Showing posts with label Armie Hammer. Show all posts
Showing posts with label Armie Hammer. Show all posts

Movie Review: Death on the Nile (2022)

“How many great stories are tragedies?”

Meskipun respon yang diterima memang mixed namun di tahun 2017 yang lalu film ‘Murder on the Orient Express’ sukses mencatatkan pencapaian box office yang jauh dari kata buruk: hampir tujuh kali lipat dari budget awalnya. Kenneth Branagh kala itu berhasil membuktikan bahwa kisah fiksi detektif penuh misteri yang sudah terkenal itu masih dapat menjangkau khalayak penonton yang lebih luas dan besar. Sekuel muncul namun sayangnya kisah diambil dari Agatha Christie's famous crime novels berjudul sama itu seperti bertemu beberapa rintangan, dijadwalkan rilis tahun 2020 yang lalu dan tertunda akibat beberapa hal, dari akuisisi Disney atas 20th Century Fox dan tentu saja, Corona. ‘Death on the Nile’: be careful when playing with spices.


Review: Nocturnal Animals [2016]


"It’s fun to kill people."

Tom Ford, seorang fashion designer, akrab dengan kontroversi serta image sophisticated sex appeal pada design yang ia ciptakan, enam tahun lalu menyutradari sebuah film berjudul ‘A Single Man’ yang berhasil membawa Colin Firth meraih nominasi Oscars. Pria yang berhasil “menghidupkan kembali" Gucci itu kini kembali dengan fitur keduanya sebagai sutradara, Nocturnal Animals, sebuah stylish psychological thriller. When ‘Hell or High Water’ meets ‘Maps to the Stars’ and ‘The Neon Demon’, it’s a stylish, sensual, and unique manipulation. It's a challenging film. 

Review: The Birth of a Nation (2016)


"We’ll fight."

Ketidakadilan berbau rasisme yang pernah (dan mungkin saja masih) diterima oleh kaum kulit hitam di USA sana merupakan salah satu isu yang mungkin masih membutuhkan waktu lama untuk tidak lagi terasa menarik atau terasa basi diperbincangkan. I don’t think black people tidak berada di level yang sama dengan ras lainnya, look at Obama, namun masih banyak dari mereka yang memiliki severe inferiority complex yang membuat isu rasisme tersebut tetap menjadi komoditas perbincangan yang hangat. Menjadi jawara di 2016 Sundance Film Festival ‘The Birth of a Nation’ mencoba berbicara tentang isu yang belum basi tadi, dari racist dan juga humanity lewat sebuah aksi pemberontakan. It's 2016's The Butler.

Review: The Man from U.N.C.L.E. (2015)


"And remember, take it like a pussy."

Setelah Kingsman: The Secret Service memberikan petualangan energik yang mempesona penonton dengan aksi “kurang ajar” yang ia miliki, Spy dengan segala kekonyolannya yang mampu memberikan tawa konstan, serta Mission: Impossible – Rogue Nation yang terus mencoba membawa penontonnya ke dalam ketegangan, mari sambut satu lagi film bertemakan mata-mata di tahun 2015 sebelum akhirnya di tutup oleh film James Bond terbaru, Spectre, di akhir tahun nanti. The Man from U.N.C.L.E., punya action dalam visual menyenangkan yang coba ia gabungkan bersama komedi, kombinasi antara James Bond dan Austin Powers yang, tidak buruk.

Movie Review: The Lone Ranger (2013)


Johnny Depp is Rango. Itu dua tahun lalu, dan kini Depp terjun langsung ke dalam sebuah petualangan yang juga berlatarkan Amerika klasik abad 19, masih dengan tingkah anehnya yang kini tampil dengan wajah berbalut hitam dan putih yang kasar, seekor burung gagak di kepalanya, dengan seorang pria “pemberani” yang menjadi partnernya. Cukup aneh memang, kenapa review kali ini harus dibuka dengan membahas seorang Johnny Depp. Ya, dia (satu-satunya) daya tarik dari The Lone Ranger.