Showing posts with label Yahya Abdul-Mateen II. Show all posts
Showing posts with label Yahya Abdul-Mateen II. Show all posts

Movie Review: The Matrix Resurrections (2021)

"What validates and makes your fictions real? Feelings."

Memang tidak mustahil tapi membangkitkan kembali sebuah cerita yang telah tidur pulas selama kurang lebih 18 tahun tentu bukan sesuatu yang mudah, apalagi untuk kisah sekelas ‘The Matrix’ yang saat manusia sedang bersiap menuju millennium di tahun 1999 kala itu duo the Wachowskis pakai untuk membawa science fiction genre melambung tinggi, menutup rangkaian kejutan the cyberpunk genre yang datang dari Total Recall dan Terminator 2: Judgment Day di tahun 1990-an, tidak hanya sekedar merevolusi penggunaan digital effects saja namun juga menarik perhatian semakin besar pada satu pertanyaan filosofis, sebuah pertanyaan abstrak tentang apakah manusia sebenarnya hanya hidup di dalam sebuah simulasi? The Matrix Resurrections’ : a clever balance between reinventing and nostalgia.


Movie Review: Candyman (2021)

“Say his name. I dare you.”

Upaya “membangkitkan kembali” film horror yang telah tertidur pulas cukup lama kerap kali mendapat tanggapan yang seimbang, antara yang setuju dan tidak setuju, apalagi jika upaya tersebut ingin memindahkan sosok yang telah berhasil menjadi ikonik di masa lalu untuk tampil dalam bentuk yang lebih klik dengan era modern atau sekedar penyegaran. Tidak semua gagal, David Gordon Green's Halloween misal, Fede Álvarez's Evil Dead juga tidak buruk, tapi jelas butuh usaha ekstra terlebih dari segi artistik dan pesona. ‘Candyman’ pertama kali muncul tahun 1992 dan di beberapa kalangan dianggap sebagai film horor klasik kontemporer. Film ini mencoba menjadi direct sequel. ‘Candyman’: a creepily staged rejuvenation.


Movie Review: The Trial of the Chicago 7 (2020)

“The whole world is watching!”

Masa kepimpinan Donald Trump sangat memorable, huh? Slogan kampanye yang ia  gunakan adalah “Make America Great Again” namun banyak orang menilai bahwa di bawah kepimimpinannya kala itu Amerika Serikat justru jatuh ke dalam political and cultural crisis, secara implisit ia menerapkan sistem lèse-majesté sehingga begitu banyak terjadi kerusuhan, bukan tidak mungkin beberapa di antaranya merupakan coup d'état. Tidak ada koneksi langsung memang tapi film ini membuat saya teringat dengan Donald Trump, saat sistem hukum yang eksis justru membuat kamu marah dan tertawa, karena tidak hanya pidana dan perdata saja, juga ada politik di sana. ‘The Trial of the Chicago 7’: this is America, don't catch you slippin' now.


Movie Review: Aquaman (2018)


“Atlantis has always had a king. Now it needs something more.”

Warner Bros. pada awalnya seolah merasa "gengsi" untuk membuat DC Extended Universe mereka keluar dari tone “dark” yang sedari awal diusung. Namun menariknya di ‘Wonder Woman’ justru hadir sedikit pergeseran tone yang membuahkan hasil sangat positif. Beban kemudian berpindah ke pundak Aquaman dengan tantangan utama yang masih sama: mampukah film selanjutnya di DC Extended Universe tidak hanya sekedar meneruskan kesuksesan ‘Wonder Woman’ meraih cinta dari penonton, namun juga menjadi an engaging superhero movie with more “good” fun? Aquaman: a wild and weird rollercoaster.