Showing posts with label Tim Roth. Show all posts
Showing posts with label Tim Roth. Show all posts

Movie Review: Bergman Island (2021)

"He always said that death was just a light going out."

Mengarang sebuah cerita fiksi atau karya lainnya yang membutuhkan jalinan cerita bukanlah sebuah pekerjaan mudah, dan salah satu hal paling menakutkan bagi para penulis adalah writer's block, momen di mana mereka merasa stuck atau buntu untuk melanjutkan dan mungkin memoles cerita agar sesuai dengan yang mereka inginkan. Dan saya pernah membaca bahwa ada penulis lirik lagu yang bahkan mencoba untuk menjalin hubungan percintaan agar dapat merasakan sisi indah dari momen jatuh cinta, termasuk sisi kelam saat akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan yang sejak awal telah disengaja tersebut. Di film ini kamu coba dibawa masuk ke dalam pikiran seorang penulis. Bergman Island’ : an artful reflection on life and filmmaking.


Review: Hardcore Henry (2016)


“This is war, baby!”

Jika Arnold Schwarzenegger, Chuck Norris, dan Jean-Claude Van Damme suatu saat ingin hangout bersama sambil barbecue party dan nonton film bareng maka Hardcore Henry adalah satu dari sekian banyak film yang tepat untuk mereka saksikan. Memang bukan sebuah sajian action yang membawa inovasi besar namun film action satu ini punya power yang besar untuk dengan mudah membuat mereka tertawa hingga bertepuk tangan gembira bersama. Hardcore Henry seperti junk food, tidak “sehat” namun enak. Crank meets Bourne and The Raid, Call Of Duty with GoPro. (Warning: siapkan obat sakit kepala atau obat mual. Game controller juga oke).

Review: The Hateful Eight (2015)


“My pistol plays a tune.”

Film Quentin Tarantino? Well, itu sudah cukup menjadi alasan untuk melangkahkan kaki menuju bioskop. Diproduksi dalam format 70 mm yang yang otomatis akan memberikan penonton komposisi layar pada aspek rasio super lebar? Well, kombinasi di antara keduanya menjadikan The Hateful Eight tampak semakin menarik. Quentin Tarantino merupakan sutradara dengan visi yang besar, seolah ingin melanjutkan Django Unchained ia kembali membawa kamu ke dunia western berisikan keributan antara delapan orang yang dipenuhi dengan rasa benci. Pertanyaannya adalah apakah The Hateful Eight berhasil memenuhi hype dan menampilkan misteri dengan rasa retro yang menarik?

Review: Selma (2014)


"We must march, we must stand up!"

Selain segmented film-film yang mencoba mengangkat kisah masa lalu seorang juga punya dua penghalang besar yang harus ia taklukan. Yang pertama adalah apakah film tersebut berhasil menggambarkan sosok atau tokoh yang ia gunakan dalam bercerita dengan tepat, terutama pada ketepatan kisah yang tokoh tersebut alami. Ya, riskan, dan pertanggung jawabannya cukup besar. Dan kedua adalah film tersebut harus berhasil menjadikan tokoh tersebut menarik bagi penontonnya, bukan hanya ketika ia tampil di layar namun juga setelah ia menghilang dan membuat penonton ingin lebih jauh mencari informasi tentang tokoh tersebut. Nah, dua hal penting tersebut berhasil dilakukan oleh Selma dengan manis.

Movie Review: Arbitrage (2012)



Robert Miller (Richard Gere), pria idealis berusia 60 tahun, merupakan pemimpin dari sebuah perusahaan yang baru saja kehilangan $ 400 juta dari investasi yang mereka lakukan. Miller mencoba untuk mengatasi masalah tadi sebelum berita tersebut diketahui oleh media, yaitu dengan cara menjual aset dari perusahaan yang ia miliki, membayar hutang tadi, dengan tujuan utama untuk menyelamatkan investor yang mereka miliki. Namun, ternyata Miller telah membuat sebuah kesalahan besar lainnya, yang membawa ia kedalam satu masalah baru, sebuah tindakan kriminal yang mengancam bisnis serta keluarganya.