Showing posts with label Tom Cruise. Show all posts
Showing posts with label Tom Cruise. Show all posts

Movie Review: Top Gun: Maverick (2022)

"Don't think, just do."

Does a film need a sequel? Ada yang butuh, ada pula yang tidak, tapi tentu rentang waktu 36 tahun akan mudah membuatmu mengernyitkan dahi ketika mendengar kabar bahwa sebuah film rilisan 36 tahun yang lalu akan dibuatkan kelanjutannya. Mungkin remake akan terasa normal dalam kasus seperti itu, tapi bagaimana dengan sekuel? Tiga setengah dekade tentu tidak sebentar, ada banyak perubahan yang telah terjadi, dari trend hingga tentu saja usia para aktor. Tapi bagi film ini hal tersebut terasa mudah karena Tom Cruise, bankable star yang berada di posisi sepuluh besar daftar the actors who has sold the most box office tickets in the United States since the 1960s itu seperti tidak menua secara fisik. Bagaimana dengan faktor lainnya? ‘Top Gun: Maverick’ : the pinnacle of ultra-fine airborne action.


Movie Review: Jack Reacher: Never Go Back (2016)


"Sure you can handle him by yourself?"

Tom Cruise memang punya semacam likability issues dengan kontroversi terkait agama sehingga mungkin tidak semua penonton menyukainya sebagai individu, namun di sisi lain ia masih memiliki “force” yang sangat kuat sebagai aktor terlebih ketika tampil di genre action dan juga sci-fi yang sering ia lakukan belakangan ini. Cruise masih punya charm yang sangat kuat sebagai seorang agent maupun “hero” yang mampu membuat penonton “percaya” padanya, dan hal tersebut yang kembali dimanfaatkan dengan baik oleh film kedua dari Jack Reacher ini. Jack Reacher: Never Go Back: when Mission Impossible agent, Marvel's SHIELD agent, and clone of Anna Paquin doing an enjoyable picnic.

Review: Mission: Impossible – Rogue Nation (2015)


"Desperate times. Desperate measures."

Di film yang kelima ini sepertinya Mission: Impossible mencoba memberikan sesuatu yang “segar” dengan formula lama miliknya, tidak hanya sekedar menaikkan masalah dari IMF menuju CIA namun juga membawa taruhan menuju level yang lebih tinggi. Hal seperti ini pasti pernah kamu temukan sekarang ini dimana ketika menyaksikan karakter utama menghadapi bahaya tapi anehnya kamu yakin ia akan mampu melewatinya. Nah, Mission: Impossible – Rogue Nation coba membawa penontonnya kedalam ketegangan yang membuat mereka waspada apakah Tom Cruise mampu melewatinya, menjadi sebuah popcorn movie berisikan ketegangan mengasyikkan, seperti sedang menyaksikan Kingsman berkencan dengan Furious 7 dan Mad Max. Another 2015 action extravaganza.  

Movie Review: Edge of Tomorrow (2014)


"Come find me when you wake up!"

Sebenarnya Edge of Tomorrow punya dua faktor yang dapat membuat calon penonton merasa skeptis padanya, pertama adalah ia hadir pada rentang waktu pertengahan tahun atau lebih dikenal sebagai summertime yang identik dengan status blockbuster pengeruk keuntungan, dan kedua ia punya Tom Cruise, bankable star yang mulai menjauh dari status most powerful actor yang pernah ia sandang. Tapi ini yang menarik ketika anda menaruh ekspektasi pada level normal, peluang hadirnya rasa puas itu akan semakin besar. Edge of Tomorrow, a smart and efficient puzzle between Halo and Groundhog Day with Monaco Grand Prix speed.    

Movie Review: Oblivion (2013)


Berbeda genre, beda pula perlakuan yang harus anda berikan dalam menilai baik dan buruknya paket yang ditawarkan oleh sebuah film. Jika saya menilai komedi dilihat dari sukses tidaknya ia membuat saya tertawa, dan siap dengan hal bodoh dan konyol, horror diukur dari tingkat keberhasilannya dalam menakut-nakuti saya, lain pula dengan Sci-fi, dimana saya secara khusus selalu menarik peran cerita sedikit lebih kebelakang, dan lebih mengharapkan sebuah inovasi baru yang mampu membawa saya ikut berimajinasi dalam konteks yang lebih ilmiah ketimbang sebuah fantasi.

Movie Review: Rock of Ages (2012)


Semua tindakan yang anda lakukan pasti memiliki resiko. Hal tersebut yang ingin Adam Shankman sampaikan melalui karya terbarunya ini, film drama musikal berbalut komedi berjudul Rock of Ages. Dengan latar tahun 1987, Shankman akan mengajak anda menyaksikan perjuangan yang dihadapi karakter dalam cerita, dari seorang wanita muda yang datang ke Hollywood dan langsung jatuh cinta kepada seorang pria, istri seorang walikota yang mencari perhatian media massa, pemilik sebuah klub yang berusaha mempertahankan klub miliknya, hingga blunder dari seorang manager yang rakus akan uang.