Showing posts with label Nikolaj Coster-Waldau. Show all posts
Showing posts with label Nikolaj Coster-Waldau. Show all posts

Review: Gods of Egypt (2016)


"Egypt has always been a paradise. But now, there is chaos."

Pada sebuah dunia alternatif di negara Mesir para dewa hidup di antara para manusia, mereka lebih besar, darah mereka emas, dan mereka punya kemampuan untuk berubah bentuk menjadi binatang. Wow, sebuah ide cerita yang luar biasa, sebuah upaya penuh percaya diri mengeksplorasi mitologi kuno dalam bentuk yang tidak kuno. Tapi tahukah kamu walaupun sifatnya sangat penting rasa percaya diri tidak menjamin sebuah film pasti akan sukses, bisa saja rasa percaya diri itu jika tidak digunakan dengan tepat justru berbalik arah seperti boomerang. Boom, itu dialami oleh Gods of Egypt, cringe comedy PlayStation game.

Movie Review: The Other Woman (2014)


"You screw me, I screw you back."

Man is the cruelest animal? No, wanita juga dapat menjadi sama kejamnya, menciptakan sebuah ledakan dari amarah terlebih mengingat mereka lebih dominan menggunakan perasaan ketimbang logika. Isu tadi pada awalnya hendak dibungkus oleh film ini dengan menyatukannya bersama penggambaran terkait kekuatan yang dimiliki wanita dalam sebuah rom-com yang sayangnya justru berakhir menyedihkan ini meskipun diawali dengan menjanjikan. The Other Woman, stupid fun yang palsu dan canggung. It’s not about girl power, it’s mocking woman integrity.

Movie Review: Oblivion (2013)


Berbeda genre, beda pula perlakuan yang harus anda berikan dalam menilai baik dan buruknya paket yang ditawarkan oleh sebuah film. Jika saya menilai komedi dilihat dari sukses tidaknya ia membuat saya tertawa, dan siap dengan hal bodoh dan konyol, horror diukur dari tingkat keberhasilannya dalam menakut-nakuti saya, lain pula dengan Sci-fi, dimana saya secara khusus selalu menarik peran cerita sedikit lebih kebelakang, dan lebih mengharapkan sebuah inovasi baru yang mampu membawa saya ikut berimajinasi dalam konteks yang lebih ilmiah ketimbang sebuah fantasi.

Movie Review: Mama (2013)

 

Merubah tiga menit yang menakutkan kedalam durasi sepanjang 100 menit dengan upaya mempertahankan kesuksesan yang telah ia ciptakan tentu saja bukanlah sebuah pekerjaan mudah untuk dilakukan. Andres Muschietti memperoleh kesempatan untuk memanjangkan film pendek miliknya yang menakutkan itu, yang ia ciptakan lima tahun lalu. Mama is back, don't look at her!