Showing posts with label Zac Efron. Show all posts
Showing posts with label Zac Efron. Show all posts

Movie Review: Scoob! (2020)


“Scoob. You're the best friend I could ever ask for.”

Selain Detektif Conan masa kecil saya dahulu juga diisi serial animasi yang juga mengusung konsep memecahkan misteri namun dengan cara yang lebih santai dan cenderung “konyol”, yaitu Scooby-Doo. Kala itu Mystery, Inc. seolah menjadi sebuah tim yang sangat memikat berkat keahlian mereka, sedangkan mengemban tugas sebagai sumber utama lelucon dan komedi karakter Shaggy serta Scooby-Doo adalah dynamic duo yang memiliki charm unik dan menarik. Mereka sudah punya ciri khas yang terasa klasik dan film ini mencoba untuk melakukan sedikit modifikasi dan juga meremajakan karakter-karakter klasik tersebut tadi. Scoob! : soulless but on target mystery comedy.

Review: Mike and Dave Need Wedding Dates (2016)


"There is no penetration, only a vibration."

Setiap kali menonton film dengan genre komedi saya selalu mencoba memperhatikan bagian awal mereka, fokusnya pada seperti apa mereka ingin tampil di depan penontonnya, mumblecore, dark comedy, satire, hyperactive comedy, atau jenis komedi lainnya. ‘Mike and Dave Need Wedding Dates’ merupakan komedi rasa hyper, sebuah komedi “vulgar” yang memiliki energi dan semangat tinggi yang tampaknya hanya ingin mengajak penonton untuk sekedar tertawa sambil berpesta. Sepintas itu tampak seperti sebuah tugas yang sangat sederhana namun sesungguhnya keputusan untuk memikat penonton dengan tampil “gila” seperti sebuah boomerang. ‘Mike and Dave Need Wedding Dates’ feels like summer party with not so good EDM, abs, beer, and bikini.

Review: Neighbors 2: Sorority Rising [2016]


“They’re using their sexuality as a weapon.”

Ketika sebuah studio mengumumkan produksi sekuel dari sebuah film akan muncul pertanyaan dengan jenis yang begitu familiar, seperti mengapa, untuk apa, bahkan fungsinya apa? Maksud dan tujuan sekuel beragam misalnya untuk membuat lebih banyak lagi uang, tapi ada pula niat yang tidak semurah itu seperti ingin mencoba meneruskan cerita, menjawab pertanyaan yang belum terjawab, hingga membuat kemasan yang lebih baik dengan berusaha memperbaiki kelemahan di film terdahulunya. Dua tahun lalu komedi berjudul Neighbors berhasil meraih box office 15 kali lipat dari budget yang ia punya, tapi menariknya kehadiran Neighbors 2: Sorority Rising (Bad Neighbours 2) ternyata tidak semurah sekedar untuk mencoba mengulangi pencapaian tersebut.

Review: Dirty Grandpa (2016)


"Party 'till you're pregnant!"

Jika para aktor dan aktris yang telah berlaga di berbagai penghargaan film, bahkan mereka yang telah berhasil memenangkan posisi tertinggi diberikan pertanyaan apa yang mereka cari dari pekerjaan sebagai aktor dan aktris, maka akan lebih mudah menemukan mereka yang menjawab uang sebagai pilihan utama. Jennifer Lawrence telah menggenggam Oscars namun meraih uang dengan di The Hunger Games serta X-Men, bahkan Leonardo DiCaprio yang mungkin soon-to-be Oscars winner mengatakan “I don’t rule out anything” untuk role di film superhero. Strategi dalam memilih film merupakan sesuatu yang sangat krusial, sayangnya Robert DeNiro kurang tepat dalam mengatur strategi dan memilih tampil di film ini, an autopilot disaster.

Review: We Are Your Friends (2015)


"The world is yours."

Cobaan atau masalah, kemudian tantangan, mereka sudah jadi bagian penting bahkan wajib kehadirannya didalam kehidupan setiap manusia, karena fungsi mereka tidak selalu buruk. Dengan menghadapi cobaan kamu bisa jadi sosok yang lebih kuat bahkan lebih dewasa dalam menghadapi kehidupan, dan untuk mewujudkan itu ada satu kunci yang sangat penting: jangan menyerah. Klise memang dan itu ditampilkan dengan cara yang juga klise oleh film ini, We Are Your Friends, yang disini ia campur bersama kisah tentang musik dari salah satu genre yang sedang populer beberapa tahun belakangan ini: EDM, baby!

Movie Review: Neighbors (2014)



"We're throwing a Robert De Niro party."

Neighbors, yang juga dirilis dengan nama Bad Neighbours secara Internasional, adalah film komedi yang ternyata menampilkan keunikan bukan hanya pada jajaran cast yang ia punya. Ada kombinasi yang kasar, Zac Efron yang telah menjadi bagian dari ikon romance di kalangan young adult, Rose Byrne yang mulai klik dengan komedi setelah sebelumnya lebih sering bermain di drama dan juga misteri, dan ada si gila Seth Rogen dengan suara beratnya. Disamping itu Neighbors secara mengejutkan berhasil menggabungkan salah satu hal yang sulit diharapkan dari sebuah film komedi, humor tajam dan total dengan keterlibatan sedikit wawasan didalamnya.    

Movie Review: Liberal Arts (2012)


Seni Liberal, adalah sebuah seni yang lebih bersifat umum dan luas. Seni liberal akan mengajak anda memiliki pola pikir yang lebih umum, mengandalkan logika dan kemampuan intelektual anda, dan menjadi individu bebas yang tidak suka dengan hal teknis yang rumit dan mengikat. Liberal Arts, proyek kedua dari Josh Radnor yang mampu tampil bijak dan kritis, akan mengajak anda memahami bagaimana seharusnya anda menjalani hidup.