Showing posts with label Thomasin McKenzie. Show all posts
Showing posts with label Thomasin McKenzie. Show all posts

Movie Review: Last Night in Soho (2021)

“Do you believe in ghosts?”

Edgar Howard Wright adalah seorang sutradara, penulis skenario, dan produser film Inggris yang dikenal karena film genre satirnya yang bergerak cepat dan kinetik, menampilkan penggunaan ekstensif musik populer yang ekspresif dalam bahasa sinematik yang cantik dan gaya pengeditan khas yang mencakup transisi, whip pans, dan wipes. Film yang ia tulis dan sutradarai selalu memiliki pesona unik serta gila yang kuat, hampir menjadi Sutradara ‘Ant-Man’ di film terakhirnya ia menyajikan car-chase layaknya opera dengan musik yang asyik, yakni ‘Baby Driver’. Kali ini Edgar Wright kembali dengan dark fairy tale with delightful nightmarish horror. ‘Last Night in Soho’: stylish, sexy, and sensual psychological horror. It’s a dancing horror.


Movie Review: The Power of the Dog (2021)

“A man was made by patience in the odds against him.”

Perubahan adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari, mereka yang memilih untuk “menyesuaikan diri” dengan perubahan serta secara aktif merangkulnya akan lebih mudah untuk berkembang. Tentu tidak semua perubahan membawa sesuatu yang positif, perlu filter yang ketat di sana dan penolakan terhadap sesuatu yang bersifat negatif juga bukan sesuatu yang tabu untuk dilakukan, namun satu hal yang penting jangan sampai sikap perfeksionis dan juga egois milikmu justru menjadi sebuah boomerang yang berbalik melukaimu. Hal tersebut berputar-putar secara manis di sini, salah satu film terbaik tahun ini yang “menuntutmu” untuk menemukan hadiah besar. The Power of the Dog’: a beautifully made drama that plays with words, eyes, and feelings.


Movie Review: Old (2021)

“You look different, too.”

Tahukah kamu bahwa dua bulan lagi sudah tahun 2022? Ya, sepertinya baru kemarin kita bertemu paranoia dengan yang namanya Covid-19 dan tidak terasa sebentar lagi genap dua tahun kita beraktifitas dengan wajib menggunakan masker di wajah. Apa yang menyebabkan waktu begitu cepat berlalu? Apakah bumi yang beberapa waktu lalu sempat tampak seperti ‘Squid Games’ itu memang berputar lebih cepat? Apakah kita sudah lepas dari survival games? Itu menjadi salah satu ide film terbaru sosok yang pernah masuk bursa sebagai kandidat Sutradara film ‘Harry Potter and the Philosopher's Stone’, dan kini dikenal sebagai Sutradara horror-thriller with poorly received but sometimes financially successful movies. Di sini konsepnya menarik, bagaimana jika satu tahun ternyata bukan 365 hari, melainkan tidak sampai satu jam! Old’ : a body horror with interesting anomaly, and comes Shyamalan. (Warning: the following post might contains mild spoilers)


Movie Review: Jojo Rabbit (2019)


“Not everyone is lucky enough to look stupid.”

Ada banyak materi cerita yang sebenarnya ada di kategori "riskan" untuk diceritakan kembali ke dalam bentuk media film, apalagi jika digunakan sebagai bahan utama komedi penuh lelucon. Salah satunya adalah Adolf Hitler, sosok penguasa Jerman dan pemimpin Partai Nazi, pria radikal yang telah dikenal dengan image “kejam” mungkin hampir di seantero dunia. Bagaimana jika Adolf Hitler digunakan sebagai lelucon, di film ini ia bahkan dilabeli sebagai "pathetic little man who can't even grow a full mustache." ‘Jojo Rabbit’ : a good anti-hate satire comedy. 

Movie Review: Leave No Trace (2018)


“I don't have the same problem you have.”

Sebagai seorang anak sudah menjadi tanggung jawab kita untuk membuat Orangtua bahagia, tapi apakah itu harus dengan membatasi kesempatan kita untuk bahagia dengan pilihan kita sendiri? Di sisi lain, Orangtua tentu ingin agar sang anak tumbuh dengan baik di bawah bimbingan mereka, tapi apakah itu dapat menjadi alasan untuk bersikap egois dan membatasi anak untuk menentukan pilihannya sendiri? Simple case tadi menjadi selimut manis dari berbagai isu lain dalam kisah tentang “rediscover” ini. Leave No Trace: a subtle dan soulful drama about human, humanity, and humanism.