Showing posts with label Benicio del Toro. Show all posts
Showing posts with label Benicio del Toro. Show all posts

Movie Review: The French Dispatch (2021)

“All grand beauties withhold their deepest secrets.”

Tidak mudah jika berbicara tentang film karya Sutradara Wes Anderson, beberapa menyukai gaya visual yang telah menjadi ciri khasnya dengan komposisi dan detail yang cantik berpadu bersama karakter yang unik, tapi tidak heran jika di sisi lainnya ada yang tidak suka dengan gaya bercerita Wes Anderson yang terkesan egois serta terlalu mementingkan diri sendiri sehingga menilai apa yang coba ia sajikan terasa sebagai sesuatu yang dangkal. Kali ini Si Pencerita ulung itu mencoba justru semakin jauh mengeksplorasi elemen khas miliknya yang stylish and whimsical, homage yang lebih kompleks dari gaya formulanya selama ini dan punya potensi jauh lebih mudah untuk membuatmu lost in translation di dalam a love letter to journalism and the world. ‘The French Dispatch’ : another cosmos from the puppet-playing maestro.


Movie Review: No Sudden Move (2021)

“Reach for the moon!”

Tidak pernah mudah untuk merasa puas adalah kodrat manusia dan sikap tersebut sebenarnya memiliki sisi positif pula, yakni meraih lebih jika memang ada peluang. Tidak ada yang salah jika eksekusinya tidak salah. Hal tersebut menjadi fokus utama film ini, karya terbaru dari Sutradara Steven Soderbergh yang berkisah tentang pencurian sebuah dokumen yang tampak sederhana justru membawa dua orang pria masuk ke dalam bencana. ‘No Sudden Move’ : a calculated and captivating crime caper chess play.


Review: The Little Prince [2015]


"Growing up is not the problem, forgetting is."

Paman saya pernah mengatakan bahwa hal terindah yang ia alami sebagai orang tua adalah ketika melihat anaknya yang masih berusia lima tahun berlari-lari di ruang tamu dengan mainannya. Dia juga pernah melontarkan dua hal yang salah satunya membuat saya merasa aneh kala itu, pertama bahwa ia tidak ingin anaknya tumbuh dewasa, dan ia ingin anaknya menikmati menjadi “anak-anak”. Dua hal itu yang jadi isu utama dari The Little Prince, hubungan dua arah antara dewasa dan anak-anak yang dikemas dalam bentuk animasi yang cukup manis.

Movie Review: Sicario (2015)


"You will not survive here. You are not a wolf, and this is a land of wolves now."

Begitu banyak kata yang dapat digunakan untuk secara singkat menggambarkan Sicario, yang memiliki arti Hitman, namun ada satu kata yang sangat tepat untuk memulai semuanya: sick! Ya, sakit, Sicario merupakan sebuah sajian thriller yang sakit, ibarat sebuah taman bermain ia seperti sebuah rumah hantu dengan kualitas yang sangat baik, akan membuat pengunjungnya merasa waspada ketika masuk, mulai merasakan kecemasan yang terus meningkat, semakin terjebak dalam ketegangan hingga akhirnya merasa di hantui ketika telah sampai di garis finish. Sicario: a sick thriller.

Review: Inherent Vice (2014)


"Chotto, Kenichiro, Dozo! Motto panukeiku. Motto panukeiku!!"

Inherent Vice ini secara keseluruhan kurang lebih seperti karakter Freddie Quell di film Paul Thomas Anderson dua tahun lalu, The Master, berjalan dengan kesan penuh kebingungan, ada misteri dengan karakter yang terus mencari, terasa liar dan juga aneh, tapi ketika ia selesai ada klimaks yang memikat yang ia tinggalkan buat penontonnya. Celakanya Inherent Vice melakukan hal tersebut dengan level yang setingkat diatas, rasa bingung kental, kesan aneh dan liar juga kental, dan celakanya ini seperti berjalan-jalan bersama seorang teman dalam kondisi mabuk, unik dan lucu.