereka satu sama lain membuat maaf begitu mudah. Secara bersamaan menemukan momen yang tepat untuk melangkah maju dalam hal cinta sayangnya sebuah kabar duka menghantam persahabatan mereka.


TV Series Review: Hospital Playlist - Season 2 - Part 8 (Felina)


"You shine like the sun, though that world cruelly stands in your way."

Bertemu secara tidak sengaja, lima orang anak muda memutuskan menjadi Dokter sebagai pilihan hidup mereka, telah bersama sejak masih di bangku kuliah lima sahabat yang gemar bermain band bersama itu kini bekerja di Rumah Sakit yang sama. Bersama dengan Dokter lainnya serta para perawat, kehidupan mereka sehari-hari selalu diwarnai perjuangan menyelamatkan para pasien, dengan nyawa sebagai taruhannya di mana hidup dan mati seolah duduk berdampingan. Namun tentu saja ada pula cinta di dalamnya. 

TV Series Review: Our Beloved Summer - Part 3

“You can't control how you feel.”

Sepasang mantan kekasih berjanji untuk melupakan kisah cinta mereka dan tidak bertemu lagi, tapi ternyata takdir berkehendak lain. Video dokumentasi kehidupan mereka di masa sekolah, tentang interaksi antara siswa peringkat satu dari atas dan siswa peringkat satu dari bawah mendadak viral dan kini disukai banyak orang. Hal tersebut membuat sahabat mereka, yang kini berprofesi sebagai program director kemudian meminta keduanya untuk membuat ulang dokumenter yang telah berusia sepuluh tahun tersebut, dan memaksa mantan kekasih itu membuka kembali lembar memori masa lalu mereka yang ternyata masih berdenyut dengan perasaan yang rumit.


TV Series Review: Forecasting Love and Weather - Part 4


“I'm sorry I jumped at you to love you when I can't promise you anything.”

Rencana pernikahan seorang wanita yang berprofesi sebagai forecaster berantakan karena calon suami yang merupakan rekan kerja satu kantornya selingkuh dengan seorang reporter. Wanita tersebut sangat percaya dengan mantan calon suaminya tapi sikap tersebut yang justru menghancurkan impiannya untuk menikah. Menolak untuk pergi dari kantor tempat mereka bekerja, si wanita bertemu dengan seorang pria muda yang berjiwa bebas dan sangat menggilai cuaca, berbeda dari si wanita yang mengandalkan data pria tersebut mencampur analisa data dengan insting yang ia punya. Si wanita merasa pria tersebut adalah support system yang ia butuhkan.


TV Series Review: Business Proposal - Part 2

"I'll pay you back for that kiss with another kiss."

Cinta seorang wanita bertepuk sebelah tangan selama tujuh tahun akibat rasa ragu untuk mengekspresikan perasaaan sukanya, bertolak belakang dengan sikapnya yang tidak suka berpura-pura. Celakanya suatu hari wanita tersebut dimintai tolong oleh sahabatnya untuk menggantikannya datang ke sebuah kencan buta dengan misi untuk sesegera mungkin membuat si pria merasa ilfeel padanya. Si pria sendiri adalah seorang workaholic yang masih tidak tertarik pada cinta meski sudah ditekan untuk segera menikah. Namun momen di kencan buta itu mengubah segalanya, si pria menawarkan si wanita sebuah proposal bisnis: menjadi kekasihnya dalam bentuk hubungan kontrak.


TV Series Review: Twenty-Five Twenty-One - Part 4

"A word that describes our relationship doesn't exist yet."

Seorang siswi berusaha keras agar dikeluarkan dari sekolah dengan cara membuat masalah, ia memang ingin pindah karena tim anggar di sekolahnya akan dibubarkan imbas krisis moneter. Siswi tersebut punya mimpi untuk dapat menjadi anggota tim anggar nasional dan kini di sekolah baru menjadi rekan satu tim atlet muda peraih medali emas anggar termuda Korea Selatan, sosok yang punya koneksi dengan pria muda berusia 22 tahun. Krisis moneter mengubah hidup anak sulung dari keluarga kaya raya itu, kini sedang berjuang mencari pekerjaan sembari bekerja sebagai loper koran. Para pekerja keras dengan ambisi yang besar, mimpi mereka tampak di luar jangkauan.