Showing posts with label Tom Hollander. Show all posts
Showing posts with label Tom Hollander. Show all posts

Movie Review: The King's Man (2021)

“Let's end this as gentlemen! After all, manners maketh man.”

Istilah dalam bahasa Inggris kuno “Manners Maketh Man” melambung tinggi ketika diucapkan oleh karakter Harry Hart di film Kingsman: The Secret Service, ia pakai untuk menunjukkan kepada beberapa orang anak muda London pelajaran tentang bagaimana cara bersikap sebagai seorang gentlemen. Momen tersebut terasa sangat berkesan karena hadir dalam bentuk adegan action yang mempertontonkan pesona posh British yang lantas berkembang menjadi sajian action spy comedy stylish serta lucu meskipun di beberapa bagian terasa sedikit over-the-top. Dan yang terpenting adalah film itu sukses secara komersial, and what is profitable must be exploited, that's how Hollywood wants it. Back story sounded like a good idea, which always comes with a certain risk. The King's Man’ : a concentrated nonsense.


Movie Review: Bohemian Rhapsody (2018)


"Good thoughts, good words, good deeds."

Membuat sebuah film tentang band legendaris sebesar Queen tentu memberikan banyak keuntungan bagi filmmaker. Contohnya?  Lagu-lagu mereka yang sangat populer dan legendaris itu, dari “Love of My Life”, “I Want to Break Free”, “We Are the Champions”, “We Will Rock You”, hingga tentu saja ”Bohemian Rhapsody”. Tapi di sisi lain juga eksis “bahaya” yang harus menjadi perhatian, dengan catatan utama kembali kepada sosok Queen itu sendiri. Mereka band legendaris yang punya kisah rumit lain di dalam diri sang vokalis, Freddie Mercury. Bohemian Rhapsody: it will rock you.

Movie Review: The Invisible Woman (2013)


“You have been the embodiment of every graceful fancy that my mind has ever become acquainted with.”

Jika suatu saat ketika kisah cinta yang anda miliki telah berjalan dalam hitungan dekade, namun perlahan mulai merasakan bahwa kekuatan cinta itu telah pudar, apa yang akan anda lakukan? Terus memaksakan diri sekalipun faktanya sudah tidak lagi merasakan bahagia, atau justru mengambil langkah berani dengan berlayar dan berlabuh pada sosok baru yang dapat memberikan rasa bahagia tersebut kepada anda. Simple system but seems complicated. Hal tersebut coba digambarkan oleh The Invisible Woman, film kedua Lord Voldemort sebagai sutradara, a sad love story in effective and elegant way. This is a tale of woe. This is a tale of sorrow.

Movie Review: About Time (2013)


“How long will I love you? As long as the stars are above you, and longer if i can.”

Setiap tahun anda pasti akan menemukan film dengan tipe seperti ini, bukan berbicara pada konteks genre melainkan sebuah film dimana anda tahu ia memiliki banyak celah meskipun tampil implisit tidak mampu menjauhkannya dari sorotan, kemudian mencoba tetap objektif dalam memberikan penilaian, namun disisi lain harus berhadapan dengan fakta anda merasakan sebuah kesulitan untuk menampik dan mengingkari bahwa setiap menit yang ia berikan merupakan sebuah enjoyment yang menyenangkan. About Time adalah contoh terbaru, ketika time travel hadir dalam sentuhan romance dan comedy yang klasik, sebuah kemasan guilty pleasure skala besar, really hard to dislike.