Showing posts with label Sheila Vand. Show all posts
Showing posts with label Sheila Vand. Show all posts

Movie Review: The Rental (2020)


“Somebody was watching, looking right back at us.”

Damn, film ini seolah menjadi media yang digunakan oleh Dave Franco untuk memperkenalkan kembali dirinya sebagai sosok yang punya kapabilitas mumpuni sebagai seorang Sutradara. Tidak seperti image konyol yang seolah telah lekat pada dirinya selama ini di debut penyutradaraannya kali ini Dave Franco justru memilih menggunakan genre horror sebagai arena bermain yang kemudian ia campur dengan misteri dan thrill bersama berbagai trik klasik dan klise genre-genre tersebut. ‘The Rental’ : an intriguing and super effective horror.

TV Series Review: Snowpiercer


Di tahun 2014, umat manusia menjalankan salah satu rencana besar mereka untuk dapat menghentikan global warming yang semakin berbahaya, namun celakanya usaha tersebut justru menciptakan jaman es baru yang mengubah suhu Bumi menjadi turun drastis. Seorang pria kemudian menelurkan ide yang tampak gila, ia membuat sebuah kereta dengan jumlah gerbong yang sangat banyak untuk menyelamatkan umat manusia dari bencana tersebut. Kereta yang kemudian terbagi menjadi dua kelas, yaitu kelas si kaya dan kelas untuk si miskin tersebut berputar mengelilingi bumi.

Review: Whiskey Tango Foxtrot (2016)


"I wanted out of my mildly depressive boyfriend, I wanted to blow everything up."

Begitu banyak hal menarik yang dapat “dimanfaatkan” dari proses mencari, meliput, serta memproduksi berita yang dilakukan oleh wartawan, bukan hanya dari proses bagaimana berita itu diperoleh, dibentuk, hingga disajikan kepada penonton namun terdapa sisi kecil lain yang tidak kalah menarik. Contohnya seperti bagaimana mereka membangun pendekatan dengan sumber informasi, menjaga hubungan dengan orang-orang “penting” di sekitar, hingga bagaimana usaha mereka bertahan hidup untuk dapat kembali pulang ke kasur kesayangan mereka di rumah. Whiskey Tango Foxtrot (mari singkat saja menjadi WTF) mencoba membawa penonton merasakan pengalaman jurnalistik tersebut dalam perpaduan drama dan komedi, seperti sebuah soft drinks yang oke.

Review: A Girl Walks Home Alone at Night (2014)


Film-film skala kecil seperti A Girl Walks Home Alone at Night ini kehadirannya selalu dinantikan setiap tahun oleh para penikmat film yang sudah mengerti skema standard dari siklus film setiap tahun, dari flop session di awal tahun, summer untuk blockbuster, dan menjelang akhir tahun dengan buzz awards season. Mereka memiliki tugas menjadi penyegar dibalik siklus yang predictable tadi dan dengan mencampur materi berani antara Iran dan vampire serta unsur horror, romance, serta thriller, film ini berhasil menjadi salah satu film skala kecil yang paling menyenangkan tahun lalu.