Showing posts with label Norwegia. Show all posts
Showing posts with label Norwegia. Show all posts

Movie Review: The Worst Person in the World (2021)

“Yes, I do love you. And I don't love you.”

Tinggal swipe di Tinder sebenarnya seseorang sudah bisa satu langkah lebih dekat dengan sosok kekasih idamannya, namun hasil akhirnya tentu bukan jaminan. Cinta memang bisa datang dengan cara yang tidak biasa, dan terkadang kamu hanya butuh memberikan akses agar cinta itu dapat hadir dan memperkenalkan diri kepadamu. Tapi bukankah hidup merupakan sebuah proses pencarian yang secara konstan membuatmu menginginkan lebih? Mengeksplorasi semua opsi? Kamu ragu apakah dia sosok yang tepat, kamu masih ingin menikmati hidup bebas, kamu tidak ingin terikat dengan komitmen terlalu dini. Bahkan ada yang bertahan meskipun sadar berada di situasi “rasa yang tepat di waktu yang salah.” Pertanyaannya: apakah itu salah? ‘The Worst Person in the World’: a romance about maturing process.


Movie Review: Psychobitch (2019)

“Do you have to be nice?”

Perubahan ke arah positif terkadang datang dengan cara yang unik dan mungkin aneh, seperti yang terjadi di film ini ketika seorang pria yang dikenal sebagai sosok pintar dan baik kemudian bertemu dengan seorang wanita yang dikenal seantero sekolah memiliki kepribadian yang aneh, bertindak sesuka hati dan kerap membuat jengkel dengan sikapnya yang “liar”. Pertemuan mereka tidak hanya menghasilkan hubungan yang dipenuhi gejolak saja tapi juga perubahan untuk menghancurkan “batas” antara normal dan tidak normal. ‘Psychobitch’ : an accessible teenage drama with quite lovely sensibilities.


Movie Review: Oslo, August 31st (2011)


I am the captain of my soul, baris terakhir dari puisi berjudul Invictus karya William Ernest Henley ini sesungguhnya telah menjadi sebuah penggambaran tentang apa tanggung jawab utama kita ketika menjalani kesempatan di dunia ini. Anda yang mengendalikan kemana jiwa anda melangkah, bergerak positif menuju sebuah cahaya terang, atau justru terus terperangkap di bukit gelap dengan sebuah jurang terjal yang siap melahap anda.


Movie Review: Kon-Tiki (2012)


Rasa penasaran jika dibantu dengan percaya diri yang tinggi dapat menjadikan semua yang anda anggap impossible menjadi possible. Ya, mari kesampingkan sejenak faktor kerja keras untuk menjadi sukses, karena semua berawal dari sebuah rasa ingin tahu yang menghampiri anda, dan akan terlaksana jika anda percaya bahwa anda bisa melakukannya. Thor Heyerdahl (Pål Sverre Valheim Hagen) adalah contohnya. Pria Norwegia ini melintasi Samudera Pasifik, selama 101 hari sejauh 6900 km lautan bebas, hanya dengan sebuah perahu layar rakit tanpa mesin.

Movie Review: The Monitor (Babycall) (2011)



Anna (Noomi Rapace), bersama anaknya Anders (Vetle Qvenild Werring), pindah ke sebuah apartemen untuk menghindar dari ayah Anders, mantan suaminya. Anna sangat cemas jika suatu saat mantan suaminya itu akan datang, dan merebut Anders darinya. Anna semakin protektif terhadap Anders. Anna selalu menunggui Anders disekolah, bahkan Anders pun harus tidur dengannya. Dihantui rasa cemas yang sangat tinggi, menjadikan Anna sering berkhayal, yang justru semakin membawa Anna kedalam kehancuran.

Movie Review: Turn Me On, Dammit! (2011)



Permasalahan hormon, itu yang dialami Alma (Helene Bergsholm), remaja berusia 15 tahun yang berasal dari kota kecil di Norwegia, Skoddeheimen. Sulit dalam mengontrol hormon, Alma menyalurkan hasratnya yang tinggi dengan berlangganan telepon seks. Alma sangat menyukai Artur (Matias Myren), seorang gitaris gereja, yang merupakan teman sekelasnya. Alma menjadikan Artur sebagai fantasinya setiap hari. Obsesi yang tinggi itu berubah bencana saat mereka menghadiri pesta.