Showing posts with label Amy Adams. Show all posts
Showing posts with label Amy Adams. Show all posts

Movie Review: Dear Evan Hansen (2021)

"I wish everything was different. I wish I was different."

Spotlight akan sangat mudah tertuju pada film ini, sejak berita bahwa that Tony Award-Winning Musical akan mereka adaptasi ke dalam bentuk film pihak Universal Pictures selaku pembeli film rights tidak hanya sukses menggandeng penulis buku yang jadi dasar cerita musikalnya, begitupun songwriting duo di balik kesuksesan lagu-lagu di ‘La La Land’ dan ‘The Greatest Showman’ yang ikut bergabung untuk membantu membentuk kembali critical acclaim musical yang mereka tulis. Dan last but not least merekrut sutradara The Perks of Being a Wallflower untuk memvisualisasikan skenario dan memimpin tim untuk bekerja bagi Produser film-film seperti ‘Nine’, ‘Into the Woods, dan Mary Poppins Returns’, which is a musical films. ‘Dear Evan Hansen’ : turns out, this wasn’t an amazing day after all.


Movie Review: The Woman in the Window (2021)

“Stop watching our house or I'll call the police.”

Apakah layak melabeli seseorang gila ketika dia sedang berupaya untuk lepas dari permasalahan mental? Tentu tidak, justru yang harus kita lakukan adalah memberi bantuan terutama secara psikis agar ia dapat segera lepas dari situasi yang kerap membuat penderitanya merasa cemas hingga takut berlebihan, merasa tidak tenang seolah akan terjadi sesuatu yang buruk di sekitarnya serta pada dirinya. Karakter di film ini mengalami itu, ia cemas akan terjadi hal buruk terhadap tetangga barunya yang ia intip dari kaca jendela. Premis yang cukup menarik, bukan? ‘The Woman in the Window’ : an unprepared ambition.


Review: Arrival (2016)


"They arrive."

Salah satu pertanyaan yang eksis di bumi dan masih belum memiliki jawaban yang meyakinkan adalah apakah bumi satu-satunya planet di alam semesta yang memiliki penghuni? Jika tidak maka apakah alien itu ada? Manusia terus mencari tahu apakah terdapat bentuk kehidupan lain di alam semesta selain di bumi, hal yang juga tidak pernah berhenti menjadi materi empuk untuk dieksplorasi oleh industri film. Kali ini dengan mengusung pertanyaan “why are they here?” sutradara Sicario and the upcoming Blade Runner 2049 mencoba kembali mengeksplorasi isu "we are not alone in the universe" itu dalam bentuk sebuah hard science fiction berjudul ‘Arrival’. It’s a delightful puzzle about alien, love, and life.

Review: Nocturnal Animals [2016]


"It’s fun to kill people."

Tom Ford, seorang fashion designer, akrab dengan kontroversi serta image sophisticated sex appeal pada design yang ia ciptakan, enam tahun lalu menyutradari sebuah film berjudul ‘A Single Man’ yang berhasil membawa Colin Firth meraih nominasi Oscars. Pria yang berhasil “menghidupkan kembali" Gucci itu kini kembali dengan fitur keduanya sebagai sutradara, Nocturnal Animals, sebuah stylish psychological thriller. When ‘Hell or High Water’ meets ‘Maps to the Stars’ and ‘The Neon Demon’, it’s a stylish, sensual, and unique manipulation. It's a challenging film. 

Review: Big Eyes (2014)


"She created it, he sold it, and everyone bought it."

Dengan absennya dua sosok favoritnya, Helena Bonham Carter dan Johnny Depp, kemudian duet utama pilihannya yang tampak sangat menjanjikan, Amy Adams dan Christoph Waltz, Big Eyes tampak menjanjikan berkat potensinya untuk menjadi sebuah terobosan baru dari seorang Tim Burton yang beberapa karya terakhirnya (selain Frankenweenie) sudah mulai mudah terbaca serta minim kejutan. Apakah itu terjadi?

Movie Review: Her (2013)


"I'm yours and I'm not yours."

Apakah anda merupakan pengguna twitter? Apakah anda pernah menemukan sebuah halaman yang menyatakan bahwa twitter sedang kelebihan kapasitas ketika hendak mencoba sign in? Yap, semakin mudah memang untuk bercinta dengan teknologi di zaman yang serba menawarkan kemudahan seperti sekarang ini, banyak hal positif yang ia ciptakan, namun dibalik kenikmatan tersebut ikut pula eksis berbagai hal negatif yang berpotensi menghancurkan. Spike Jonze menghadirkan problema tersebut bersama balutan visi, ide, serta konsep yang tinggi dan berani, unik dan cantik. Her, a sweet and smart hyper intelligent love story.    

Movie Review: American Hustle (2013)


"People are always conning each other to get what they wanted."

Banyak jalan untuk mencapai kebahagiaan, yang harus dilakukan hanyalah dengan mengambil sikap berani kemudian dilengkapi bersama strategi mumpuni. Ya, berani gagal, berani mengambil resiko, termasuk didalamnya berani untuk berubah dan keluar dari zona nyaman yang kita miliki. Hal tersebut coba diceritakan oleh American Hustle, caper movie in sexy and stylish way.  

Movie Review: Man of Steel (2013)


"For some, he was a guardian angel. To others, a ghost who never quite fit in."

Satu hal penting yang seharusnya (dan mungkin telah) diterapkan oleh para penikmat film adalah menetapkan sebuah ekspektasi awal dari film yang hendak mereka tonton, karena hal tersebut adalah kunci yang akan menentukan tingkat kepuasan yang mereka dapatkan di akhir cerita. Pacific Rim is rorypnm this summer most anticipated movie in sci-fi/fantasy genre. Bagaimana dengan film superhero? Nope. Si manusia besi jilid ketiga sudah membuktikannya. How about Man of Steel, an alien gifted with incredible powers, which people called a Sup...

Movie Review: The Master (2012)


Karya terbaru dari Paul Thomas Anderson ini sebenarnya adalah salah satu film yang saya paling nantikan tahun lalu. Mengakhiri istirahatnya sepanjang setengah dekade dengan mengangkat plot cerita yang cukup provokatif, Anderson akan kembali menunjukkan kepada anda alasan kenapa film-filmnya selalu dinantikan oleh banyak pecinta film.

Movie Review: Trouble with the Curve (2012)


Seorang scout baseball yang telah menjadi legenda bernama Gus Lobel (Clint Eastwood), menjadi korban dari apa yang lebih  kita kenal dengan sistem regenerasi. Kemampuan matanya yang mulai berkurang, ditambah cara tradisional yang ia gunakan dalam memantau pemain menjadikan kemampuannya dalam merekrut pemain baru mulai diragukan oleh perusahaan tempat ia bekerja. Gus melakukan pekerjaan terakhirnya, yang membuktikan bahwa class is permanent.