Showing posts with label Vicky Krieps. Show all posts
Showing posts with label Vicky Krieps. Show all posts

Movie Review: Bergman Island (2021)

"He always said that death was just a light going out."

Mengarang sebuah cerita fiksi atau karya lainnya yang membutuhkan jalinan cerita bukanlah sebuah pekerjaan mudah, dan salah satu hal paling menakutkan bagi para penulis adalah writer's block, momen di mana mereka merasa stuck atau buntu untuk melanjutkan dan mungkin memoles cerita agar sesuai dengan yang mereka inginkan. Dan saya pernah membaca bahwa ada penulis lirik lagu yang bahkan mencoba untuk menjalin hubungan percintaan agar dapat merasakan sisi indah dari momen jatuh cinta, termasuk sisi kelam saat akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan yang sejak awal telah disengaja tersebut. Di film ini kamu coba dibawa masuk ke dalam pikiran seorang penulis. Bergman Island’ : an artful reflection on life and filmmaking.


Movie Review: Old (2021)

“You look different, too.”

Tahukah kamu bahwa dua bulan lagi sudah tahun 2022? Ya, sepertinya baru kemarin kita bertemu paranoia dengan yang namanya Covid-19 dan tidak terasa sebentar lagi genap dua tahun kita beraktifitas dengan wajib menggunakan masker di wajah. Apa yang menyebabkan waktu begitu cepat berlalu? Apakah bumi yang beberapa waktu lalu sempat tampak seperti ‘Squid Games’ itu memang berputar lebih cepat? Apakah kita sudah lepas dari survival games? Itu menjadi salah satu ide film terbaru sosok yang pernah masuk bursa sebagai kandidat Sutradara film ‘Harry Potter and the Philosopher's Stone’, dan kini dikenal sebagai Sutradara horror-thriller with poorly received but sometimes financially successful movies. Di sini konsepnya menarik, bagaimana jika satu tahun ternyata bukan 365 hari, melainkan tidak sampai satu jam! Old’ : a body horror with interesting anomaly, and comes Shyamalan. (Warning: the following post might contains mild spoilers)


Review: Colonia (2016)


“Once you join us you must remain.”

Sepasang kekasih sedang menikmati waktu bersama namun tiba-tiba terjebak dalam kekacauan politik, bukankah itu sebuah dasar masalah yang menarik? Menggunakan setup kisah nyata yang terjadi sewaktu Perang Dingin berlangsung Colonia secara frontal menunjukkan dirinya sebagai kombinasi seimbang antara sebuah sajian thriller dan di sisi lainnya merupakan penggambaran kisah asmara, sebuah film eksploitatif yang caranya bermain mengingatkan penonton pada Argo hingga Munich. Lalu apakah kualitas Colonia sama dengan dua film tersebut? Sayangnya tidak.