"And it was the strangest thing. It was like kissing myself."
Jika harus digambarkan
dengan menggunakan pengandaian, The
Danish Girl ibarat sebuah daging kualitas sangat baik yang dapat dimasak
hingga matang namun akhirnya disajikan kepada konsumen dalam kondisi setengah
matang. Bukan, bukan karena ia tidak punya api untuk memasak daging tersebut
hingga matang tapi karena koki yang merasa ragu atau cemas daging menjadi
gosong dan memilih bermain aman. Seperti itu The Danish Girl, sama seperti Trumbo
ini merupakan sebuah film biografi yang understated, tapi hasil
akhirnya membuat penonton bergumam I like
it, but I don’t love it.


