Showing posts with label Sam Rockwell. Show all posts
Showing posts with label Sam Rockwell. Show all posts

Movie Review: Trolls World Tour (2020)


“All our differences, that make the world a richer place.”

Jika saya membuat daftar film-film paling mengejutkan di empat bulan pertama tahun 2020 yang menyedihkan ini maka jukebox musical animation yang satu ini pasti akan menjadi salah satu film yang menjadi bagian di dalam daftar tersebut. Kembali hadir sejak pertama kali menyapa penonton di tahun 2016 yang lalu dengan "Can't Stop the Feeling!" yang terasa memorable, kelanjutan kisah Poppy, Branch, dan teman-temannya itu kembali mencoba menggunakan formula sama yang pada dasarnya telah sukses mencuri atensi banyak penonton. Apakah kembali berhasil? Trolls World Tour: elevate the troll universe.

Movie Review: Jojo Rabbit (2019)


“Not everyone is lucky enough to look stupid.”

Ada banyak materi cerita yang sebenarnya ada di kategori "riskan" untuk diceritakan kembali ke dalam bentuk media film, apalagi jika digunakan sebagai bahan utama komedi penuh lelucon. Salah satunya adalah Adolf Hitler, sosok penguasa Jerman dan pemimpin Partai Nazi, pria radikal yang telah dikenal dengan image “kejam” mungkin hampir di seantero dunia. Bagaimana jika Adolf Hitler digunakan sebagai lelucon, di film ini ia bahkan dilabeli sebagai "pathetic little man who can't even grow a full mustache." ‘Jojo Rabbit’ : a good anti-hate satire comedy. 

Review: Laggies (2014)


“Growing up just isn't everybody's thing”

Ada yang bilang tingkat kedewasaan seseorang itu tidak sepenuhnya tergantung dengan umur mereka, bahkan beberapa diantara kita pasti pernah tanpa sadar telah melakukan tindakan dan penyesalan bodoh yang sebenarnya bisa saja dihindari jika kamu berpikir lebih matang sebelum bertindak. Laggies ingin membawa kita untuk berusaha menyaksikan mengapa menjadi dewasa itu tidaklah mudah, bersama seorang wanita yang kehidupannya dipenuhi rasa ragu-ragu. Stop lagging and start living. 

Movie Review: A Case of You (2013)


“Success is a myth. Love's the only true currency.”

Terkadang sebuah kehilangan bermula dari sesuatu yang sangat sederhana: rasa takut. Bayangkan saja ketika anda telah berjuang sekuat tenaga untuk dapat dekat dengan sosok yang anda sukai, dapat memilikinya, namun seketika muncul rasa ragu yang dapat membuyarkan keindahan dari destinasi yang tinggal sedikit lagi akan anda raih. Insecure, komitmen, kejujuran, yah hal-hal klasik seperti itu yang kerap mempermainkan manusia dalam kisah cinta yang mereka miliki. Hal tersebut dibawa oleh film ini, A case of you, rom-com familiar pemalas yang cukup efektif.

Movie Review: The Way Way Back (2013)


“You’ve got to go your own way.”

Tentu ada alasan dibalik banyak pernyataan yang mengatakan bahwa setiap manusia pada level usia berapapun itu punya arti bagi orang lain disekitarnya. Orang dewasa menjadi patokan para remaja untuk bertumbuh, sedangkan remaja menjadi objek yang menjadi alarm bagi kaum dewasa untuk mempertahankan kualitas kedewasaan mereka. Ya, itu siklus yang berlandaskan pemahaman untuk terus membawa setiap manusia bertumbuh. Secara sederhana dan efektif itu coba digambarkan oleh The Way Way Back, coming-of-age dengan kombinasi putih dan hitam yang memikat, bersinar sejak awal hingga akhir.

Movie Review: Seven Psychopaths (2012)


Psikopat, unik dan berbahaya, karena dibalik tampilan normal yang mereka miliki psikopat merupakan sebuah threat terselubung yang dapat mengancam nyawa anda. Mereka bisa tampil lucu dan lembut, tapi mereka dapat berubah menjadi makhluk buas yang manipulatif, melakukan tindakan kriminal tanpa rasa empati dan toleransi. Seven Psychopaths, film komedi Inggris yang akan membawa anda bermain-main bersama para psikopat. Ya, para, karena dia punya tujuh orang psikopat.